Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Menata "Parkiran Raksasa" di Sungai Mahakam: DPRD Kaltim Bidik PAD dan Keselamatan Jembatan

 

Ilustrasi AI

Samarinda – Sungai Mahakam, yang selama ini menjadi urat nadi transportasi dan ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim), kini mendapat perhatian serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kaltim. Aktivitas tambatan kapal ponton atau tongkang yang berjalan tanpa aturan jelas selama bertahun-tahun telah menyebabkan kekacauan, kerusakan infrastruktur, serta hilangnya potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). DPRD Kaltim pun mendorong penataan menyeluruh terhadap “parkiran raksasa” kapal-kapal barang di sepanjang sungai tersebut.

Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, menegaskan bahwa kondisi saat ini tidak bisa lagi dibiarkan. “Kami mencari solusi agar tersedia lokasi tambat yang aman, memiliki regulasi jelas, serta dilengkapi perizinan yang sah,” ujar Hasanuddin usai memimpin rapat koordinasi di Gedung E DPRD Kaltim, Kamis (26/3/2026). Rapat tersebut melibatkan perwakilan KSOP Kelas I Samarinda dan Kejaksaan Tinggi Kaltim untuk mencari jalan keluar yang komprehensif.

Masalah utama yang menjadi sorotan adalah maraknya tambatan liar atau ilegal di berbagai titik sepanjang Sungai Mahakam. Titik-titik ini sering disebut sebagai “titik buta” pelayaran karena posisinya yang tidak sesuai standar keselamatan. Akibatnya, tali tambat ponton kerap putus, terutama saat cuaca buruk atau arus sungai deras, sehingga kapal ponton menghantam pilar jembatan. Insiden semacam ini tidak hanya merusak aset daerah, tetapi juga mengganggu kelancaran lalu lintas sungai dan menimbulkan risiko kecelakaan yang lebih besar.

Hasanuddin menjelaskan bahwa ke depan, lokasi tambatan resmi harus memenuhi kriteria teknis yang ketat. “Lokasi tidak boleh berada di tikungan sungai, harus memiliki kedalaman memadai, dan yang paling penting, dilarang terlalu dekat dengan jembatan,” katanya. Dengan penataan ini, diharapkan keselamatan navigasi di Sungai Mahakam dapat meningkat secara signifikan.

Potensi ekonomi dari penataan tambatan ini sangat menjanjikan. Tarif tambat untuk satu unit kapal ponton per malam diperkirakan mencapai Rp1 juta hingga Rp2 juta. Mengingat ribuan kapal tongkang yang melintas setiap bulannya mengangkut komoditas utama seperti batubara, sawit, dan barang logistik lainnya, pengelolaan yang profesional dipastikan akan mendongkrak PAD Provinsi Kaltim secara substansial.

Pengelolaan nantinya akan diserahkan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Mandiri Bhakti Sejahtera (MBS). “Dengan adanya legalitas, selain meningkatkan pendapatan, juga ada perlindungan melalui asuransi jika terjadi kecelakaan,” tambah Hasanuddin. Legalitas ini memberikan kepastian hukum bagi operator pelayaran sekaligus melindungi daerah dari potensi kerugian akibat insiden tak terduga.

Setidaknya 33 titik potensial telah diidentifikasi sebagai lokasi tambatan resmi yang akan menjadi aset Pemerintah Provinsi Kaltim. Titik-titik ini akan ditata secara terpadu, lengkap dengan fasilitas pendukung. Target DPRD tidak hanya berhenti pada aspek ekonomi semata.

“Target kami bukan cuma ekonomi. Kami juga mendorong adanya fasilitas pendukung, seperti kapal penyelamat (rescue) yang siaga 24 jam di kawasan sungai,” tegas Hasanuddin. Kehadiran kapal rescue ini diharapkan dapat merespons cepat setiap kejadian darurat, seperti putusnya tali tambat di tengah malam, sehingga potensi tabrakan dengan jembatan dapat dicegah sedini mungkin.

Sungai Mahakam selama ini memang menjadi tulang punggung logistik Kaltim. Ribuan ponton mengangkut jutaan ton komoditas setiap tahunnya. Namun tanpa penataan yang baik, aktivitas ini justru menjadi sumber masalah berkepanjangan. Kekacauan tambatan tidak hanya merusak pilar jembatan, tetapi juga mengganggu kelancaran pelayaran dan keselamatan masyarakat yang tinggal di tepian sungai.

Penataan ini sejalan dengan upaya pemerintah provinsi yang lebih luas. Sebelumnya, Pemprov Kaltim telah merencanakan pembangunan fasilitas tambat tongkang senilai Rp28 miliar yang ditargetkan mulai dibangun pada April 2026 dan rampung dalam enam bulan. Selain itu, perbaikan dolphin dan fender di Jembatan Mahakam juga sedang dilakukan untuk memperkuat struktur pengaman pilar jembatan pasca-insiden tabrakan sebelumnya.

Koordinasi lintas instansi menjadi kunci keberhasilan. DPRD Kaltim berkomitmen untuk terus mendorong agar regulasi baru segera disusun dan diterapkan di lapangan. Melalui regulasi ini, Sungai Mahakam diharapkan bertransformasi dari jalur transportasi yang carut-marut menjadi sistem pelayaran yang tertib, aman, dan menguntungkan bagi daerah.

Bagi pelaku usaha pelayaran, penataan ini akan memberikan kepastian berusaha. Mereka tidak lagi khawatir dengan tambatan ilegal yang rentan konflik atau sanksi. Sementara bagi masyarakat Kaltim secara umum, manfaatnya ganda: PAD meningkat untuk mendanai pembangunan, dan keselamatan infrastruktur vital seperti jembatan terjaga dengan baik.

Hasanuddin Mas’ud menutup rapat dengan optimisme bahwa penataan “parkiran raksasa” di Mahakam ini akan segera terealisasi. “Sungai Mahakam adalah aset berharga bagi Kaltim. Kita harus kelola dengan baik agar memberikan manfaat maksimal bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Dengan langkah konkret yang diambil DPRD Kaltim, diharapkan kekacauan tambatan ponton dapat segera berakhir. Sungai Mahakam yang selama ini menjadi simbol kekayaan alam dan logistik Kaltim, kini berpeluang menjadi contoh tata kelola sungai yang modern dan berkelanjutan di Indonesia timur. Proses ini tentu masih memerlukan dukungan penuh dari pemerintah pusat, pelaku usaha, serta masyarakat agar hasilnya optimal.

 

Also Read
Tag:
Latest News
  • Menata "Parkiran Raksasa" di Sungai Mahakam: DPRD Kaltim Bidik PAD dan Keselamatan Jembatan
  • Menata "Parkiran Raksasa" di Sungai Mahakam: DPRD Kaltim Bidik PAD dan Keselamatan Jembatan
  • Menata "Parkiran Raksasa" di Sungai Mahakam: DPRD Kaltim Bidik PAD dan Keselamatan Jembatan
  • Menata "Parkiran Raksasa" di Sungai Mahakam: DPRD Kaltim Bidik PAD dan Keselamatan Jembatan
  • Menata "Parkiran Raksasa" di Sungai Mahakam: DPRD Kaltim Bidik PAD dan Keselamatan Jembatan
  • Menata "Parkiran Raksasa" di Sungai Mahakam: DPRD Kaltim Bidik PAD dan Keselamatan Jembatan
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad