Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Pemprov Kalteng Perkuat Pengendalian Inflasi Jelang Hari Besar Keagamaan: Awasi Ketat Ketersediaan BBM dan Gencarkan Gerakan Pangan Murah

 

Ilustrasi AI

Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) terus mengintensifkan upaya pengendalian inflasi di tengah antisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang hari-hari besar keagamaan pada Mei 2026. Langkah konkret dilakukan dengan memperkuat pengawasan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) serta menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan pasar murah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok.

Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, menyampaikan hal tersebut saat mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 secara virtual dari Palangka Raya, Senin (20 April 2026). Rapat yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian ini menjadi momentum bagi daerah untuk menyelaraskan strategi pengendalian inflasi nasional dengan kondisi lokal.

“Langkah yang kami lakukan sesuai arahan Bapak Gubernur, di antaranya mengintensifkan Gerakan Pangan Murah, pasar murah, serta penyaluran bantuan pangan pemerintah kepada masyarakat,” ujar Yuas Elko. Upaya ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman dan terjangkau, terutama saat permintaan cenderung meningkat menjelang perayaan hari besar.

Di sektor energi, Pemprov Kalteng meningkatkan pengawasan distribusi BBM guna mengantisipasi antrean di lapangan. Yuas menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi untuk memastikan pasokan dari pusat ke daerah berjalan lancar. “Kami harapkan distribusi dari pusat ke daerah berjalan lancar sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” tambahnya.

Pengawasan distribusi BBM tidak dilakukan sendirian. Pemprov melibatkan tokoh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan sebagai mitra pengawas di lapangan. Pendekatan partisipatif ini diharapkan dapat mendeteksi dini potensi gangguan distribusi, seperti penimbunan atau kelangkaan di tingkat agen dan SPBU. Di samping itu, koordinasi dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) serta Pertamina terus ditingkatkan untuk menjamin stok BBM aman dalam beberapa bulan ke depan.

Selain intervensi jangka pendek melalui pasar murah dan bantuan pangan, Pemprov Kalteng juga menyiapkan strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan daerah. Beberapa program yang sedang digodok antara lain penyediaan sarana pendukung seperti pabrik pakan ternak serta pengembangan unit pengolahan hasil pertanian, termasuk rice milling unit (RMU). Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produksi lokal, mengurangi ketergantungan impor, dan menekan tekanan inflasi dari sisi pasokan.

Kalimantan Tengah sebagai provinsi dengan potensi pertanian dan perkebunan yang besar memiliki modal kuat untuk menjadi penyangga ketahanan pangan nasional. Namun, tantangan seperti fluktuasi cuaca, distribusi logistik yang masih terkendala infrastruktur, dan lonjakan permintaan musiman tetap menjadi perhatian utama. Pengendalian inflasi di daerah ini tidak hanya berdampak pada masyarakat lokal, tetapi juga mendukung stabilitas ekonomi regional di Pulau Kalimantan secara keseluruhan.

Yuas Elko menegaskan bahwa semua langkah pengendalian inflasi dilakukan secara terintegrasi. Monitoring harga komoditas pokok dilakukan secara rutin melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang melibatkan pemerintah provinsi, kabupaten/kota, Bank Indonesia, dan instansi teknis terkait. Apabila terdapat indikasi kenaikan harga yang signifikan, intervensi cepat akan dilakukan melalui operasi pasar atau penyaluran cadangan pangan.

Pengawasan BBM juga semakin ketat karena bahan bakar menjadi komponen penting yang memengaruhi biaya transportasi dan produksi. Kenaikan harga BBM atau kelangkaan pasokan berpotensi memicu efek domino terhadap inflasi inti dan inflasi volatile. Oleh karena itu, antisipasi antrean di SPBU menjadi prioritas agar aktivitas ekonomi masyarakat tidak terganggu.

Meski tidak disebutkan angka inflasi spesifik dalam rapat tersebut, upaya Pemprov Kalteng sejalan dengan arahan pemerintah pusat untuk menjaga inflasi nasional tetap terkendali di kisaran target yang ditetapkan. Di tengah dinamika ekonomi global dan domestik, termasuk tekanan dari sisi energi dan pangan, daerah-daerah diharapkan proaktif dalam menjaga stabilitas.

Bagi masyarakat Kalimantan Tengah, program Gerakan Pangan Murah dan pasar murah telah terbukti membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga. Bantuan pangan pemerintah, seperti beras, minyak goreng, dan komoditas lain, juga menjadi penyangga bagi kelompok rentan. Ke depan, diharapkan program-program ini semakin masif dan menjangkau pelosok desa, bukan hanya di ibu kota provinsi dan kota-kota besar.

Pemprov Kalteng juga terus mendorong sinergi dengan pelaku usaha dan distributor untuk memastikan rantai pasok berjalan efisien. Penggunaan teknologi dalam pemantauan distribusi, seperti sistem berbasis data real-time, menjadi salah satu opsi yang sedang dikaji agar pengawasan lebih akurat dan transparan.

Upaya pengendalian inflasi ini menjadi bagian penting dari komitmen Gubernur Kalimantan Tengah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat di tengah berbagai tantangan pembangunan. Dengan pendekatan yang holistik—menggabungkan intervensi pasar, penguatan produksi lokal, dan pengawasan ketat terhadap BBM—diharapkan inflasi dapat terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga.

Di tingkat nasional, rapat koordinasi yang diikuti oleh seluruh provinsi ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menghadapi potensi tekanan inflasi menjelang momen-momen penting. Kalimantan Tengah, dengan kekayaan sumber daya alam dan pertaniannya, diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengintegrasikan pengendalian inflasi dengan ketahanan pangan dan energi.

Masyarakat pun diimbau untuk turut berpartisipasi dengan melaporkan setiap indikasi kelangkaan atau kenaikan harga yang tidak wajar. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan swasta menjadi kunci keberhasilan menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Ke depan, Pemprov Kalteng akan terus mengevaluasi efektivitas program-program yang telah dijalankan. Jika diperlukan, penyesuaian strategi akan dilakukan agar pengendalian inflasi semakin optimal dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat Kalimantan Tengah.

Dengan langkah-langkah yang sedang diintensifkan ini, Pemprov Kalteng menunjukkan komitmen kuat untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok, termasuk BBM, di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah.

 

Also Read
Latest News
  • Pemprov Kalteng Perkuat Pengendalian Inflasi Jelang Hari Besar Keagamaan: Awasi Ketat Ketersediaan BBM dan Gencarkan Gerakan Pangan Murah
  • Pemprov Kalteng Perkuat Pengendalian Inflasi Jelang Hari Besar Keagamaan: Awasi Ketat Ketersediaan BBM dan Gencarkan Gerakan Pangan Murah
  • Pemprov Kalteng Perkuat Pengendalian Inflasi Jelang Hari Besar Keagamaan: Awasi Ketat Ketersediaan BBM dan Gencarkan Gerakan Pangan Murah
  • Pemprov Kalteng Perkuat Pengendalian Inflasi Jelang Hari Besar Keagamaan: Awasi Ketat Ketersediaan BBM dan Gencarkan Gerakan Pangan Murah
  • Pemprov Kalteng Perkuat Pengendalian Inflasi Jelang Hari Besar Keagamaan: Awasi Ketat Ketersediaan BBM dan Gencarkan Gerakan Pangan Murah
  • Pemprov Kalteng Perkuat Pengendalian Inflasi Jelang Hari Besar Keagamaan: Awasi Ketat Ketersediaan BBM dan Gencarkan Gerakan Pangan Murah
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad