Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Prabowo Sentil Mobil Dinas Gubernur Kaltim Rp 8 Miliar, Pemprov Kaltim Buka Suara: Proses Pengembalian Tuntas, Dana Pajak Sedang Direfund

 

Ilustrasi AI

Samarinda – Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya terhadap efisiensi anggaran negara. Kali ini, sorotan tajam diarahkan pada belanja mobil dinas seorang kepala daerah yang mencapai Rp 8 miliar. Kritik itu langsung memicu perhatian publik, terutama setelah Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mengonfirmasi bahwa mobil dinas Gubernur Rudy Mas'ud berupa Range Rover 3.0 LWB senilai Rp 8,49 miliar telah resmi dikembalikan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal, menjelaskan secara terbuka bahwa seluruh proses pengadaan dan pengembalian kendaraan tersebut sudah dianggap tuntas secara administratif. "Secara hitungan dan administratif proses pengadaan dianggap sudah tuntas, karena mobil tersebut belum pernah dipakai ke lapangan," ujar Faisal, seperti dikutip Antara, Sabtu (21/3/2026).

Pernyataan ini menjadi respons langsung atas pidato Presiden Prabowo pada Kamis (19/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, Prabowo tidak menyebut nama gubernur secara spesifik, namun jelas merujuk pada kasus yang tengah ramai dibahas publik. "Banyak pejabat itu menurut saya ini tidak efisien. Anda lihat sendiri. Kita buka-bukaan ya. Ada kabupaten, eh pemerintah daerah dia beli mobil dinas gubernur berapa? Rp8 miliar," tegas Prabowo.

Lebih lanjut, Presiden menyoroti persoalan yang lebih luas di daerah. Menurutnya, banyak tugas yang seharusnya ditangani kabupaten dan provinsi justru terbengkalai, sehingga Presiden harus turun tangan. Contoh yang disebutkan adalah pembangunan jembatan desa yang hanya terwujud setelah rakyat berteriak dan presiden ikut campur. "Maaf, ada dana desa, ke mana dananya? Bupati ke mana, dana gubernur? Tapi oke lah, saya ambil tanggung jawab. Jadi, kita harus terbuka, kita harus fair," sambung Prabowo.

Kritik ini langsung menyentuh hati masyarakat yang semakin peka terhadap penggunaan uang rakyat. Di tengah tekanan ekonomi dan prioritas pembangunan nasional seperti Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berada di Kaltim, pengeluaran mewah untuk fasilitas pejabat memang kerap menjadi sorotan.


Rincian Pengadaan dan Alasan Pembatalan

Menurut penjelasan Pemprov Kaltim, mobil Range Rover 3.0 Long Wheel Base itu dibeli melalui mekanisme penunjukan langsung karena memang hanya ada satu distributor resmi di Jakarta. Total anggaran Rp 8,49 miliar mencakup bukan hanya harga pokok kendaraan, melainkan juga seluruh biaya pendukung yang wajib: Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penghasilan (PPh), bea balik nama, ongkos kirim antar-pulau, asuransi, hingga margin keuntungan distributor.

Dari total tersebut, yang diterima supplier hanya Rp 7,5 miliar secara net. Sisanya sekitar Rp 1 miliar lebih telah disetorkan ke negara sebagai pajak. Karena kendaraan sama sekali belum pernah digunakan di lapangan, Pemprov memutuskan membatalkan pengadaan dan mengembalikan unit tersebut sejak awal Maret 2026.

Saat ini, proses refund pajak sedang berjalan melalui koordinasi dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Faisal memperkirakan proses pencairan kembali dana pajak tersebut memerlukan waktu 2-3 bulan. "Melalui penyelesaian administrasi dan upaya penarikan kembali dana pajak secara transparan ini, Pemprov Kaltim membuktikan komitmen dalam mendukung efisiensi anggaran sesuai arahan tegas dari pemerintah pusat," tegas Faisal.

Sementara itu, Gubernur Rudy Mas'ud kini kembali menggunakan kendaraan dinas lama yang telah ada. Langkah ini diambil agar tidak ada kesan pemborosan dan tetap menjaga operasional pemerintahan berjalan normal.

Kasus ini bermula dari rencana pengadaan mobil dinas baru yang sempat menjadi pembicaraan hangat di akhir 2025. Namun, seiring dengan instruksi Presiden Prabowo yang menekankan penghematan di semua lini, Pemprov Kaltim langsung bertindak cepat. Pengembalian mobil ini juga telah dilaporkan secara resmi ke Kementerian Dalam Negeri.

