Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Pemuda Dayak Kalbar Sambut Positif Penangkapan Konten Kreator Rizky Kabah oleh Polda

 

Ilustrasi AI

Pontianak - Komunitas Pemuda Dayak Kalimantan Barat menyampaikan apresiasi mendalam atas tindakan cepat dan tegas yang diambil oleh Kepolisian Daerah (Polda) Kalbar dalam menangkap konten kreator Rizky Kabah. Penangkapan ini menjadi respons atas dugaan konten yang dianggap menghina suku Dayak, yang telah memicu kemarahan luas di kalangan masyarakat adat setempat. Pernyataan dukungan ini disuarakan oleh Ketua Pemuda Dayak Kalbar, Srilinus Lino, pada Jumat (3/10/2025), menandai babak baru dalam upaya menjaga harmoni sosial di tengah maraknya konten digital yang kontroversial.

Latar belakang kasus ini bermula dari sebuah video pendek yang diunggah oleh Rizky Kabah, seorang kreator konten asal Pontianak yang cukup dikenal di platform TikTok. Dalam konten tersebut, Rizky disebut-sebut membuat pernyataan yang merendahkan suku Dayak, termasuk tudingan bahwa suku tersebut menganut "ilmu hitam" atau praktik mistis yang dianggap menghina identitas budaya dan adat istiadat mereka. Video itu cepat menyebar, memicu gelombang protes dari berbagai organisasi masyarakat (ormas) dan organisasi kepemudaan (OKP) Dayak, seperti Mangkok Merah Kalimantan Barat (MMKB) yang dipimpin Iyen Bagago. Mereka secara resmi melaporkan Rizky ke Polda Kalbar pada 9 September 2025, menuntut penegakan hukum atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Proses hukum berjalan dengan sigap setelah laporan tersebut. Penyidik dari Subdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalbar memanggil Rizky untuk dimintai keterangan dua kali, namun ia mangkir dari kedua pemanggilan tersebut. Hal ini memaksa aparat melakukan penjemputan paksa pada Rabu (1/10/2025) malam, sekitar pukul 19.15 WIB, di sebuah rumah kost di Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Tim penyidik mengamankan Rizky beserta sejumlah barang bukti, termasuk perangkat elektronik yang diduga digunakan untuk membuat konten kontroversial. Setelah ditangkap, Rizky langsung diterbangkan ke Pontianak menggunakan pesawat jet super dan menjalani pemeriksaan intensif di Markas Polda Kalbar.

Kepala Bidang Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Bayu Suseno, membenarkan penangkapan tersebut dan menekankan komitmen polisi untuk menangani kasus dengan profesionalisme. "Kami telah menetapkan Rizky Kabah sebagai tersangka setelah gelar perkara dan temuan bukti cukup. Proses ini dilakukan secara transparan untuk memastikan keadilan bagi semua pihak," ujar Bayu pada Kamis (2/10/2025). Penetapan status tersangka ini menandai naiknya kasus ke tahap penyidikan lebih lanjut, dengan pasal yang diterapkan termasuk dugaan penghinaan berbasis etnis melalui media elektronik. Saat ini, Rizky masih menjalani pemeriksaan mendalam, dan polisi menjaga kerahasiaan detail untuk menghindari spekulasi publik yang berlebihan.

Di tengah dinamika ini, suara dari komunitas Dayak menjadi penyejuk. Srilinus Lino, dalam pernyataannya, tidak hanya memuji kinerja Polda Kalbar tetapi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk belajar dari insiden ini. "Kami berterima kasih atas langkah tegas Polda Kalbar terhadap TikToker Rizky Kabah. Ini pelajaran berharga bahwa perbedaan budaya bukan bahan lelucon atau hujatan yang bisa merugikan semua pihak," katanya. Lino menambahkan bahwa apresiasi ini juga ditujukan kepada masyarakat Dayak di mana pun berada, yang telah menahan diri dengan bijak. "Terima kasih kepada saudara-saudari Dayak yang mempercayakan kasus ini sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Meski hati terluka karena dihina, kami mampu menahan tindakan impulsif demi menjaga kedamaian," lanjutnya.

Reaksi positif dari Pemuda Dayak ini mencerminkan semangat toleransi yang telah lama menjadi ciri khas masyarakat Kalimantan Barat, di mana suku Dayak hidup berdampingan harmonis dengan berbagai etnis lain seperti Melayu, Tionghoa, dan Jawa. Namun, kasus Rizky Kabah juga menjadi pengingat akan bahaya konten digital yang tidak bertanggung jawab. Di era media sosial, di mana satu video bisa mencapai jutaan penonton dalam hitungan jam, ujaran kebencian berbasis etnis dapat dengan cepat memicu konflik sosial. Sebelum penangkapan, sempat beredar ancaman dari sebagian ormas Dayak yang menyatakan akan bertindak sendiri jika proses hukum terlalu lambat, menambah ketegangan di Pontianak dan sekitarnya.

