Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Otorita IKN Libatkan Kader Kesehatan, Target Turunkan Kasus DBD hingga 50 Persen di Kawasan Inti

 

Ilustrasi AI

IKN – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus memperkuat upaya pencegahan penyakit menular di ibu kota baru dengan melibatkan kader kesehatan secara aktif. Melalui pelatihan khusus yang digelar pada Kamis, 9 April 2026, Otorita menargetkan penurunan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga 50 persen di wilayah Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Langkah ini menjadi bagian penting dari komitmen membangun lingkungan sehat di tengah pesatnya pembangunan infrastruktur.

Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, menegaskan bahwa pengendalian malaria dan DBD tidak bisa hanya bergantung pada sektor kesehatan semata. “Pengendalian malaria dan DBD tidak bisa hanya dilakukan oleh sektor kesehatan. Peran masyarakat menjadi kunci utama,” ujar Suwito melalui keterangan resmi Humas Otorita IKN.

Ia menambahkan bahwa jika vektor penular dapat dikendalikan dengan baik, maka penularan penyakit tersebut dapat dicegah secara efektif. “Jika vektornya dapat dikendalikan, maka penularan dapat dicegah,” tegasnya.

Pelatihan Kader Pencegahan Malaria dan DBD ini diikuti oleh pengelola hunian serta tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dari berbagai paket pekerjaan di wilayah KIPP IKN. Peserta pelatihan ini nantinya akan ditetapkan sebagai kader kesehatan resmi melalui surat keputusan Otorita IKN. Tugas utama mereka meliputi edukasi masyarakat, pengendalian lingkungan, serta pencegahan penyakit di lingkungan kerja dan kawasan hunian.


Fokus pada Area Risiko Tinggi di Tower Hunian dan Area Konstruksi

Wilayah KIPP IKN saat ini sudah dinyatakan bebas dari penularan malaria lokal. Namun, kasus DBD masih menjadi tantangan serius, terutama di tower hunian yang masuk kategori risiko tinggi akibat potensi genangan air selama proses pembangunan. Kondisi ini membuat area konstruksi dan hunian pekerja rentan terhadap perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penyakit DBD.

Melalui pelibatan kader kesehatan ini, Otorita IKN berupaya memperkuat sistem kewaspadaan dini dan pengendalian vektor secara berkelanjutan. Program ini juga sejalan dengan inisiatif Kementerian Kesehatan berupa ‘Kampung Bebas Jentik’, yang sedang diujicobakan di Kalimantan Timur, khususnya Kabupaten Penajam Paser Utara.

Suwito menjelaskan bahwa konsep kawasan bebas jentik akan disesuaikan untuk area khusus seperti kawasan industri dan IKN. Peran camat, kepala desa, serta pemerintah daerah tetap menjadi ujung tombak, sementara tenaga kesehatan berfungsi sebagai pendamping teknis.


Strategi Pencegahan Melibatkan Masyarakat dan Pekerja Konstruksi

Salah satu strategi utama adalah melakukan edukasi langsung kepada masyarakat dan pekerja di lapangan. Kader kesehatan akan terlibat dalam kegiatan pengendalian lingkungan, seperti pemantauan jentik nyamuk, pembersihan genangan air, dan sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Di sisi proyek konstruksi, Otorita mendorong penerapan sistem HSE (Health, Safety, Environment) induction atau screening kesehatan di site. Pekerja akan ditanyakan riwayat penyakit dan asal daerahnya untuk mendeteksi potensi penularan dini.

Kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan juga melibatkan perwakilan seperti Bambang Siswanto, yang mendukung upaya ini sebagai bagian dari strategi nasional pengendalian penyakit tropis.

Otorita IKN berencana membentuk tim kader kesehatan secara resmi pasca-pelatihan. Tim ini diharapkan dapat bekerja secara berkelanjutan, tidak hanya selama masa pembangunan, tetapi juga setelah IKN beroperasi penuh sebagai ibu kota negara.

Upaya penurunan kasus DBD hingga 50 persen ini bukan sekadar target angka, melainkan komitmen Otorita IKN untuk mewujudkan kota yang sehat dan ramah bagi seluruh penghuninya. Di tengah pembangunan megaproyek nasional, risiko kesehatan seperti DBD dan malaria harus dikelola dengan baik agar tidak menghambat laju pemindahan ibu kota.

Pelibatan kader dari kalangan pengelola hunian dan tim K3 proyek diharapkan dapat menciptakan rasa kepemilikan bersama terhadap kesehatan lingkungan. Dengan peran aktif masyarakat, pencegahan penyakit akan lebih efektif dan berkelanjutan dibandingkan pendekatan top-down semata.

Program ini juga menjadi contoh bagaimana Otorita IKN mengintegrasikan aspek kesehatan ke dalam setiap tahap pembangunan. Mulai dari perencanaan kawasan hingga pengelolaan hunian pekerja, semua diarahkan untuk meminimalkan risiko kesehatan masyarakat.

Ke depan, Otorita berencana memperluas pelatihan serupa ke kawasan lain di IKN dan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Target penurunan 50 persen kasus DBD diharapkan dapat tercapai melalui kombinasi penguatan kewaspadaan dini, pengendalian vektor, dan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan.

Masyarakat dan pekerja di IKN diimbau untuk mendukung program ini dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar, terutama menghindari genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Setiap upaya kecil dari individu dapat memberikan kontribusi besar bagi terciptanya IKN yang bebas dari penyakit menular.

Dengan langkah konkret ini, Otorita IKN semakin mendekatkan visi ibu kota baru sebagai kota modern yang tidak hanya maju dari segi infrastruktur, tetapi juga unggul dalam aspek kesehatan dan kesejahteraan masyarakatnya. Keberhasilan program kader kesehatan ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah-daerah lain di Indonesia dalam pengendalian DBD dan malaria.

 

Also Read
Tag:
Latest News
  • Otorita IKN Libatkan Kader Kesehatan, Target Turunkan Kasus DBD hingga 50 Persen di Kawasan Inti
  • Otorita IKN Libatkan Kader Kesehatan, Target Turunkan Kasus DBD hingga 50 Persen di Kawasan Inti
  • Otorita IKN Libatkan Kader Kesehatan, Target Turunkan Kasus DBD hingga 50 Persen di Kawasan Inti
  • Otorita IKN Libatkan Kader Kesehatan, Target Turunkan Kasus DBD hingga 50 Persen di Kawasan Inti
  • Otorita IKN Libatkan Kader Kesehatan, Target Turunkan Kasus DBD hingga 50 Persen di Kawasan Inti
  • Otorita IKN Libatkan Kader Kesehatan, Target Turunkan Kasus DBD hingga 50 Persen di Kawasan Inti
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad