Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Kaltara Serap Investasi Rp27,4 Triliun Sepanjang 2025, Target BKPM Rp37,7 Triliun Tak Tercapai: Faktor Ekonomi Global dan Wait and See Investor

 

Ilustrasi AI

Tanjung Selor – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat realisasi investasi sepanjang tahun 2025 mencapai Rp27,427 triliun lebih tepatnya Rp27.427.871.572.117. Angka ini menunjukkan capaian signifikan, namun masih berada di bawah target yang ditetapkan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebesar Rp37,73 triliun. Dengan demikian, realisasi investasi Kaltara hanya mencapai sekitar 72 persen dari target nasional.

Data ini diungkapkan berdasarkan laporan resmi realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) yang dilaporkan melalui Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kaltara, Rahman, menjelaskan bahwa meski target pusat tidak tercapai sepenuhnya, capaian Rp27,4 triliun ini tetap menjadi prestasi di tengah tantangan ekonomi global.

“Target dari pusat sekitar Rp37 triliun, sementara realisasi kita sekitar Rp27,4 triliun. Jadi memang sekitar 72 persen dari target BKPM,” ujar Rahman seperti dikutip dari berbagai sumber media lokal, termasuk Nusantara Terkini dan Radar Tarakan pada Maret 2026.


Capaian Positif dan Perbandingan dengan Tahun Sebelumnya

Meskipun tidak mencapai target, realisasi investasi 2025 ini menunjukkan tren peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Provinsi termuda di Indonesia ini terus menarik perhatian investor, terutama di sektor pertambangan, perkebunan, kehutanan, dan infrastruktur pendukung. Kaltara memiliki potensi besar dengan lokasi strategis di perbatasan, akses ke laut, serta proyek-proyek strategis nasional seperti pengembangan kawasan industri dan energi terbarukan.

Pencapaian ini juga mencerminkan kerja keras pemerintah daerah dalam mempermudah perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS) dan pelayanan terpadu satu pintu. Meski demikian, realisasi triwulanan menunjukkan fluktuasi, dengan triwulan akhir 2025 berkontribusi signifikan terhadap total tahunan.

Data dari portal Satu Data Kementerian Investasi/BKPM menegaskan bahwa realisasi investasi nasional 2025 menggunakan kurs tetap US$1 = Rp16.000 sesuai APBN, dan mencakup PMA serta PMDN di luar sektor hulu migas dan jasa keuangan. Untuk Kaltara, angka Rp27,4 triliun ini merupakan agregasi dari laporan perusahaan yang diserahkan secara periodik.


Alasan Utama Target BKPM Tak Tercapai

Beberapa faktor menjadi penyebab utama mengapa target Rp37,73 triliun tidak tercapai. Pertama, gejolak ekonomi global yang masih berlanjut pada 2025, termasuk ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga komoditas, dan pelemahan permintaan dari pasar ekspor utama. Hal ini membuat banyak investor mengambil sikap wait and see, menunda keputusan penanaman modal besar.

Kedua, proses perizinan dan persiapan lahan di daerah terkadang memakan waktu lebih lama dari perkiraan, meskipun pemerintah daerah telah berupaya mempercepat melalui koordinasi lintas sektor. Ketiga, dampak dari kebijakan nasional dan regulasi lingkungan yang semakin ketat, terutama di sektor ekstraktif, juga memengaruhi kecepatan realisasi proyek.

Rahman menambahkan bahwa meski target tidak tercapai 100 persen, capaian 72 persen ini tetap positif karena menunjukkan kepercayaan investor terhadap potensi Kaltara. “Investor masih wait and see, tapi kami optimis di tahun mendatang bisa lebih baik dengan dukungan kebijakan pusat dan daerah,” katanya.


Dampak bagi Ekonomi dan Masyarakat Kaltara

Realisasi investasi Rp27,4 triliun ini memberikan multiplier effect positif bagi perekonomian provinsi. Penyerapan tenaga kerja meningkat, terutama di sektor konstruksi dan operasional proyek. Pendapatan asli daerah (PAD) dari pajak dan retribusi terkait investasi juga mengalami kenaikan. Selain itu, infrastruktur pendukung seperti jalan, pelabuhan, dan listrik terus berkembang seiring masuknya modal.

Bagi masyarakat lokal, investasi ini membuka peluang usaha pendukung, seperti penyediaan logistik, jasa katering, dan penginapan. Namun, tantangan tetap ada, seperti perlunya pengawasan ketat agar investasi benar-benar berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat, bukan hanya eksploitasi sumber daya.

Pemerintah Provinsi Kaltara terus mendorong diversifikasi sektor investasi, tidak hanya bergantung pada pertambangan dan perkebunan, tetapi juga ke industri pengolahan, pariwisata, dan ekonomi hijau. Kolaborasi dengan BKPM dan kementerian terkait juga diperkuat untuk mencapai target lebih tinggi di 2026.

Memasuki 2026, pemerintah daerah optimistis realisasi investasi bisa melampaui capaian sebelumnya. Dengan stabilisasi ekonomi global yang mulai terlihat dan kebijakan insentif investasi dari pusat, Kaltara berpotensi menarik lebih banyak proyek strategis. Fokus pada hilirisasi sumber daya alam dan pengembangan kawasan ekonomi khusus menjadi kunci.

Kasus Kaltara ini juga menjadi cerminan nasional: meski target ambisius dari BKPM penting untuk mendorong pertumbuhan, realisasi yang mendekati target dengan kualitas baik lebih berharga daripada pencapaian angka semata. Provinsi ini terus membuktikan diri sebagai destinasi investasi menjanjikan di Indonesia timur.

 

Also Read
Latest News
  • Kaltara Serap Investasi Rp27,4 Triliun Sepanjang 2025, Target BKPM Rp37,7 Triliun Tak Tercapai: Faktor Ekonomi Global dan Wait and See Investor
  • Kaltara Serap Investasi Rp27,4 Triliun Sepanjang 2025, Target BKPM Rp37,7 Triliun Tak Tercapai: Faktor Ekonomi Global dan Wait and See Investor
  • Kaltara Serap Investasi Rp27,4 Triliun Sepanjang 2025, Target BKPM Rp37,7 Triliun Tak Tercapai: Faktor Ekonomi Global dan Wait and See Investor
  • Kaltara Serap Investasi Rp27,4 Triliun Sepanjang 2025, Target BKPM Rp37,7 Triliun Tak Tercapai: Faktor Ekonomi Global dan Wait and See Investor
  • Kaltara Serap Investasi Rp27,4 Triliun Sepanjang 2025, Target BKPM Rp37,7 Triliun Tak Tercapai: Faktor Ekonomi Global dan Wait and See Investor
  • Kaltara Serap Investasi Rp27,4 Triliun Sepanjang 2025, Target BKPM Rp37,7 Triliun Tak Tercapai: Faktor Ekonomi Global dan Wait and See Investor
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad