Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Pemprov Kalbar Dorong Sinergi SMK dengan Dunia Usaha untuk Perkuat Kompetensi Generasi Muda

 

Ilustrasi AI

Pontianak, Kalimantan Barat - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat semakin memperkuat kolaborasi antara lembaga pendidikan vokasi dengan sektor dunia usaha dan industri. Kebijakan ini bertujuan mendorong peningkatan keterampilan siswa, memperkuat relevansi pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja, serta mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di provinsi yang berada di bagian barat Pulau Kalimantan tersebut.

Gubernur Kalbar Ria Norsan menekankan pentingnya jalinan kerja sama antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan pelaku dunia usaha dan dunia industri. Pernyataan tersebut disampaikan langsung saat kunjungannya ke SMKN 1 Sintang, Selasa kemarin. Menurutnya, pendidikan vokasi tidak boleh berdiri sendiri tanpa kaitan yang kuat dengan kebutuhan nyata di dunia kerja.

“Saya sudah menyaksikan langsung inovasi siswa SMKN 1 Sintang yang berhasil merakit mobil listrik secara mandiri. Prestasi ini menunjukkan potensi besar generasi muda Kalbar di bidang teknologi dan otomotif, sehingga ini harus kita dorong agar SMK bisa berkolaborasi dengan dunia usaha dan industri,” ujar Ria Norsan saat meninjau langsung proses belajar dan inovasi yang dilakukan para siswa.

Kunjungan kerja tersebut menjadi simbol nyata bagaimana pemerintah daerah memberi perhatian pada pendidikan kejuruan yang relevan dengan kebutuhan modern. Inovasi siswa, seperti mobil listrik rakitan sekolah, menurut Gubernur menunjukkan potensi besar yang mampu menciptakan peluang kerja dan pengembangan teknologi di daerah. Namun, potensi semacam itu disebut masih perlu diarahkan melalui hubungan yang lebih erat antara sekolah dan perusahaan di sektor otomotif maupun teknologi.


Menguatkan Keterkaitan Sekolah dan Dunia Kerja

Pendekatan kolaboratif ini bukan hanya tentang memamerkan prestasi siswa di depan pejabat, tetapi lebih kepada membangun ekosistem pendidikan vokasi yang responsif terhadap kebutuhan dunia usaha. Gubernur Ria Norsan menilai bahwa pendidikan kejuruan perlu dirancang agar lulusan SMK memiliki keterampilan yang langsung dapat diterima oleh perusahaan, lengkap dengan pemahaman teknologi dan inovasi.

Ke depan, sinergi tersebut diharapkan mampu membuka peluang kerja lebih luas bagi lulusan SMK, sekaligus membantu perkembangan industri lokal melalui tenaga kerja terampil yang sesuai kebutuhan. Dengan menghadirkan keterlibatan langsung perusahaan dalam proses pembelajaran — seperti praktik kerja, magang, atau pendampingan teknis — siswa SMK dapat lebih siap menghadapi kompetisi global.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Kalbar juga menyoroti data IPM daerah yang saat ini berada di angka 72,09, yang masih di bawah ideal nasional. Indeks tersebut mencerminkan capaian pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat. Statistik tersebut menunjukkan masih ada tantangan tersendiri bagi Kalbar, di mana sekitar 25 persen masyarakat belum menamatkan pendidikan hingga jenjang SMA. Kondisi ini menjadi salah satu alasan kolaborasi antara SMK dan dunia kerja perlu ditingkatkan secara strategis.

Menurut Gubernur, salah satu strategi yang diterapkan oleh pemerintah adalah pendekatan “jemput bola” melalui SMK. Tenaga pendidik dari sekolah diarahkan untuk mendatangi lokasi-lokasi kerja guna memberikan pembelajaran langsung di tempat kerja. Ini termasuk memfasilitasi program penyetaraan ijazah seperti SD, SMP, dan SMA bagi pekerja yang belum memiliki kualifikasi pendidikan formal.

Pendekatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan generasi muda, tetapi juga menciptakan dampak positif bagi pekerja dewasa yang ingin meningkatkan kapasitas diri melalui jalur pendidikan informal. Dengan demikian, pendekatan pendidikan vokasi dapat bersinergi dengan kebutuhan tenaga kerja produktif di sektor nyata.


Peluang Ekonomi dan Sinergi Berkelanjutan

Kolaborasi antara SMK dan dunia usaha dinilai memiliki dampak berlapis. Pertama, sektor dunia industri dan usaha dapat memperoleh tenaga kerja yang terampil sesuai kebutuhan spesifik sektor mereka. Kedua, siswa SMK memperoleh kesempatan belajar langsung dari praktik kerja nyata, sekaligus memiliki akses magang atau kerja sambil belajar. Ketiga, pemerintah daerah dapat mempercepat penguatan aspek kompetensi tenaga kerja di wilayahnya, berdampak pada peningkatan produktivitas ekonomi lokal.

Menurut Gubernur, sinergi ini harus menjadi kunci strategi pembangunan ke depan karena tidak hanya berkontribusi pada sektor pendidikan saja, tetapi juga pada daya saing provinsi secara keseluruhan. Ketersediaan tenaga kerja terampil merupakan faktor penting dalam menarik investasi dan menciptakan iklim usaha yang produktif di Kalbar.

Kolaborasi antara SMK, dunia usaha, dan dunia industri pun diharapkan mampu menjadi katalisator dalam membangun masa depan Kabupaten dan kota di Kalimantan Barat yang memiliki sumber daya manusia berkualitas, siap kerja, dan berdaya saing tinggi. Sistem pendidikan vokasi yang kuat diyakini dapat mendukung agenda pembangunan provinsi yang lebih luas, termasuk dalam era transformasi pasar kerja global dan digitalisasi ekonomi.

Cara kerja sama seperti ini juga dinilai sejalan dengan upaya pemerintah pusat maupun daerah di berbagai wilayah Indonesia untuk mengurangi mismatch antara kompetensi lulusan sekolah dan kebutuhan di lapangan kerja. Melalui kolaborasi intensif antara sekolah kejuruan dan sektor usaha, diharapkan generasi muda Kalbar dapat lebih siap memasuki dunia profesi, meningkatkan peluang kerja formal, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

 

Also Read
Latest News
  • Pemprov Kalbar Dorong Sinergi SMK dengan Dunia Usaha untuk Perkuat Kompetensi Generasi Muda
  • Pemprov Kalbar Dorong Sinergi SMK dengan Dunia Usaha untuk Perkuat Kompetensi Generasi Muda
  • Pemprov Kalbar Dorong Sinergi SMK dengan Dunia Usaha untuk Perkuat Kompetensi Generasi Muda
  • Pemprov Kalbar Dorong Sinergi SMK dengan Dunia Usaha untuk Perkuat Kompetensi Generasi Muda
  • Pemprov Kalbar Dorong Sinergi SMK dengan Dunia Usaha untuk Perkuat Kompetensi Generasi Muda
  • Pemprov Kalbar Dorong Sinergi SMK dengan Dunia Usaha untuk Perkuat Kompetensi Generasi Muda
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad