![]() |
| Ilustrasi AI |
Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan,
menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur jalan provinsi tetap menjadi salah
satu prioritas utama pemerintah daerah di tengah keterbatasan anggaran.
Penanganan akan difokuskan pada ruas-ruas jalan yang mengalami kerusakan berat,
karena kondisi tersebut langsung berdampak pada mobilitas masyarakat,
distribusi barang, dan konektivitas antarwilayah di provinsi ini.
Pernyataan tersebut disampaikan Ria Norsan dalam rangka
menjawab keluhan masyarakat terkait kondisi jalan provinsi yang masih banyak
mengalami kerusakan. Menurutnya, pemerintah provinsi memahami aspirasi warga
yang menginginkan perbaikan permanen secepat mungkin. Namun, dalam kondisi
fiskal yang menuntut efisiensi, pendekatan yang diambil adalah penanganan
secara bertahap dan fungsional terlebih dahulu.
“Kami memprioritaskan ruas jalan rusak berat agar tetap
dapat difungsikan dan konektivitas antarwilayah tidak terganggu,” ujar Gubernur
Ria Norsan. Ia menambahkan bahwa fokus utama adalah menjaga agar jalan tetap
bisa dilalui dengan aman, sehingga aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat di
berbagai kabupaten/kota dapat berjalan lancar.
Pada Tahun Anggaran 2025 lalu, Pemprov Kalbar telah berhasil
melakukan peningkatan konstruksi jalan sepanjang 40,30 kilometer yang tersebar
di 22 ruas berbeda. Meski demikian, Gubernur mengakui bahwa tantangan perbaikan
jalan di Kalbar cukup besar. Faktor geografis, curah hujan tinggi, serta beban
kendaraan yang semakin berat sering mempercepat kerusakan infrastruktur.
“Pemahaman kami terhadap keinginan masyarakat untuk
perbaikan permanen sangat tinggi. Namun, saat ini kami harus realistis dengan
kemampuan anggaran. Pendekatan fungsional dilakukan agar jalan tetap bisa
digunakan dan aktivitas masyarakat tidak terganggu,” tegas Ria Norsan.
Pemerintah provinsi juga telah mengaktifkan kembali unit
pemeliharaan jalan dan jembatan untuk mendukung upaya pemeliharaan rutin.
Langkah ini diharapkan dapat mencegah kerusakan semakin parah sebelum dilakukan
penanganan lebih lanjut. Ria Norsan menekankan bahwa perbaikan akan terus
dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan fiskal daerah, dengan tujuan
jangka panjang meningkatkan kualitas jalan secara keseluruhan.
Selain infrastruktur jalan, Pemprov Kalbar turut memperkuat
sektor pendukung lain. Pada tahun sebelumnya, pemerintah telah menangani
jaringan irigasi dengan cakupan lahan mencapai 9.172 hektare dan melakukan
normalisasi saluran sepanjang 1.035 kilometer. Upaya ini diharapkan dapat
mendukung produktivitas pertanian sekaligus melengkapi pembangunan
infrastruktur dasar di provinsi.
Masyarakat Kalbar di berbagai daerah kerap menyampaikan
keluhan soal jalan rusak, terutama di ruas-ruas yang menghubungkan kabupaten
penghasil komoditas utama seperti sawit, karet, dan pertambangan. Kerusakan
berat sering menyebabkan waktu tempuh menjadi lebih lama, biaya transportasi
membengkak, serta risiko kecelakaan yang meningkat. Oleh karena itu, prioritas
pada ruas rusak berat dinilai sebagai langkah paling tepat untuk memberikan
dampak langsung bagi masyarakat.
Gubernur Ria Norsan juga menyampaikan apresiasi atas masukan
dan kritik yang disampaikan masyarakat. “Kami terbuka terhadap semua masukan.
Dukungan masyarakat sangat penting agar pembangunan infrastruktur dapat
berjalan optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas,” katanya.
Meski demikian, tantangan anggaran tetap menjadi kendala
utama. Pemprov Kalbar terus berupaya mengoptimalkan sumber pendapatan daerah
dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan dukungan tambahan.
Target jangka menengah adalah meningkatkan persentase kondisi jalan mantap di
wilayah provinsi secara bertahap.
Di sisi lain, beberapa ruas strategis seperti
Pesaguan–Kendawangan, Teluk Batang menuju Sukadana, serta Ketapang–Sukadana
telah menjadi perhatian khusus karena dampak ekonominya yang signifikan.
Perbaikan di ruas-ruas ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal
dan memperlancar arus logistik.
Fenomena jalan rusak berat di Kalbar bukan hal baru. Sebagai
provinsi dengan wilayah yang luas dan topografi yang beragam, Kalimantan Barat
memang membutuhkan investasi infrastruktur yang besar. Namun dengan pendekatan
prioritas yang jelas pada ruas rusak berat, pemerintah berharap dapat
memberikan solusi cepat bagi masyarakat sambil membangun fondasi yang lebih
kuat untuk masa depan.
Ria Norsan menutup pernyataannya dengan komitmen bahwa
penanganan jalan provinsi akan terus menjadi agenda utama. “Kami bekerja keras
agar kualitas infrastruktur jalan di Kalbar semakin baik dari waktu ke waktu,
demi kenyamanan dan keselamatan seluruh masyarakat Kalimantan Barat,”
pungkasnya.
Dengan fokus yang tegas pada ruas rusak berat dan pendekatan
bertahap, Pemprov Kalbar berupaya menyeimbangkan antara kebutuhan mendesak
masyarakat dengan realitas keterbatasan anggaran. Keberhasilan program ini
nantinya akan sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan, pengawasan ketat,
serta partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan.







