Melalui Digitalisasi UMKM dan Pemberdayaan Ekonomi Warga
IKN — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mencanangkan
target ambisius menghapuskan kemiskinan di wilayah IKN hingga nol persen
pada tahun 2035. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pembangunan
sosial ekonomi di ibu kota negara baru yang tengah dibangun di wilayah Kalimantan
Timur, mencakup Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai
Kartanegara.
Target tersebut disampaikan dalam rangka memperkuat
kesejahteraan masyarakat lokal seiring laju pembangunan IKN yang melibatkan
investasi, infrastruktur, dan pergerakan tenaga kerja dari berbagai wilayah.
Program ini tidak hanya fokus pada indikator angka statistik, tetapi juga pada
upaya pemberdayaan ekonomi yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Menjawab Tantangan Pembangunan: Target Sosial yang Transformasional
Kebijakan penghapusan kemiskinan direkomendasikan sebagai
bagian dari visi strategis pembangunan IKN yang mencakup aspek ekonomi, inklusi
sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Rencana ini tak berdiri sendiri; justru
sejalan dengan tekad pemerintah pusat untuk memastikan pembangunan tidak hanya
terjadi secara fisik, tetapi juga berdampak luas terhadap kualitas hidup
masyarakat sekitar IKN.
Menurut pernyataan Otorita IKN, target zero percent
kemiskinan itu akan dicapai melalui beragam program dan kegiatan yang
mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis inklusi dan teknologi, serta dengan
menjadikan pelibatan masyarakat sebagai inti dari strategi pembangunan.
Digitalisasi UMKM: Motor Utama Pengurangan Kemiskinan
Salah satu strategi utama untuk mencapai target itu adalah penguatan
ekosistem digital UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah). Otorita IKN
melihat bahwa pemberdayaan UMKM melalui teknologi digital mampu membuka peluang
ekonomi lebih luas, memperluas akses pasar, dan meningkatkan produktivitas
usaha mikro masyarakat lokal sebagai tulang punggung perekonomian wilayah ibu
kota baru.
Langkah-langkah konkret yang ditempuh mencakup:
1. Fasilitasi Penjualan Daring (Online)
Program ini membantu pelaku UMKM untuk memanfaatkan platform
digital guna memperluas jangkauan pasar, termasuk penjualan di luar wilayah IKN
dan bahkan internasional.
2. Promosi Usaha Berbasis Digital
Otorita bekerja sama dengan berbagai mitra untuk
mempromosikan produk lokal melalui kampanye digital, pameran virtual, dan
sistem pemasaran berbasis teknologi.
3. Penyaluran Insentif dan Bantuan Teknologi
Inisiatif ini membantu UMKM mendapatkan akses terhadap
modal, pelatihan digital, serta skema insentif untuk mendorong inovasi dan
ekspansi usaha.
4. Pelatihan dan Kapasitas SDM Bisnis Lokal
OIKN bersama mitra seperti Bank Indonesia dan lembaga
lainnya aktif mengadakan workshop serta pelatihan yang membekali pelaku UMKM
dengan kemampuan digital dan literasi usaha modern.
Program digitalisasi ini dirancang untuk membantu UMKM tidak
hanya bertahan, tetapi berkembang seiring dengan perubahan kebutuhan pasar di
era digital. Dengan membekali UMKM dengan kemampuan teknologi, Otorita IKN
berharap usaha lokal mampu tumbuh bersamaan dengan pembangunan ibu kota baru
itu sendiri.
Sinergi Lintas Lembaga dalam Menekan Angka Kemiskinan
Pencapaian target nol persen kemiskinan bukan hanya tugas
Otorita IKN semata, melainkan hasil kolaborasi lintas lembaga pemerintah,
sektor swasta, dan organisasi masyarakat. Kolaborasi ini meliputi:
- Bank
Indonesia yang membantu pelatihan literasi digital dan keuangan bagi
pelaku UMKM.
- Pemerintah
daerah setempat yang menyiapkan kebijakan pemberdayaan ekonomi lokal.
- Mitra
strategis dalam penyediaan infrastruktur dukungan digital dan akses pasar.
Sinergi ini menunjukkan bahwa strategi pengentasan
kemiskinan memiliki basis yang terintegrasi di semua aspek pembangunan
masyarakat IKN.
Memberdayakan Masyarakat Lokal: Fokus Inklusivitas
Tidak hanya aspek teknis pembangunan ekonomi, Otorita IKN
juga menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat lokal — terutama
mereka yang tinggal di kawasan sekitar IKN — agar memiliki peran aktif dalam
pertumbuhan ekonomi. Ini termasuk peluang kerja, pelatihan profesional, serta
pemberdayaan sektor informal yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi komunitas.
Program pemberdayaan ini menegaskan bahwa pembangunan tidak
hanya dinilai dari angka pembangunan fisik atau investasi, tetapi juga dari
sejauh mana masyarakat lokal dapat mengakses manfaat sosial ekonomi secara
nyata.
Menjawab Kritik dan Meningkatkan Kepercayaan Publik
Target penghapusan kemiskinan sejatinya merupakan tantangan
besar jika dilihat dari pengalaman penurunan angka kemiskinan secara nasional.
Misalnya, pemerintah pernah menargetkan pengurangan tingkat kemiskinan ekstrem
secara nasional dalam tahun yang lebih pendek, tetapi beberapa kebijakan
menunjukkan bahwa angka kemiskinan tetap menjadi isu yang kompleks dan
membutuhkan intervensi multisektoral.
Namun, dengan pendekatan yang bertumpu pada kekuatan
digitalisasi UMKM, pemberdayaan masyarakat lokal, serta dukungan pelatihan dan
akses ke pasar yang lebih luas, Otorita IKN memprediksi arah pertumbuhan
ekonomi dan penurunan tingkat kemiskinan akan lebih kuat dan berkelanjutan di
kawasan IKN.
Tantangan Menuju 2035 dan Harapan Strategis
Meski target nol persen kemiskinan merupakan tujuan
ambisius, pendekatan strategis yang ditetapkan – terutama digitalisasi UMKM dan
pemberdayaan ekonomi masyarakat – menunjukkan kemauan kuat dari pemerintah
untuk memastikan pembangunan IKN tidak menciptakan ketimpangan sosial baru,
tetapi sebaliknya meminimalkan disparitas ekonomi di tengah percepatan
pembangunan fisik.
Ke depan, tantangan utama adalah memastikan implementasi
program-program ini berjalan efektif, terukur, dan berkelanjutan, serta adanya
pemantauan transparan terhadap dampak sosial dan ekonomi yang dihasilkan.
Kolaborasi antar sektor menjadi kunci keberhasilan strategi ini, di mana semua
pemangku kepentingan perlu terus bekerja sama.
Kesimpulan: Transformasi Ekonomi Lokal Menuju Masa Depan Inklusif
Rencana Otorita IKN untuk menargetkan nol persen
kemiskinan pada 2035 merupakan langkah transformasional yang tidak
hanya ambisius, tetapi juga mencerminkan komitmen kuat pada pembangunan inclusive
growth yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat sekitar ibu kota baru.
Melalui penguatan UMKM berbasis digital, pemberdayaan masyarakat, serta sinergi
lintas lembaga, IKN diharapkan menjadi model baru pembangunan ekonomi yang adil
dan berkelanjutan di Indonesia.