Polda Kalbar sendiri telah menggelar briefing internal untuk memastikan keamanan di wilayah tersebut tetap terjaga. Kombes Bayu Suseno menegaskan bahwa penanganan kasus ini tidak hanya bertujuan menjatuhkan hukuman, tetapi juga mendorong kesadaran kolektif tentang etika digital. "Kami mengajak semua kreator konten untuk bertanggung jawab atas apa yang diunggah. Ruang digital harus menjadi wadah positif, bukan sumber perpecahan," tegasnya. Selain itu, polisi juga berkoordinasi dengan platform TikTok untuk memantau dan menghapus konten serupa yang berpotensi memicu isu sensitif.

Dari sisi yang lebih luas, kasus ini menyoroti tantangan penegakan UU ITE di Indonesia, yang sering dikritik karena pasalnya yang multitafsir. Sejak diterbitkan pada 2008 dan direvisi pada 2016, undang-undang ini telah menjadi senjata ganda: di satu sisi melindungi dari ujaran kebencian, di sisi lain berpotensi membungkam kebebasan berekspresi. Dalam konteks Kalbar, di mana keberagaman budaya adalah kekayaan utama, penanganan kasus Rizky menjadi contoh bagaimana hukum dapat digunakan untuk menjaga persatuan. Para pakar hukum setempat berharap ini menjadi preseden bagi kasus serupa di masa depan, mendorong dialog antar-komunitas daripada konfrontasi.

Srilinus Lino juga menyerukan agar insiden ini dijadikan momentum pendidikan. Ia mengusulkan kerjasama antara Pemuda Dayak, pemerintah daerah, dan platform digital untuk mengadakan sosialisasi tentang sensitivitas budaya. "Kita perlu workshop bagi pemuda urban, termasuk kreator konten, agar memahami nilai-nilai adat Dayak yang kaya akan kearifan lokal. Ini bukan tentang membatasi kreativitas, tapi tentang menghormati yang berbeda," ujarnya. Dukungan dari komunitas seperti ini diharapkan dapat meredam potensi eskalasi, terutama menjelang musim libur akhir tahun di mana mobilitas masyarakat meningkat.

Sementara itu, Rizky Kabah, yang sebelum penangkapan sempat mengunggah story Instagram bertuliskan "Hot News Will Begin", kini berada dalam tahanan sementara. Belum ada pernyataan resmi dari pihaknya atau kuasa hukumnya terkait tuduhan tersebut. Kasus ini juga menarik perhatian nasional, dengan berbagai media meliputnya sebagai contoh konflik digital yang melibatkan isu etnis. Di Kalbar, yang dikenal sebagai melting pot budaya, kejadian seperti ini jarang terjadi, tetapi ketika muncul, respons komunal seperti apresiasi dari Pemuda Dayak justru memperkuat ikatan sosial.

Pemerintah provinsi Kalimantan Barat, melalui Dinas Komunikasi dan Informatika, menyatakan siap mendukung upaya pencegahan serupa di masa depan. Mereka berencana meluncurkan kampanye "Digital Harmoni" yang melibatkan tokoh adat, influencer, dan anak muda untuk mempromosikan konten positif. "Harmoni adalah kunci kemajuan Kalbar. Kasus ini mengajarkan kita untuk lebih bijak di dunia maya," kata seorang pejabat daerah setempat.

Akhirnya, apresiasi dari Pemuda Dayak bukan hanya ucapan terima kasih, melainkan komitmen untuk membangun masyarakat yang inklusif. Dengan penanganan hukum yang adil dan dialog yang terbuka, diharapkan kasus Rizky Kabah menjadi akhir dari babak kontroversi dan awal dari pemahaman yang lebih baik antar-generasi. Proses hukum akan terus dipantau, sementara masyarakat Kalbar kembali fokus pada pembangunan dan pelestarian budaya mereka yang beragam.

 

Also Read
Latest News
  • Pemuda Dayak Kalbar Sambut Positif Penangkapan Konten Kreator Rizky Kabah oleh Polda
  • Pemuda Dayak Kalbar Sambut Positif Penangkapan Konten Kreator Rizky Kabah oleh Polda
  • Pemuda Dayak Kalbar Sambut Positif Penangkapan Konten Kreator Rizky Kabah oleh Polda
  • Pemuda Dayak Kalbar Sambut Positif Penangkapan Konten Kreator Rizky Kabah oleh Polda
  • Pemuda Dayak Kalbar Sambut Positif Penangkapan Konten Kreator Rizky Kabah oleh Polda
  • Pemuda Dayak Kalbar Sambut Positif Penangkapan Konten Kreator Rizky Kabah oleh Polda
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad