Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Kalbar Sepekan: Mahasiswa Desak Kejati Usut Tuntas Korupsi, Kakek Nekat Kirim 21 Gram Sabu – Rentetan Peristiwa Hukum dan Sosial Mengguncang Bumi Kadtu

 

Ilustrasi AI

Pontianak – Minggu ini, Kalimantan Barat (Kalbar) diterpa serangkaian peristiwa yang menggugat penegakan hukum dan moralitas masyarakat. Dari demonstrasi mahasiswa yang menuntut pengusutan korupsi hingga kakek residivis yang nekat mengirim sabu ke Surabaya, berbagai kasus mencuri perhatian. Berikut rangkuman Kalbar Sepekan yang dikumpulkan tim Hi!Pontianak, mengungkap sisi gelap di balik kebhinekaan Bumi Kadtu.

  1. Demo di Kejati Kalbar: Mahasiswa PMII Desak Usut Tuntas Kasus Korupsi yang Menggerogoti Daerah

Suasana panas menyelimuti Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalbar pada Jumat (7/11/2025). Puluhan kader Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalbar menggelar aksi demonstrasi bertajuk 'PMII Kalbar Menggugat', mendesak pengusutan tuntas dugaan kasus korupsi di provinsi tersebut. Aksi dimulai pukul 13.00 WIB di Taman Digulis Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, kemudian bergerak ke Kejati dengan spanduk dan yel-yel yang menggelegar: "Korupsi Merajalela, Hukum Mana yang Adil?"

Massa dari berbagai cabang PMII se-Kalbar menyoroti kasus-kasus yang diduga melibatkan pejabat daerah, mulai dari pengadaan infrastruktur hingga pengelolaan dana desa. "Kami desak Kejati Kalbar usut tuntas! Jangan biarkan korupsi ini merampok masa depan rakyat Kalbar," teriak koordinator aksi, Andi Rahman. Sayangnya, hingga aksi bubar pukul 16.00 WIB, Kepala Kejati tak kunjung menemui. "Ini bukti penegakan hukum masih mandul. Kami tak akan berhenti," tegas Andi. Aksi ini menjadi panggilan darurat bagi aparat untuk membersihkan birokrasi dari praktik KKN yang merajalela.

  1. Tergiur Upah Rp500 Ribu, Kakek Residivis di Kubu Raya Kirim 21 Gram Sabu ke Surabaya via Kargo Supadio

Nekat dan licik, begitu julukan bagi SN (61), kakek asal Kubu Raya yang nekat mengirim 21 gram sabu melalui kargo Bandara Supadio pada Rabu (29/10/2025). Paket mencurigakan itu terendus Tim K9 Bea Cukai, yang mendeteksi aroma tersembunyi di balik kemasan rapi tujuan Surabaya. "SN dikenal licik dan berhati-hati, residivis kasus serupa. Ia selalu ganti nomor telepon pengirim untuk elak pelacakan," ungkap Kasatres Narkoba Polres Kubu Raya, AKP Sagi, melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade, Selasa (4/11/2025).

Tergiur imbalan Rp500 ribu, SN mengemas sabu dalam bungkusan khusus agar lolos scanner. Polisi langsung bergerak cepat, menangkapnya tanpa perlawanan di rumah Jalan Imam Bonjol, Pontianak, pada Kamis (30/10/2025). "Ini bukti peredaran narkoba tak pandang usia. Kami intensifkan razia di bandara," kata AKP Sagi. Kasus ini menjadi peringatan: bahkan lansia pun bisa jadi pion dalam jaringan gelap yang merusak generasi muda Kalbar.

  1. Robohnya 2 Ruko di Pasar Tengah Pontianak: Edi Kamtono Sebut Akibat Pencurian Material Bangunan

Guncangan pagi menimpa Pasar Tengah Pontianak saat dua unit ruko di Jalan Indragiri Barat, belakang Warung Kopi Suka Hati, ambruk pukul 08.45 WIB, Jumat (7/11/2025). Untung tak ada korban jiwa, tapi kerugian mencapai puluhan juta. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, langsung turun ke lokasi, berbincang dengan penjaga malam dan warga. "Dari keterangan warga, ini akibat pencurian bahan bangunan seperti kayu dan papan penyangga," ujar Edi usai inspeksi.

Pencuri diduga memanfaatkan malam hari untuk membongkar struktur utama, meninggalkan bangunan rapuh. "Ironis, di tengah kota, maling material bangunan masih beraksi. Kami perkuat patroli dan edukasi warga," tegas Edi. Kejadian ini memicu kekhawatiran keselamatan di kawasan perdagangan ramai, sekaligus sorotan bagi penegakan hukum terhadap kejahatan kecil yang berdampak besar.

  1. Tragis di Sungai Pinyuh: Kakak Temukan Kerangka Adiknya Hilang 50 Hari di Hutan Belakang Rumah

Heboh menyelimuti Kelurahan Sungai Pinyuh, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, saat kerangka manusia ditemukan Jumat pagi (7/11/2025). Kerangka itu milik Lie Bun Kong (55), hilang sejak September 2025 atau sekitar 50 hari lalu. Penemunya adalah kakak kandungnya sendiri, Ciu Fa (67), saat mencari belimbing wuluh di hutan belakang rumah pukul 07.00 WIB.

Kapolres Mempawah, AKBP Jonathan David Harianthono, melalui Kapolsek Sungai Pinyuh AKP Setyadi, mengungkap kronologi: "Saksi mencium bau bangkai dan mendapati sosok mayat yang hanya nampak tulang kaki sudah mengering, telungkup di kubangan air lumpur samping gorong-gorong." Tim Inafis langsung olah TKP, tapi identitas dikonfirmasi melalui DNA. "Kami selidiki penyebab kematian, apakah kecelakaan atau kriminal," kata AKP Setyadi. Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga, sekaligus ingatkan warga untuk waspada di area hutan rawan.

  1. Polisi Ungkap Penyelewengan Ribuan Liter Solar Subsidi di Singkawang dan Ketapang: 2 Tersangka Ditahan

Penyalahgunaan BBM bersubsidi kembali terbongkar. Dirreskrimsus Polda Kalbar menetapkan dua tersangka, T dan A, dalam kasus penyelewengan solar di Singkawang dan Ketapang. Keduanya kini meringkuk di Rutan Polda Kalbar. "Untuk Singkawang, kami amankan 21 jeriken plastik biru berisi 680 liter biosolar, plus satu Toyota Hilux putih," ujar Kasubdit Tipidter, Kompol Michael Terry Hendrata, Selasa (4/11/2025).

Di Ketapang, polisi gagalkan pengangkutan 4.600 liter solar subsidi dengan satu pikap Grand Max hitam, berisi 88 jeriken 33 liter dan dua baby tank 1.000 liter. "Barang bukti dititipkan di polres setempat untuk percepat penyidikan," jelas Kompol Michael. Kasus ini bagian dari operasi besar Polda untuk basmi mafia BBM, yang rugikan negara miliaran. "Subsidi untuk rakyat kecil, bukan untuk dijual gelap," tegasnya.

Sepekan ini, Kalbar seperti cermin nasional: korupsi, narkoba, kriminalitas, dan tragedi manusiawi. Dari desakan mahasiswa hingga penangkapan kakek sabu, peristiwa ini ungkap urgensi reformasi hukum. Di Bumi Kadtu, harapan tetap ada: penegak hukum harus gerak cepat, masyarakat waspada, dan pemerintah responsif. Kalbar Sepekan bukan sekadar berita, tapi panggilan untuk perubahan.

 

Also Read
Tag:
Latest News
  • Kalbar Sepekan: Mahasiswa Desak Kejati Usut Tuntas Korupsi, Kakek Nekat Kirim 21 Gram Sabu – Rentetan Peristiwa Hukum dan Sosial Mengguncang Bumi Kadtu
  • Kalbar Sepekan: Mahasiswa Desak Kejati Usut Tuntas Korupsi, Kakek Nekat Kirim 21 Gram Sabu – Rentetan Peristiwa Hukum dan Sosial Mengguncang Bumi Kadtu
  • Kalbar Sepekan: Mahasiswa Desak Kejati Usut Tuntas Korupsi, Kakek Nekat Kirim 21 Gram Sabu – Rentetan Peristiwa Hukum dan Sosial Mengguncang Bumi Kadtu
  • Kalbar Sepekan: Mahasiswa Desak Kejati Usut Tuntas Korupsi, Kakek Nekat Kirim 21 Gram Sabu – Rentetan Peristiwa Hukum dan Sosial Mengguncang Bumi Kadtu
  • Kalbar Sepekan: Mahasiswa Desak Kejati Usut Tuntas Korupsi, Kakek Nekat Kirim 21 Gram Sabu – Rentetan Peristiwa Hukum dan Sosial Mengguncang Bumi Kadtu
  • Kalbar Sepekan: Mahasiswa Desak Kejati Usut Tuntas Korupsi, Kakek Nekat Kirim 21 Gram Sabu – Rentetan Peristiwa Hukum dan Sosial Mengguncang Bumi Kadtu
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad