![]() |
| Ilustrasi AI |
Kaltim - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus
menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama
dalam bidang kesehatan. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan semakin
kompleksnya tantangan kesehatan, pemerintah daerah merasa perlu memperkuat
infrastruktur medis. Salah satu langkah nyata yang sedang dikerjakan adalah
pembangunan rumah sakit baru sekaligus peningkatan kualitas fasilitas medis
yang sudah ada.
Langkah ini diambil bukan hanya untuk mengatasi keterbatasan fasilitas kesehatan yang ada, tetapi juga untuk mewujudkan pemerataan layanan kesehatan di seluruh wilayah Berau. Dengan kondisi geografis yang luas dan beberapa daerah masih jauh dari pusat kota, kehadiran rumah sakit baru menjadi solusi penting agar masyarakat di pelosok tidak kesulitan mendapatkan pelayanan medis yang layak.
Pembangunan RSUD Baru di Jalan Sultan Agung
Salah satu proyek besar yang tengah
berjalan adalah pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) baru yang berlokasi
di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Tanjung Redeb. Proyek ini digarap dengan skema
kontrak tahun jamak atau multi years contract (MYC). Skema ini dipilih agar
pembangunan dapat berjalan bertahap tanpa mengganggu stabilitas keuangan
daerah.
Tahap awal pembangunan gedung rumah sakit sudah berhasil diselesaikan dengan nilai kontrak mencapai Rp248 miliar. Dana besar ini menjadi bukti bahwa Pemkab Berau serius dalam mengalokasikan anggaran untuk sektor kesehatan. Gedung baru tersebut nantinya dirancang untuk menjadi rumah sakit tipe B dengan fasilitas medis yang lebih lengkap dibandingkan rumah sakit sebelumnya.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan bahwa rumah sakit ini ditargetkan bisa mulai melayani masyarakat pada lantai pertamanya pada akhir Juli. Kehadiran RSUD baru ini diharapkan dapat mengurangi antrean pasien, memperluas jangkauan layanan medis, dan menghadirkan pelayanan kesehatan spesialis tanpa harus merujuk pasien ke daerah lain.
Kehadiran Rumah Sehat Baznas
Selain pembangunan RSUD baru, Pemkab Berau
juga menghadirkan inovasi layanan kesehatan melalui Rumah Sehat Baznas (RSB)
yang berlokasi di Jalan S.A. Maulana, Tanjung Redeb. Fasilitas ini merupakan
hasil kolaborasi antara Baznas RI, Baznas Kaltim dan Berau, Pemkab Berau, serta
dukungan sektor swasta seperti PT Berau Coal, Sinar Mas, dan Bankaltimtara.
Rumah Sehat Baznas hadir sebagai fasilitas kesehatan setara rumah sakit yang fokus memberikan layanan bagi masyarakat kurang mampu atau kelompok mustahik. Fasilitas ini tidak hanya menyediakan layanan pengobatan umum, pemeriksaan laboratorium sederhana, dan layanan rawat jalan, tetapi juga menghadirkan program home care dan unit kesehatan keliling. Selain itu, RSB juga aktif dalam program pencegahan penyakit, termasuk penanganan stunting yang masih menjadi masalah serius di daerah.
Dukungan Anggaran Melalui BPJS Kesehatan
Tak hanya membangun fisik rumah sakit,
Pemkab Berau juga memperkuat akses kesehatan masyarakat melalui alokasi dana
BPJS Kesehatan. Tahun ini, pemerintah daerah menyiapkan anggaran sekitar Rp37
miliar yang dikelola langsung oleh BPJS Kesehatan. Dana tersebut digunakan
untuk memperluas cakupan jaminan kesehatan dan memperbaiki sistem layanan di
fasilitas kesehatan.
Alokasi anggaran ini diharapkan mampu mengurangi keluhan masyarakat terkait pelayanan BPJS, terutama dalam hal rujukan dan proses administrasi. Bupati Berau menekankan pentingnya sosialisasi alur layanan BPJS agar masyarakat memahami hak dan kewajiban mereka. Dengan begitu, warga tidak kebingungan saat ingin mengakses pelayanan medis, serta dapat memanfaatkan program kesehatan dengan lebih optimal.
Sorotan pada RSUD dr. Abdul Rivai
Fasilitas kesehatan yang sudah ada juga tak
luput dari perhatian. RSUD dr. Abdul Rivai yang merupakan rumah sakit utama di
Berau sering mengalami beban pasien yang tinggi. Bahkan tingkat keterisian
tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) mencapai sekitar 92 persen,
menunjukkan kapasitas rumah sakit hampir selalu penuh.
Presiden Republik Indonesia pernah meninjau langsung kondisi RSUD dr. Abdul Rivai. Dalam kunjungannya, Presiden mendorong peningkatan fasilitas rumah sakit, terutama pada ketersediaan alat medis modern seperti CT-scan dan MRI. Alat yang sudah berumur puluhan tahun perlu segera diperbarui agar pelayanan medis dapat lebih akurat dan cepat. Pemerintah pusat juga menekankan pentingnya penambahan ruang ICU serta peningkatan kualitas layanan bagi pasien dengan penyakit berat.
Penguatan Layanan di Wilayah Pesisir
Selain RSUD di pusat kota, Pemkab Berau
juga memperhatikan layanan kesehatan di wilayah pesisir. Salah satunya adalah
RSUD Pratama Talisayan yang berlokasi cukup jauh dari Tanjung Redeb. Kehadiran
rumah sakit ini sangat vital karena masyarakat pesisir sering kesulitan jika
harus dirujuk ke rumah sakit utama.
Untuk memperkuat pengelolaannya, pemerintah mendorong RSUD Pratama Talisayan menerapkan sistem Polanya Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD). Dengan status ini, rumah sakit memiliki fleksibilitas lebih besar dalam mengelola keuangan, melakukan perekrutan tenaga kesehatan, serta mengoptimalkan pelayanan tanpa terlalu terikat pada birokrasi yang kaku.
Kolaborasi Pemerintah dan Swasta
Peningkatan sektor kesehatan di Berau tidak
hanya dikerjakan oleh pemerintah, tetapi juga didukung banyak pihak. Perusahaan
swasta, lembaga kemanusiaan, hingga organisasi masyarakat ikut berperan dalam
memperkuat akses kesehatan.
Salah satu contohnya adalah program bakti sosial berupa operasi gratis untuk penyakit seperti katarak, hernia, bibir sumbing, dan tumor jinak. Kegiatan ini melibatkan Pemkab Berau, PT Berau Coal, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Rumah Sehat Baznas, hingga RSUD Abdul Rivai. Program semacam ini sangat membantu masyarakat yang kesulitan biaya, sekaligus memperluas jangkauan pelayanan medis.







