Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Burung Kembali Berdatangan di Hutan Rehabilitasi IKN: Satwa Liar Mulai Menghuni Lahan 1.805 Hektare, Bukti Nyata Transformasi Forest City

 

Ilustrasi AI

IKN — Dua tahun lalu masih berupa kebun tanaman industri monokultur eukaliptus yang gersang. Kini, kawasan hutan dan lahan seluas 1.805 hektare di Ibu Kota Nusantara (IKN) telah berubah total menjadi hutan hujan tropis yang hidup. Pohon-pohon endemik Kalimantan tumbuh subur, dan yang paling menggembirakan: satwa liar, terutama burung, mulai kembali berdatangan dan menghuni kawasan rehabilitasi tersebut.

Keberhasilan ini diumumkan langsung oleh Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono. “Kawasan itu direhabilitasi melalui penanaman jenis multi purpose tree species (MPTS) serta tanaman endemik Kalimantan,” ujar Basuki di Nusantara, Minggu (2/3/2026). Menurutnya, pertumbuhan vegetasi yang signifikan dalam waktu dua tahun telah mendorong meningkatnya keanekaragaman hayati. Burung-burung yang sempat hilang kini kembali, menjadi indikator kuat bahwa ekosistem mulai pulih.

Pohon-pohon yang ditanam meliputi meranti, gaharu, kapur, medang, nyamplung, hingga nyatoh. Ditambah tanaman cepat tumbuh untuk mempercepat pemulihan lahan. Hasilnya tidak hanya hijau di permukaan tanah. Basuki menegaskan, kawasan ini kini berfungsi sebagai penyerap karbon dan pengatur tata air yang vital bagi seluruh wilayah IKN. “Kondisi itu tidak hanya menunjukkan keberhasilan rehabilitasi, tetapi juga memperkuat fungsi ekologis kawasan,” katanya.

Sehari sebelumnya, Sabtu (1/3/2026), kawasan rehabilitasi ini menjadi saksi kunjungan penting. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni datang bersama Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud. Kunjungan tersebut dirangkaikan dengan penanaman bibit pohon asli Kalimantan, sekaligus meninjau langsung hasil kerja dua tahun terakhir. Foto yang beredar menunjukkan Raja Juli Antoni berdiri berdampingan dengan Basuki Hadimuljono, keduanya tersenyum melihat pepohonan yang sudah tinggi menjulang.

Raja Juli Antoni langsung memberikan apresiasi. “Lokasi rehabilitasi hutan dan lahan yang ditanami dua tahun lalu sekarang pohonnya sudah tumbuh tinggi menggantikan tanaman monokultur. Bahkan dilaporkan burung sudah kembali karena vegetasinya semakin variatif. Ini mendukung IKN sebagai forest city,” tegasnya. Ia menegaskan bahwa hutan adalah sumber daya alam strategis yang harus dikelola secara optimal dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat. Kementerian Kehutanan, kata dia, akan terus mendukung pembangunan IKN khususnya dalam aspek penghijauan.

Kunjungan tersebut juga memiliki dimensi sosial yang kuat. Di tempat yang sama, Menteri Kehutanan menyerahkan Surat Keputusan Perhutanan Sosial kepada empat Kelompok Tani Hutan di Kalimantan Timur. Penyerahan SK ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar masyarakat sekitar hutan mendapatkan akses legal, manfaat ekonomi, sekaligus peran aktif dalam pengelolaan hutan secara berkelanjutan.

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menambahkan perspektif penting tentang keseimbangan pembangunan. “Kelestarian hutan tidak hanya membantu menekan pemanasan global, tetapi juga berpotensi menjadi sumber kegiatan ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya. Pernyataan ini semakin memperkuat visi IKN sebagai kota hutan yang tidak hanya megah secara infrastruktur, tetapi juga lestari secara ekologi dan inklusif secara sosial.

Bayangkan saja: lahan yang dulu hanya ditanami satu jenis pohon eukaliptus kini menjadi rumah bagi beragam spesies burung dan satwa liar lainnya. Proses rehabilitasi yang dimulai tahun 2024 ini membuktikan bahwa pemulihan ekosistem bisa berjalan cepat jika dilakukan dengan pendekatan yang tepat. Tanaman endemik Kalimantan tidak hanya memperkaya biodiversitas, tetapi juga menciptakan habitat alami yang nyaman bagi satwa.

Keberhasilan ini tentu menjadi angin segar bagi seluruh pemangku kepentingan pembangunan IKN. Bukan sekadar soal estetika hijau, rehabilitasi hutan 1.805 hektare ini memiliki dampak jangka panjang. Fungsi penyerap karbon semakin optimal, tata air lebih terjaga, dan keanekaragaman hayati yang pulih akan menjadi aset utama IKN sebagai forest city masa depan.

Menteri Raja Juli Antoni berulang kali menekankan komitmen Kementerian Kehutanan untuk terus mendampingi proses penghijauan ini. “Hutan merupakan sumber daya alam strategis,” katanya, mengingatkan bahwa setiap pohon yang tumbuh bukan hanya untuk hari ini, melainkan untuk generasi mendatang. Sementara Basuki Hadimuljono sebagai Kepala Otorita IKN memastikan bahwa transformasi lahan monokultur menjadi hutan tropis ini akan terus dimonitor dan dikembangkan.

Bagi masyarakat Kalimantan Timur, program ini juga membuka peluang ekonomi baru. Melalui Perhutanan Sosial, kelompok tani hutan kini memiliki akses legal untuk mengelola kawasan secara berkelanjutan. Mereka tidak hanya menjadi penjaga hutan, tetapi juga bisa menikmati hasilnya — mulai dari potensi ekowisata hingga pemanfaatan hasil hutan non-kayu yang ramah lingkungan.

Fenomena burung yang kembali berdatangan ini seolah menjadi simbol hidupnya kembali ekosistem IKN. Di tengah gemuruh pembangunan infrastruktur yang masif, cerita kecil tentang satwa liar yang pulang ke habitatnya justru menjadi bukti paling indah bahwa pembangunan IKN berjalan selaras dengan alam.

Ke depan, diharapkan semakin banyak kawasan di sekitar IKN yang direhabilitasi dengan model serupa. Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, daerah, serta masyarakat, target IKN sebagai forest city yang sesungguhnya bukan lagi mimpi. Ini adalah kenyataan yang sedang terwujud, pohon demi pohon, burung demi burung.

Hutan rehabilitasi IKN kini bukan lagi lahan kosong. Ia telah hidup kembali. Dan kedatangan burung-burung itu adalah nyanyian alam yang paling merdu menyambut masa depan ibu kota baru Indonesia.

 

Also Read
Latest News
  • Burung Kembali Berdatangan di Hutan Rehabilitasi IKN: Satwa Liar Mulai Menghuni Lahan 1.805 Hektare, Bukti Nyata Transformasi Forest City
  • Burung Kembali Berdatangan di Hutan Rehabilitasi IKN: Satwa Liar Mulai Menghuni Lahan 1.805 Hektare, Bukti Nyata Transformasi Forest City
  • Burung Kembali Berdatangan di Hutan Rehabilitasi IKN: Satwa Liar Mulai Menghuni Lahan 1.805 Hektare, Bukti Nyata Transformasi Forest City
  • Burung Kembali Berdatangan di Hutan Rehabilitasi IKN: Satwa Liar Mulai Menghuni Lahan 1.805 Hektare, Bukti Nyata Transformasi Forest City
  • Burung Kembali Berdatangan di Hutan Rehabilitasi IKN: Satwa Liar Mulai Menghuni Lahan 1.805 Hektare, Bukti Nyata Transformasi Forest City
  • Burung Kembali Berdatangan di Hutan Rehabilitasi IKN: Satwa Liar Mulai Menghuni Lahan 1.805 Hektare, Bukti Nyata Transformasi Forest City
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad