Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur — Pemerintah
Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tengah mengintensifkan berbagai
program pembangunan sektor pendidikan dan ekonomi rakyat sebagai
strategi utama menghadapi dampak perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN)
yang tengah dibangun di wilayah tersebut. Pernyataan ini disampaikan langsung
oleh Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor saat menjelaskan kebijakan
daerah dalam menghadapi hadirnya ibu kota baru negara di sebagian wilayah
kabupaten ini.
Kawasan IKN Nusantara — yang mencakup sebagian besar
wilayah Kecamatan Sepaku — telah menjadi magnet pembangunan dan pusat
aktivitas ekonomi nasional. Namun dengan perubahan yang begitu cepat,
pemerintah daerah menegaskan bahwa masyarakat lokal tidak boleh hanya
menjadi penonton, melainkan harus dipersiapkan secara matang agar dapat
mengambil bagian serta mendapatkan manfaat dari dinamika tersebut.
Masyarakat Lokal Harus Siap Menyambut Perubahan
Bupati Mudyat Noor menekankan bahwa perubahan sosial dan
ekonomi yang dihadirkan oleh pembangunan IKN akan membawa dampak signifikan
bagi struktur kehidupan masyarakat PPU, termasuk alih-alih posisi sosial,
kesempatan kerja, hingga potensi kesenjangan jika tidak diantisipasi secara
tepat. Dalam pandangannya, bukan cukup sekadar mengikuti arus pembangunan,
tetapi diperlukan persiapan strategis dan berkelanjutan.
“Masyarakat lokal tidak boleh menjadi penonton dengan
pembangunan dan perkembangan IKN,” ujar Mudyat yang sejak awal menjabat
sebagai Bupati telah menempatkan isu IKN sebagai prioritas utama perencanaan
pembangunan daerah.
Pendidikan sebagai Pondasi Utama Menghadapi IKN
Sektor pendidikan menjadi salah satu fokus utama yang
diperkuat oleh Pemkab Penajam Paser Utara. Langkah ini dinilai penting
demi menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang kompetitif, inovatif, dan siap
menghadapi tantangan masa depan seiring pertumbuhan IKN.
Program pendidikan yang dijalankan di antaranya meliputi:
- Kartu
Penajam Cerdas (KPC) sebagai bentuk dukungan biaya pendidikan.
- Pemberian
beasiswa kepada pelajar dan mahasiswa yang berprestasi.
- Perluasan
kerja sama dengan perguruan tinggi, baik dalam bentuk riset maupun
program link and match antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.
Kebijakan ini sejalan dengan gambaran kebutuhan tenaga
terampil dan berpengetahuan yang tinggi, mengingat kompleksitas pembangunan di
kawasan IKN membutuhkan SDM lokal yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga
menjadi pelaku perubahan.
Selain dukungan pemerintah kabupaten, program pembangunan
infrastruktur pendidikan di IKN juga dilakukan oleh sejumlah pihak lain.
Misalnya pembangunan atau revitalisasi sekolah di kawasan Sepaku, seperti
revitalisasi SDN 020 Sepaku yang kini memiliki fasilitas lengkap dan
berlokasi di area yang aman dari risiko banjir — hasil kolaborasi antara
pemerintah daerah, Otorita IKN, dan pihak swasta sebagai bagian dari komitmen
memperkuat pendidikan lokal.
Penguatan Ekonomi Kerakyatan di Tengah Arus Pembangunan
Selain pendidikan, pemerintahan Bupati Mudyat Noor juga
menaruh perhatian besar pada penguatan ekonomi rakyat. Hal ini dilakukan
demi menjamin bahwa pembangunan IKN tidak hanya dinikmati oleh pelaku ekonomi
luar daerah, tetapi juga memberi ruang manfaat langsung bagi warga lokal PPU.
Beberapa strategi yang dijalankan adalah:
1. Pemberdayaan UMKM
Usaha mikro, kecil, dan menengah diberi perhatian untuk
dapat tumbuh dan berdaya saing. Pemerintah daerah mendorong UMKM agar mampu
memanfaatkan peluang pasar baru yang muncul berkat aktivitas ekonomi di luar
sektor konstruksi dan industri besar.
2. Fokus pada Sektor Unggulan Lokal
Pusat perhatian tidak hanya tertuju pada satu sektor ekonomi
saja, tetapi juga pada potensi lokal lain seperti pertanian, perikanan, dan
pariwisata. Dengan demikian, masyarakat diharapkan mampu menyusun strategi
usaha yang beragam dan tidak terlalu bergantung pada satu lapangan ekonomi
semata.
3. Tantangan Arus Urbanisasi dan Mobilitas Penduduk
Peningkatan arus pembangunan biasanya juga meningkatkan
mobilitas penduduk dari luar daerah untuk bekerja atau berinvestasi di kawasan
IKN. Pemerintah daerah menyadari bahwa perubahan ini dapat menciptakan
tantangan sosial dan ekonomi baru. Karena itu, pendekatan solusi difokuskan
pada kesiapan SDM lokal melalui pendidikan yang kuat berdampingan dengan
pengembangan ekonomi rakyat yang mandiri.
Mengantisipasi Kesenjangan Sosial
Mudyat Noor juga menekankan pentingnya mencegah kesenjangan
sosial yang mungkin muncul akibat dinamika pembangunan. Hal itu termasuk
memastikan bahwa berbagai lapangan kerja dan peluang usaha tidak sepenuhnya
dikuasai oleh pendatang, tetapi tetap membuka ruang yang luas bagi masyarakat
setempat.
Menurutnya, dengan memaksimalkan kualitas pendidikan dan
memperkuat ekonomi kerakyatan, masyarakat lokal akan memiliki kapasitas yang
lebih besar untuk beradaptasi dan mendapatkan manfaat dari keberadaan IKN
tersebut.
Potensi IKN sebagai Pendorong Pertumbuhan Daerah
Keberadaan IKN di Sepaku, Penajam Paser Utara telah
memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal yang signifikan,
terutama di sektor konstruksi dan aktivitas usaha pendukung lainnya. Data
menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi PPU mengalami peningkatan signifikan,
mencerminkan pengaruh langsung pembangunan ibu kota baru terhadap dinamika
ekonomi wilayah.
Namun demikian, para pakar ekonomi juga menekankan
pentingnya diversifikasi sektor usaha untuk mengurangi ketergantungan terhadap
satu sektor saja, serta mendorong sektor lain untuk berkembang seiring momentum
pembangunan IKN.
Menuju Masa Depan yang Lebih Inklusif dan Berkelanjutan
Melihat berbagai program yang dijalankan, Pemerintah
Kabupaten Penajam Paser Utara seolah menegaskan sebuah prinsip sederhana
namun penting: perubahan besar seperti pembangunan IKN tidak boleh hanya
menjadi simbol modernisasi, tetapi harus menjadi pemicu peningkatan
kesejahteraan masyarakat lokal secara nyata.
Dengan memperkuat sektor pendidikan sebagai pondasi utama
SDM unggul dan menumbuhkan ekonomi rakyat yang mandiri, PPU berharap dapat
menciptakan masyarakat yang tidak hanya siap menghadapi era baru, tetapi juga
aktif berkontribusi dalam perubahan besar tersebut.







