![]() |
| Ilustrasi AI |
Libur Natal 2025 hingga Tahun Baru 2026
membawa dinamika baru bagi kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Selama periode
libur panjang ini, jumlah kunjungan masyarakat ke Kawasan Inti Pusat
Pemerintahan (KIPP) IKN tercatat menembus 270 ribu orang, menunjukkan
antusiasme yang tinggi dari masyarakat untuk melihat langsung perkembangan ibu
kota negara baru. Lonjakan ini menjadi salah satu indikator awal daya tarik
kawasan bagi publik, sekaligus menjadi momentum penting bagi ekonomi lokal dan
regional.
Kunjungan yang membludak tersebut berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Ratusan ribu pengunjung datang baik secara individu maupun rombongan keluarga, komunitas, dan pelajar, memanfaatkan masa liburan untuk mengenal kawasan ibu kota baru yang tengah dibangun. Otorita IKN bersama pemerintah daerah menyiapkan berbagai fasilitas dan jalur kunjungan, termasuk pengaturan keamanan, pengawasan di titik-titik strategis, serta pembatasan area konstruksi untuk menjaga keselamatan pengunjung.
Dampak ekonomi dari lonjakan kunjungan ini cukup signifikan. Otorita IKN memperkirakan perputaran uang selama libur Nataru mencapai Rp100 miliar, yang berasal dari pengeluaran pengunjung untuk transportasi, penginapan, makanan, minuman, serta layanan pariwisata dan fasilitas publik lainnya. Aktivitas ekonomi ini dirasakan langsung oleh pelaku usaha lokal, termasuk UMKM, pedagang, jasa transportasi, hingga penyedia layanan makanan dan minuman di sekitar KIPP.
Sektor perhotelan mencatat tingkat hunian yang hampir penuh. Data menunjukkan bahwa okupansi hotel di wilayah Penajam Paser Utara dan sekitarnya mencapai 98 hingga 100 persen selama libur Nataru. Tren serupa terlihat di sektor kuliner dan ritel, di mana restoran, kafe, dan pusat perbelanjaan mengalami lonjakan pengunjung signifikan. Aktivitas ini menunjukkan bahwa pembangunan IKN mulai berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal, selain fungsi utamanya sebagai pusat pemerintahan.
Otorita IKN menilai lonjakan kunjungan sebagai respons positif terhadap perkembangan ibu kota baru. Selain ingin berwisata, pengunjung juga tertarik melihat langsung progres pembangunan infrastruktur, tata ruang, dan konsep kota yang diterapkan di KIPP. Banyak masyarakat yang menilai kunjungan ini sebagai pengalaman edukatif, karena mereka dapat mempelajari secara langsung rencana pengembangan kota modern yang memadukan pemerintahan, ruang publik, dan kawasan hijau secara berkelanjutan.
Selama periode liburan, pengelolaan kunjungan publik menjadi prioritas. Otorita IKN bersama aparat keamanan dan pemerintah daerah melakukan pengaturan arus pengunjung, pengawasan lalu lintas, serta pengaturan area terbatas di sekitar zona konstruksi. Beberapa titik utama, seperti gedung pemerintahan sementara, pusat informasi publik, dan area hijau, dibuka untuk umum secara terbatas agar pengunjung tetap dapat memperoleh pengalaman maksimal tanpa mengganggu jalannya pembangunan.
Para pengunjung mengaku terkesan dengan desain kawasan yang modern dan terencana. Mereka menyoroti infrastruktur jalan yang mulai terbentuk, tata ruang publik yang rapi, serta pengembangan kawasan hijau yang menciptakan suasana nyaman dan ramah lingkungan. Beberapa pengunjung juga menggunakan kesempatan ini untuk dokumentasi, pendidikan anak, hingga kegiatan komunitas, menjadikan kunjungan tidak hanya sekadar wisata, tetapi juga sarana edukasi dan interaksi sosial.
Dampak ekonomi yang muncul dari kunjungan ini dirasakan pula oleh masyarakat lokal. Pelaku UMKM melaporkan peningkatan penjualan produk lokal, sementara pedagang kaki lima dan jasa transportasi lokal memperoleh tambahan pendapatan selama libur Nataru. Kondisi ini memperkuat optimisme warga bahwa pembangunan IKN akan memberikan peluang ekonomi baru secara berkelanjutan bagi masyarakat sekitar, selain manfaat jangka panjang sebagai pusat pemerintahan.
Otorita IKN menekankan bahwa momentum libur Nataru menjadi pengalaman penting dalam pengelolaan kunjungan publik ke depan. Rencana ke depan mencakup peningkatan fasilitas pendukung, penyediaan informasi publik, transportasi yang lebih terintegrasi, serta layanan wisata edukatif yang lebih lengkap. Langkah ini bertujuan agar masyarakat memperoleh pengalaman maksimal ketika datang ke IKN, sekaligus menjaga kelancaran proyek pembangunan yang masih berlangsung di kawasan inti.
Kunjungan Nataru juga menjadi bukti bahwa IKN mulai terbentuk sebagai destinasi baru, bukan hanya untuk pemerintahan, tetapi juga bagi wisata, pendidikan, dan ekonomi kreatif. Dengan semakin lengkapnya infrastruktur dan fasilitas publik, kawasan ibu kota baru ini diprediksi akan menjadi penggerak ekonomi regional yang signifikan, membuka peluang usaha baru, dan menumbuhkan sektor pariwisata serta jasa di sekitar KIPP.
Selain itu, data kunjungan ini menjadi penting bagi Otorita IKN dalam perencanaan pembangunan jangka panjang. Informasi mengenai tren pengunjung, titik kunjungan favorit, serta pola interaksi masyarakat dengan fasilitas publik akan menjadi dasar dalam mengatur pembangunan fasilitas pendukung, taman kota, jalur pejalan kaki, dan sarana transportasi massal. Semua langkah ini bertujuan menciptakan kawasan yang tidak hanya fungsional sebagai ibu kota, tetapi juga ramah bagi masyarakat dan pengunjung.
Dengan catatan kunjungan yang mencapai 270 ribu orang dan perputaran uang yang diperkirakan menembus Rp100 miliar, libur Nataru menjadi momentum penting bagi pengenalan IKN ke publik. Capaian ini menunjukkan bahwa pembangunan ibu kota baru mulai memberikan dampak nyata, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun persepsi publik terhadap kota masa depan Indonesia. Lonjakan kunjungan juga memberikan pelajaran berharga bagi Otorita IKN dalam mengatur arus pengunjung, meningkatkan pelayanan, dan memaksimalkan potensi ekonomi dari kunjungan publik.





.webp)

