Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Ketua Umum Gekrafs Nilai IKN Jadi Ruang Tumbuh Baru Ekonomi Kreatif Nasional

 

Ilustrasi AI

IKN — Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) semakin dipandang melampaui fungsi administratif sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia. Di tengah percepatan pembangunan kawasan inti dan berbagai fasilitas pendukungnya, IKN dinilai memiliki potensi besar sebagai ruang tumbuh baru bagi ekonomi kreatif nasional. Penilaian ini disampaikan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs), Kawendra Lukistian, saat melakukan kunjungan kerja ke kawasan IKN dan berdialog dengan para pemangku kepentingan setempat pada awal Februari 2026.

Kawendra menegaskan bahwa arah pembangunan IKN yang mengedepankan konsep kota modern, berkelanjutan, dan berbasis inovasi membuka peluang luas bagi pelaku industri kreatif. Menurutnya, sebuah ibu kota masa depan tidak hanya diukur dari kelengkapan infrastruktur pemerintahan, tetapi juga dari kemampuannya menghadirkan ruang hidup yang mendorong kreativitas, kolaborasi, serta pertumbuhan ekonomi berbasis ide dan karya. Dalam pandangan tersebut, IKN berpotensi menjadi titik temu antara teknologi, budaya, dan kewirausahaan kreatif yang selama ini tersebar di berbagai kota di Indonesia.

Ia menyebut bahwa keberadaan pusat pemerintahan baru akan menarik arus manusia, investasi, serta aktivitas ekonomi dalam skala besar. Situasi ini dinilai dapat menciptakan ekosistem baru bagi subsektor kreatif seperti desain, seni pertunjukan, musik, film, kriya, fesyen, kuliner, hingga konten digital. Dengan dukungan tata kota yang dirancang sejak awal, pelaku kreatif memiliki peluang lebih besar untuk berkembang melalui ruang publik yang terintegrasi, fasilitas pertunjukan modern, serta kawasan kolaboratif yang memungkinkan interaksi lintas disiplin.

Kunjungan tersebut juga mendapat sambutan dari Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, yang menyatakan apresiasi terhadap gagasan menjadikan IKN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kreatif. Menurut Basuki, pembangunan IKN sejak awal memang diarahkan tidak hanya sebagai pusat administrasi negara, tetapi juga sebagai kota yang hidup dengan aktivitas budaya, seni, dan inovasi masyarakat. Ia menuturkan bahwa sejumlah rencana konkret telah disiapkan, termasuk pengembangan kawasan budaya serta infrastruktur yang mendukung kegiatan kreatif berskala nasional maupun internasional.

Salah satu langkah nyata yang tengah berjalan adalah proses sayembara desain Pusat Kebudayaan Nusantara. Fasilitas ini dirancang menjadi ruang ekspresi bagi seniman dan kreator dari seluruh Indonesia, sekaligus panggung pertunjukan yang mampu menampung kegiatan berskala besar seperti konser, festival budaya, dan pameran kreatif. Kehadiran ruang tersebut diharapkan memperkuat identitas IKN sebagai kota yang tidak hanya administratif, tetapi juga artistik dan inspiratif.

Pandangan Gekrafs mengenai posisi strategis IKN sejalan dengan perkembangan ekonomi kreatif Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Sektor ini terus menunjukkan kontribusi signifikan terhadap produk domestik bruto serta penciptaan lapangan kerja. Jutaan tenaga kerja terlibat dalam berbagai subsektor kreatif, menjadikannya salah satu motor pertumbuhan ekonomi baru di luar sektor sumber daya alam. Transformasi menuju ekonomi berbasis inovasi semakin relevan di tengah perubahan global yang menempatkan kreativitas, teknologi, dan kekayaan intelektual sebagai faktor utama daya saing bangsa.

Di tingkat kebijakan nasional, pemerintah juga terus memperkuat dukungan terhadap industri kreatif melalui berbagai program pembiayaan, pelatihan, hingga perluasan akses pasar. Kolaborasi antara kementerian, lembaga, komunitas, dan sektor swasta menjadi pendekatan yang didorong agar pelaku kreatif mampu naik kelas serta menembus pasar internasional. Kehadiran IKN sebagai pusat baru aktivitas nasional dipandang dapat mempercepat konsolidasi ekosistem tersebut dalam satu ruang yang terencana.

Kawendra menilai bahwa kekuatan terbesar Indonesia dalam ekonomi kreatif terletak pada keragaman budaya dan talenta muda yang melimpah. Jika difasilitasi dengan baik melalui infrastruktur, regulasi yang mendukung, serta akses jejaring global, potensi tersebut dapat menjadikan Indonesia pemain utama dalam industri kreatif dunia. IKN, dengan konsep kota masa depan yang dibangun dari nol, dianggap memiliki peluang langka untuk merancang ekosistem kreatif secara terintegrasi sejak tahap awal pembangunan.

Lebih jauh, ia melihat kemungkinan lahirnya pusat-pusat inovasi baru yang mempertemukan kreator lokal dengan investor, akademisi, dan pelaku industri teknologi. Interaksi semacam ini diyakini dapat melahirkan produk kreatif bernilai tambah tinggi sekaligus memperkuat identitas budaya Indonesia di panggung internasional. Dalam konteks tersebut, IKN tidak hanya menjadi simbol perpindahan ibu kota, tetapi juga representasi transformasi ekonomi menuju masa depan yang berbasis pengetahuan dan kreativitas.

Seiring meningkatnya perhatian terhadap IKN, berbagai komunitas kreatif dari daerah mulai menunjukkan minat untuk terlibat dalam pembangunan ekosistem baru ini. Harapannya, pertumbuhan tidak hanya terpusat di kota-kota besar lama, melainkan menyebar lebih merata melalui pusat aktivitas baru di Kalimantan Timur. Distribusi peluang yang lebih luas dipandang penting untuk menciptakan pembangunan ekonomi yang inklusif sekaligus memperkuat persatuan melalui pertukaran budaya antardaerah.

Kehadiran ruang kreatif di ibu kota baru juga diyakini dapat memperkaya wajah diplomasi budaya Indonesia. Pertunjukan seni, festival internasional, serta kolaborasi lintas negara berpotensi menjadikan IKN sebagai etalase budaya Nusantara bagi dunia. Dengan dukungan infrastruktur modern dan lingkungan kota yang dirancang berkelanjutan, aktivitas kreatif tersebut dapat berlangsung secara berkesinambungan dan memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.

Optimisme terhadap masa depan ekonomi kreatif di IKN terus menguat seiring progres pembangunan yang berjalan. Berbagai pihak melihat momentum ini sebagai kesempatan membangun fondasi baru bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih beragam dan tahan terhadap perubahan global. Dalam lanskap tersebut, kreativitas bukan lagi sekadar pelengkap pembangunan, melainkan menjadi salah satu pilar utama yang membentuk arah masa depan Indonesia.

 

Also Read
Tag:
Latest News
  • Ketua Umum Gekrafs Nilai IKN Jadi Ruang Tumbuh Baru Ekonomi Kreatif Nasional
  • Ketua Umum Gekrafs Nilai IKN Jadi Ruang Tumbuh Baru Ekonomi Kreatif Nasional
  • Ketua Umum Gekrafs Nilai IKN Jadi Ruang Tumbuh Baru Ekonomi Kreatif Nasional
  • Ketua Umum Gekrafs Nilai IKN Jadi Ruang Tumbuh Baru Ekonomi Kreatif Nasional
  • Ketua Umum Gekrafs Nilai IKN Jadi Ruang Tumbuh Baru Ekonomi Kreatif Nasional
  • Ketua Umum Gekrafs Nilai IKN Jadi Ruang Tumbuh Baru Ekonomi Kreatif Nasional
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad