Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Pemerintah Kalbar Siapkan Status Siaga Darurat Karhutla Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan

 

Ilustrasi AI

Pontianak, Kalimantan Barat — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) bersama Polda Kalbar melakukan peningkatan pemantauan intensif terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta menyiapkan penetapan status siaga darurat sebagai langkah antisipatif menghadapi risiko kabut asap di wilayah yang didominasi lahan gambut.

Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto menyampaikan bahwa upaya pencegahan terus dilakukan secara menyeluruh dengan dukungan teknologi dan patroli terpadu. Dalam pernyataannya di Pontianak, ia menjelaskan bahwa pemantauan darat dan udara, termasuk penggunaan drone, dilakukan untuk mendeteksi titik panas sejak dini.

“Pemantauan dilakukan langsung di lapangan, termasuk menggunakan drone. Sejauh ini belum ditemukan unsur kesengajaan pembakaran,” ujar Pipit, menegaskan bahwa deteksi dini menjadi kunci penting untuk mencegah meluasnya kebakaran di musim yang berpotensi kering.


Karakteristik Lahan dan Tantangan Karhutla

Kalimantan Barat memiliki sekitar 2,8 juta hektare lahan gambut dengan berbagai tingkat kedalaman, mulai dari dangkal hingga sangat dalam. Menurut Kapolda, kondisi ini menjadi tantangan serius karena lahan gambut yang sangat dalam dapat mudah terbakar bahkan saat tidak hujan beberapa hari. Api di lahan gambut memiliki kecenderungan muncul dari bawah permukaan tanah, sehingga pemadaman dan deteksinya memerlukan strategi khusus.

“Untuk gambut yang dalam, jika satu minggu tidak hujan, panasnya bisa memicu kebakaran sendiri,” jelas Pipit, menyoroti risiko unik yang dihadapi Kalbar dibandingkan wilayah lain.

Meski potensi kebakaran di lahan gambut tinggi, pihak kepolisian dan instansi terkait menegaskan bahwa pembukaan lahan dengan cara membakar tetap harus mengikuti aturan ketat dan diawasi bersama agar tidak menyebabkan insiden yang meluas.


Penyiapan Status Siaga Darurat

Gubernur Kalbar Ria Norsan mengatakan bahwa penetapan status siaga darurat karhutla tengah dipersiapkan oleh pemerintah provinsi bersama kabupaten/kota. Status ini dianggap krusial agar penanganan lebih terkoordinasi serta mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat dalam hal sumber daya dan teknologi penanggulangan.

“Status siaga darurat penting supaya pemerintah pusat mengetahui kondisi kita dan bisa membantu kebutuhan penanganan, termasuk dukungan sarana dan teknologi,” kata Norsan, menyoroti kebutuhan kolaborasi antarinstansi.


Upaya Pencegahan yang Dilakukan

Berbagai langkah pencegahan telah terus diperkuat oleh pemerintah daerah. Mulai dari patroli darat terpadu oleh BPBD, TNI-Polri, dan tim relawan, pemantauan titik panas melalui drone, hingga edukasi kepada masyarakat tentang bahaya membuka lahan dengan cara dibakar.

Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (PKH) Wilayah Kalimantan juga meningkatkan status kesiapsiagaan unitnya untuk merespons kondisi kering dan menurunnya curah hujan di beberapa wilayah seperti Kota Singkawang, Kabupaten Bengkayang, dan Kabupaten Sambas. Semua personel diperintahkan berada siaga penuh sebagai garda terdepan dalam mendeteksi serta merespons potensi kebakaran.

Langkah-langkah ini selaras dengan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi “hari tanpa hujan” yang bisa memperburuk risiko kebakaran di Kalbar pada musim transisi ini.


Antisipasi Dampak Kabut Asap

Pemerintah daerah juga mulai mengantisipasi dampak sosial dan kesehatan yang dapat muncul akibat karhutla. Norsan menekankan bahwa pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa kabut asap dapat mengganggu kesehatan masyarakat dan aktivitas pendidikan. Oleh karena itu, kesiagaan tidak hanya berkutat pada inspeksi dan pemadaman, tetapi juga pada mitigasi dampak kesehatan publik.

Salah satu langkah yang pernah terbukti efektif pada musim sebelumnya adalah modifikasi cuaca atau hujan buatan, yang dapat membantu mengurangi risiko kebakaran serta mengatasi kabut asap. Pemerintah provinsi mempertimbangkan opsi ini bila situasi karhutla semakin memburuk sehingga strategi tambahan diperlukan.


Koordinasi Antarinstansi

Sinergi antarinstansi menjadi poin penting dalam kesiapan menghadapi karhutla. Kolaborasi yang melibatkan BPBD, TNI-Polri, instansi pendidikan, organisasi masyarakat, dan komunitas lokal terus diperkuat melalui patroli terpadu dan kampanye publik untuk menekan potensi kebakaran.

Polda Kalbar juga terus memperluas jangkauan pemantauan dengan patroli udara selain patroli darat. Penggunaan teknologi drone memungkinkan aparat memetakan titik panas yang belum terlihat dari permukaan, sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan lebih awal.


Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat

Edukasi kepada masyarakat menjadi salah satu fokus penting dalam penanggulangan karhutla. Pemerintah provinsi bersama instansi terkait mengajak warga untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, serta langsung melaporkan asap atau titik api kepada otoritas setempat agar respon cepat bisa dilakukan.

Pesan ini ditegaskan bukan saja oleh pemerintah provinsi melainkan juga oleh jajaran kabupaten dan kota di Kalbar, yang secara rutin mengadakan sosialisasi dan kelompok sasaran masyarakat untuk meminimalisir tindakan pembakaran yang berpotensi memicu karhutla.

 

Also Read
Latest News
  • Pemerintah Kalbar Siapkan Status Siaga Darurat Karhutla Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan
  • Pemerintah Kalbar Siapkan Status Siaga Darurat Karhutla Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan
  • Pemerintah Kalbar Siapkan Status Siaga Darurat Karhutla Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan
  • Pemerintah Kalbar Siapkan Status Siaga Darurat Karhutla Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan
  • Pemerintah Kalbar Siapkan Status Siaga Darurat Karhutla Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan
  • Pemerintah Kalbar Siapkan Status Siaga Darurat Karhutla Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad