Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Tim Gabungan Berhasil Padamkan Titik Api di Dekat Bandara Supadio, Kalbar: Upaya Sigap Antisipasi Karhutla Berlanjut

 

Pontianak — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi tantangan serius di Provinsi Kalimantan Barat pada akhir Januari 2026, ketika tim siaga gabungan menemukan dan berhasil memadamkan titik api yang muncul tak jauh dari Bandara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya. Kejadian ini memicu kesiapsiagaan tinggi dari aparat keamanan dan lembaga terkait guna mencegah perluasan api yang berpotensi membahayakan fasilitas vital serta lingkungan sekitar.


Temuan Api di Arang Limbung: Respon Cepat Tim Gabungan

Pada 26 Januari 2026, tim siaga Karhutla — yang terdiri dari unsur Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), SAR Direktorat Samapta Polda Kalbar, Polres Kubu Raya, serta sejumlah instansi lain — menemukan titik api di kawasan Desa Arang Limbung, Kabupaten Kubu Raya. Titik ini berada hanya sekitar 2,20 kilometer di belakang Bandara Supadio, sehingga menjadi perhatian khusus karena dekat dengan objek nasional yang ramai aktivitas penerbangan.

Begitu diketahui lokasi titik api, tim langsung bergerak untuk melakukan pemadaman cepat dan pembasahan lahan, langkah yang dilakukan untuk menahan agar api tak menjalar ke wilayah yang lebih luas. Proses ini melibatkan penyemprotan air dan penggalian parit pembatas agar kobaran api tidak semakin membesar.

Menurut Kabid Humas Polda Kalimantan Barat, Kombes Pol Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., sinergi antarinstansi menjadi kunci dalam memadamkan sumber api secara efektif. Ia menyatakan bahwa patroli dan kesiapsiagaan adalah bagian dari upaya berkelanjutan agar setiap titik api yang muncul langsung ditangani oleh petugas terlatih.


Potensi Dampak jika Tidak Cepat Ditangani

Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat berpotensi menimbulkan ancaman yang sangat serius jika tidak cepat ditangani. Titik api yang dekat dengan bandara bisa berpotensi mengakibatkan gangguan operasional penerbangan karena asap tebal yang menghambat jarak pandang. Ini mengingat bandara merupakan akses utama mobilitas masyarakat lokal dan juga rute penting penerbangan nasional.

Sebelumnya, kejadian serupa pernah mengganggu operasional Bandara Supadio ketika karhutla meluas di wilayah Rasau Jaya yang berdekatan dengan jalur pendaratan. Pada peristiwa itu, bupati dan aparat setempat terjun langsung untuk memantau dan membantu pemadaman api guna menjaga keamanan penerbangan dan keselamatan warga.


Kondisi Cuaca dan Potensi Karhutla di Kalbar

Menurut laporan BMKG Stasiun Supadio, hingga akhir Januari 2026, kondisi cuaca di Kalbar masih relatif kering, dengan potensi hujan yang rendah hingga awal Februari. Meski jumlah titik panas menunjukkan penurunan dibandingkan hari-hari sebelumnya, kondisi lahan yang kering tetap memicu risiko kebakaran yang tinggi, terutama di area gambut dan semak belukar.

Penurunan intensitas hujan ini merupakan salah satu alasan mengapa patroli dan upaya pencegahan terus diperkuat oleh berbagai lembaga, termasuk polisi, TNI, BNPB, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Ancaman karhutla bukan hanya soal lahan yang terbakar, tetapi juga dampaknya terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat.


Peran Aparat dan Masyarakat dalam Pencegahan

Tak hanya sekadar memadamkan api, aparat Polres Kubu Raya juga melakukan patroli intensif di kawasan lain yang dinilai rawan. Patroli ini mencakup pengawasan terhadap aktivitas manusia yang berpotensi memicu kebakaran seperti pembakaran sampah atau pembukaan lahan secara tradisional yang melibatkan api.

Kapolres Kubu Raya, AKBP Arief Hidayat, menegaskan bahwa patroli tidak hanya dilakukan di kawasan hutan, tetapi juga di area permukiman dan jalur akses strategis. Ia mengimbau masyarakat setempat untuk segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda kebakaran kecil, karena upaya deteksi dini akan membantu mencegah kebakaran yang lebih besar.

“Patroli ini merupakan upaya preventif untuk mengantisipasi karhutla di musim kemarau ini. Masyarakat diharapkan berperan aktif dalam pelaporan dini jika menemukan titik api,” ujar Kapolres.

Selain itu, berbagai perusahaan perkebunan di Kalbar juga memperkuat langkah antisipasi dalam wilayah operasional mereka. Upaya ini termasuk pemberian edukasi kepada pekerja dan masyarakat sekitar serta penguatan kapasitas tim pencegah kebakaran internal.


Upaya Pemadaman dan Pencegahan Lanjutan

Upaya pemadaman di lokasi titik api dekat Bandara Supadio tidak berhenti setelah api dipadamkan. Tim siaga Karhutla melakukan pembasahan lanjutan di sekitar area kebakaran untuk memastikan tidak ada bara api yang masih tertinggal — suatu langkah penting untuk mencegah kobaran api kembali muncul di tengah kondisi lahan yang mudah terbakar karena cuaca kering.

Pemantauan lanjutan dilakukan oleh tim gabungan untuk memastikan bahwa kepulan asap dan suhu tanah tidak lagi mencerminkan potensi kebakaran tersembunyi. Strategi ini juga memperkuat kesiapan bila sewaktu-waktu muncul titik api baru di seputar kawasan yang sama.


Tanggung Jawab Bersama Untuk Mengurangi Risiko Karhutla

Peristiwa karhutla ini kembali menegaskan bahwa pengendalian kebakaran hutan dan lahan membutuhkan strategi multilapis, termasuk kesiapsiagaan aparat, peran serta masyarakat, dan dukungan dari lembaga meteorologi serta penanggulangan bencana. Pendekatan ini dinilai paling efektif dalam menghadapi kondisi iklim yang masih cenderung kering.

Selain itu, sinergi antarinstansi — dari kepolisian, TNI, BNPB, hingga organisasi relawan — menjadi tulang punggung dalam mengatasi kebakaran lahan, terutama di wilayah yang memiliki tekanan aktivitas manusia tinggi serta potensi lahan gambut yang mudah terbakar.

Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat, khususnya titik api yang muncul dekat Bandara Supadio, berhasil ditangani berkat respons cepat dan kolaborasi antarinstansi terkait. Upaya ini tidak hanya meminimalkan risiko terhadap fasilitas umum, tetapi juga menjaga kualitas udara, keselamatan masyarakat, serta kelancaran aktivitas transportasi udara.

Namun, ancaman karhutla masih tetap ada, mengingat kondisi cuaca yang relatif kering. Masyarakat diminta tetap waspada dan proaktif dalam melaporkan kejadian kecil sekalipun yang dapat mengarah pada kebakaran lahan. Pendekatan preventif dan respon cepat ini menjadi kunci utama dalam menjaga Kalbar dari ancaman kebakaran hutan dan lahan yang lebih luas ke depannya.

 

Also Read
Latest News
  • Tim Gabungan Berhasil Padamkan Titik Api di Dekat Bandara Supadio, Kalbar: Upaya Sigap Antisipasi Karhutla Berlanjut
  • Tim Gabungan Berhasil Padamkan Titik Api di Dekat Bandara Supadio, Kalbar: Upaya Sigap Antisipasi Karhutla Berlanjut
  • Tim Gabungan Berhasil Padamkan Titik Api di Dekat Bandara Supadio, Kalbar: Upaya Sigap Antisipasi Karhutla Berlanjut
  • Tim Gabungan Berhasil Padamkan Titik Api di Dekat Bandara Supadio, Kalbar: Upaya Sigap Antisipasi Karhutla Berlanjut
  • Tim Gabungan Berhasil Padamkan Titik Api di Dekat Bandara Supadio, Kalbar: Upaya Sigap Antisipasi Karhutla Berlanjut
  • Tim Gabungan Berhasil Padamkan Titik Api di Dekat Bandara Supadio, Kalbar: Upaya Sigap Antisipasi Karhutla Berlanjut
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad