![]() |
| Ilustrasi AI |
Palangka Raya – Kasus penipuan digital atau scam
terus meningkat di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) Kalteng mencatat lebih dari 3.000 aduan terkait penipuan di sektor
keuangan sejak pendataan dilakukan pada 2024 hingga triwulan pertama tahun
2026. Pelaku kerap memanfaatkan teknologi digital untuk menyamar dan
memanipulasi korban agar menyerahkan data pribadi atau uang.
Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, atau yang
akrab disapa Danu, menyatakan bahwa modus scam yang sedang marak saat
ini adalah penipuan keuangan dengan cara menyamar sebagai petugas pemerintahan
atau pihak dari lembaga jasa keuangan resmi. “Yang lagi marak (di Kalteng) saat
ini adalah scam, semacam penipuan di sektor keuangan, jadi ini penipuan
keuangan dengan modus pelaku menyamar menjadi petugas pemerintahan atau pihak
penyedia jasa keuangan,” ujar Danu saat diwawancarai di Kantor Gubernur
Kalteng, Palangka Raya, pada Senin (13 April 2026).
Menurut Danu, pelaku biasanya berpura-pura sebagai petugas
resmi padahal hanya tipu-tipu. Mereka menciptakan situasi mendesak agar korban
panik dan tidak sempat berpikir jernih. “Scam tadi itu lebih kayak mendesak,
dan membuat emosi korban digoyang, sense of urgency korban seperti digoyang,”
tambahnya.
Berbagai Modus Penipuan yang Sering Digunakan
Pelaku penipuan digital di Kalteng menerapkan beberapa modus
yang cukup variatif. Salah satunya adalah menelepon korban dengan mengaku
sebagai pihak yang menemukan anak atau orang tua korban dalam keadaan darurat,
lalu meminta transfer dana segera. Modus lain melibatkan pesan berisi ancaman
atau perintah mendesak, seperti “Bapak kalau enggak segera klik link ini, nanti
akun Coretax jadi macet.”
Modus utama yang banyak dilaporkan meliputi:
- Phishing
melalui pesan palsu di aplikasi perpesanan yang meminta korban mengklik
tautan mencurigakan.
- Penawaran
investasi bodong yang menjanjikan keuntungan tinggi dalam waktu singkat.
- Penipuan
belanja online fiktif.
- Pengiriman
file APK berbahaya yang dikirim melalui WhatsApp atau platform serupa,
yang dapat mencuri data pribadi jika diinstal.
Danu menekankan bahwa pelaku sering memanfaatkan kepanikan
korban. Oleh karena itu, masyarakat diminta selalu melakukan check and
recheck sebelum mengambil tindakan. Jangan langsung percaya informasi yang
datang tiba-tiba, terutama yang meminta data pribadi, nomor rekening, atau
transfer uang secara cepat.
Tips Pencegahan dari OJK Kalteng
OJK Kalteng memberikan beberapa langkah pencegahan sederhana
namun efektif agar masyarakat terhindar dari jebakan scam digital.
Pertama, jangan pernah mengklik tautan yang mencurigakan atau berasal dari
nomor tidak dikenal. Kedua, hindari menginstal aplikasi atau file APK dari
sumber yang tidak resmi.
Selain itu, aktifkan fitur autentikasi dua faktor
(two-factor authentication atau 2FA) pada semua akun penting seperti perbankan
dan email. Masyarakat juga disarankan memverifikasi keaslian nomor telepon atau
rekening melalui aplikasi seperti Get Contact sebelum merespons pesan atau
panggilan.
Danu mengingatkan bahwa penipuan digital dapat menimbulkan
kerugian finansial yang cukup besar jika tidak diwaspadai. Meski data kerugian
spesifik untuk periode terbaru belum dirinci dalam pernyataan terakhir, tren
peningkatan aduan menunjukkan bahwa kewaspadaan harus ditingkatkan oleh semua
kalangan, termasuk masyarakat di perkotaan maupun pedesaan di Kalteng.
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Bersama
Peningkatan kasus scam di Kalteng mencerminkan
tantangan keamanan digital yang dihadapi banyak daerah di Indonesia seiring
semakin luasnya penggunaan internet dan aplikasi keuangan. OJK sebagai otoritas
pengawas jasa keuangan terus melakukan pendataan dan edukasi sejak 2024 untuk
membantu masyarakat mengenali dan menghindari modus-modus baru yang muncul.
Masyarakat diimbau melaporkan setiap dugaan penipuan ke OJK
atau pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti. Dengan meningkatnya kesadaran,
diharapkan jumlah korban baru dapat ditekan seminimal mungkin.
Penipuan digital bukan hanya masalah individu, melainkan isu
yang memerlukan perhatian bersama dari pemerintah, lembaga keuangan, dan
masyarakat. OJK Kalteng terus mendorong agar setiap orang lebih teliti dalam
bertransaksi secara daring dan tidak mudah terpengaruh oleh pesan yang
memanfaatkan emosi atau rasa urgensi.
Dengan mengenali modus pelaku dan menerapkan langkah
pencegahan yang disarankan, masyarakat Kalimantan Tengah diharapkan dapat lebih
aman dalam menggunakan layanan digital sehari-hari. Tetap waspada adalah kunci
utama di era di mana transaksi keuangan semakin banyak dilakukan melalui
perangkat ponsel dan internet.