Di kalangan netizen, respons beragam. Sebagian memuji langkah transparan Pemprov Kaltim yang langsung membuka suara dan membatalkan proyek. "Ini contoh baik, cepat respons dan tidak ngotot," komentar salah satu warganet di media sosial. Sementara sebagian lain tetap mempertanyakan mengapa anggaran sebesar itu sempat disetujui di awal.

Sebagai jurnalis, saya mencatat bahwa isu mobil dinas mewah bukan hal baru. Di era reformasi anggaran ini, pemerintah pusat memang gencar mendorong daerah untuk memprioritaskan belanja produktif: infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pembelian kendaraan dinas dengan spesifikasi premium seringkali dianggap kurang mencerminkan semangat gotong royong dan kedekatan dengan rakyat.

Prabowo sendiri dalam beberapa kesempatan memang kerap mengambil contoh konkret untuk menyampaikan pesan efisiensi. Mulai dari kritik terhadap fasilitas pejabat hingga penekanan bahwa dana desa harus benar-benar sampai ke masyarakat, bukan menguap di birokrasi.


Implikasi Lebih Luas bagi Tata Kelola Daerah

Kasus Kaltim ini menjadi pengingat bagi seluruh kepala daerah di Indonesia. Di tengah target pertumbuhan ekonomi nasional dan percepatan pembangunan, setiap rupiah APBD harus dipertanggungjawabkan dengan akuntabel. Mekanisme penunjukan langsung memang diizinkan undang-undang dalam kondisi tertentu, namun tetap harus diawasi ketat agar tidak disalahgunakan.

Pemprov Kaltim sendiri kini menunjukkan sikap proaktif. Dengan mengembalikan mobil dan memproses refund pajak, mereka tidak hanya menyelamatkan anggaran tetapi juga memperkuat citra pemerintahan yang responsif terhadap arahan pusat.

Gubernur Rudy Mas'ud melalui juru bicaranya juga menyampaikan permohonan maaf jika pengadaan tersebut kurang berkenan di masyarakat. Sikap rendah hati ini patut diapresiasi di tengah budaya politik yang kadang defensif.

Hingga hari ini, 23 Maret 2026, mobil dinas yang sempat menjadi sorotan itu sudah kembali ke tangan supplier. Proses administrasi rampung, dan dana pajak sedang dalam perjalanan untuk kembali ke kas daerah. Ini menjadi bukti nyata bahwa kritik konstruktif dari Presiden Prabowo tidak hanya didengar, tetapi juga ditindaklanjuti dengan cepat.

Bagi masyarakat Kalimantan Timur, harapannya kini lebih besar: anggaran yang tersisa dapat dialihkan ke program yang lebih menyentuh kebutuhan dasar—jalan rusak, irigasi pertanian, atau peningkatan layanan kesehatan di pelosok. Sebab, pada akhirnya, kepemimpinan yang baik bukan diukur dari kemewahan kendaraan dinas, melainkan dari seberapa banyak manfaat yang dirasakan rakyat.

 

Also Read
Latest News
  • Prabowo Sentil Mobil Dinas Gubernur Kaltim Rp 8 Miliar, Pemprov Kaltim Buka Suara: Proses Pengembalian Tuntas, Dana Pajak Sedang Direfund
  • Prabowo Sentil Mobil Dinas Gubernur Kaltim Rp 8 Miliar, Pemprov Kaltim Buka Suara: Proses Pengembalian Tuntas, Dana Pajak Sedang Direfund
  • Prabowo Sentil Mobil Dinas Gubernur Kaltim Rp 8 Miliar, Pemprov Kaltim Buka Suara: Proses Pengembalian Tuntas, Dana Pajak Sedang Direfund
  • Prabowo Sentil Mobil Dinas Gubernur Kaltim Rp 8 Miliar, Pemprov Kaltim Buka Suara: Proses Pengembalian Tuntas, Dana Pajak Sedang Direfund
  • Prabowo Sentil Mobil Dinas Gubernur Kaltim Rp 8 Miliar, Pemprov Kaltim Buka Suara: Proses Pengembalian Tuntas, Dana Pajak Sedang Direfund
  • Prabowo Sentil Mobil Dinas Gubernur Kaltim Rp 8 Miliar, Pemprov Kaltim Buka Suara: Proses Pengembalian Tuntas, Dana Pajak Sedang Direfund
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad