Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Pemprov Kalsel Menanti Hasil Audit KLH: Dugaan Perusahaan Tambang Perparah Banjir yang Belum Surut

  

Kalimantan Selatan, 6 Januari 2026 – Banjir yang melanda berbagai wilayah di Kalimantan Selatan (Kalsel) sejak akhir Desember 2025 terus menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Hingga hari ini, air belum sepenuhnya surut di beberapa kabupaten, terutama Kabupaten Banjar, yang menjadi salah satu episentrum bencana. Pemerintah Provinsi Kalsel secara resmi menyatakan menunggu hasil audit lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk mengetahui apakah aktivitas perusahaan tambang batu bara turut memperburuk situasi, di samping faktor curah hujan ekstrem.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kalsel, M Syarifuddin, menegaskan bahwa Pemprov Kalsel tetap berkomitmen menangani bencana secara darurat sambil menanti temuan audit. “KLH melakukan audit lingkungan terhadap dampak lingkungan yang diduga disebabkan beberapa perusahaan selain karena hujan. Kenapa banjir bisa sampai terjadi, apakah ada dampak lingkungan yang disebabkan perusahaan, ini akan kami tindaklanjuti tetapi menunggu audit KLH,” ujarnya saat mendampingi kunjungan Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, pada Minggu (4/1/2026).

Pernyataan ini merujuk pada kunjungan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq ke lokasi banjir di Desa Bincau, Martapura, Kabupaten Banjar, pada 30 Desember 2025. Saat itu, Menteri Hanif menyatakan bahwa tim KLH telah mendata beberapa perusahaan yang diduga melanggar aturan lingkungan, khususnya terkait pembukaan lahan berlebih. Audit ini melibatkan verifikasi citra satelit terhadap 182 perusahaan tambang dan perkebunan sawit yang terindikasi beroperasi di luar izin.

Data sementara yang disebutkan Menteri Hanif menunjukkan sekitar 50-an korporasi, termasuk perusahaan tambang skala besar seperti PT Adaro dan PT Antang Gunung Meratus (AGM), terbukti melakukan pelanggaran. Sanksi yang mungkin diterapkan mulai dari administratif, penyegelan operasi, hingga penutupan jika terbukti berkontribusi pada kerusakan lingkungan yang memperparah banjir.


Penanganan Darurat dan Dampak bagi Masyarakat

Sementara menanti hasil audit, Pemprov Kalsel fokus pada upaya penanganan darurat. Dapur umum telah disediakan di berbagai posko pengungsian untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak. Ribuan porsi makanan disiapkan setiap hari oleh relawan dan petugas, sementara pejabat daerah secara rutin menyambangi korban untuk mendukung pemulihan psikososial.

Status siaga banjir masih diberlakukan, dengan pemantauan ketat terhadap kondisi lapangan. Pemprov juga menyambut baik rencana Kementerian Sosial memberikan bantuan hunian sementara (huntara) jika diperlukan, meski keputusan akhir tergantung kondisi pasca-banjir surut. Banjir ini telah merendam puluhan ribu rumah di berbagai kecamatan, dengan Kabupaten Banjar mencatat dampak terparah.

Warga di wilayah hulu seperti Martapura dan sekitarnya mengungsi ke lokasi aman, sementara air mulai mengalir ke daerah hilir seperti Barito Kuala dan Banjarmasin. Penyakit seperti diare dan kutu air mulai muncul di kalangan pengungsi, menambah beban penanganan kesehatan.


Dugaan Peran Tambang Batu Bara

Kalimantan Selatan dikenal sebagai salah satu provinsi penghasil batu bara terbesar di Indonesia. Aktivitas pertambangan yang masif selama puluhan tahun telah mengubah lanskap alam, termasuk pengurangan area resapan air akibat pembukaan lahan dan lubang tambang yang tidak direklamasi. Meski faktor utama banjir adalah curah hujan tinggi, banyak pihak menilai degradasi lingkungan memperburuk dampaknya.

Audit KLH ini menjadi langkah penting untuk memverifikasi dugaan tersebut. Citra satelit menunjukkan pembukaan lahan melebihi izin di beberapa area tangkapan air (catchment area), yang diyakini meningkatkan limpasan air saat hujan deras. Pegiat lingkungan seperti Walhi Kalsel bahkan menyebut banjir ini sebagai “kejahatan ekologis”, bukan semata bencana alam.

Sejarah banjir di Kalsel menunjukkan pola berulang. Pada 2021, banjir besar juga memicu perdebatan serupa tentang peran tambang dan sawit dalam pengurangan tutupan hutan. Penurunan luas hutan di DAS Barito mencapai signifikan selama beberapa dekade, menurut data KLHK lama. Kali ini, pemerintah tampak lebih tegas dengan audit langsung terhadap perusahaan-perusahaan besar.

Proses audit diperkirakan memakan waktu beberapa pekan. Hasilnya akan menjadi dasar tindakan lanjutan, baik sanksi bagi perusahaan pelaku maupun rekomendasi rehabilitasi lingkungan. Bagi masyarakat Kalsel, banjir ini menjadi pengingat urgensi tata kelola sumber daya alam yang lebih baik, termasuk reklamasi lahan pasca-tambang dan perlindungan daerah resapan air.

Pemprov Kalsel menekankan pentingnya kesabaran publik sambil terus bekerja sama dengan pemerintah pusat. “Kita harus belajar dari bencana sebelumnya. Audit ini bagian dari upaya bersama mencegah kejadian serupa di masa depan,” kata Sekda M Syarifuddin.

Situasi banjir di Kalsel masih dinamis. Dengan hujan yang berpotensi terus turun, koordinasi antara pemerintah daerah, KLH, dan instansi terkait menjadi kunci. Masyarakat diharapkan tetap waspada, terutama di daerah rawan seperti sepanjang aliran sungai besar.

Artikel ini disusun berdasarkan pernyataan resmi pejabat, laporan media terverifikasi seperti Antara dan Liputan6, serta data terkini dari kunjungan lapangan. Perkembangan selanjutnya akan terus dipantau sebagai bagian dari upaya transparansi dalam penanganan bencana ekologis di Indonesia.

 

Also Read
Latest News
  • Pemprov Kalsel Menanti Hasil Audit KLH: Dugaan Perusahaan Tambang Perparah Banjir yang Belum Surut
  • Pemprov Kalsel Menanti Hasil Audit KLH: Dugaan Perusahaan Tambang Perparah Banjir yang Belum Surut
  • Pemprov Kalsel Menanti Hasil Audit KLH: Dugaan Perusahaan Tambang Perparah Banjir yang Belum Surut
  • Pemprov Kalsel Menanti Hasil Audit KLH: Dugaan Perusahaan Tambang Perparah Banjir yang Belum Surut
  • Pemprov Kalsel Menanti Hasil Audit KLH: Dugaan Perusahaan Tambang Perparah Banjir yang Belum Surut
  • Pemprov Kalsel Menanti Hasil Audit KLH: Dugaan Perusahaan Tambang Perparah Banjir yang Belum Surut
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad