Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Kaltara Siap Jadi Lumbung Pangan: Mentan Dukung Perluasan Lahan Pertanian Hingga Puluhan Ribu Hektare

 

Ilustrasi AI

Kaltara, 1 Oktober 2025 – Kalimantan Utara (Kaltara) bersiap menjadi pusat pertanian baru di Indonesia dengan dukungan penuh dari Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman untuk memperluas lahan pertanian hingga puluhan ribu hektare. Komitmen ini disampaikan Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang, usai mendampingi kunjungan kerja Mentan ke wilayah perbatasan pada Senin (29/9/2025). Dalam tinjauan udara, Mentan memantau langsung potensi lahan yang dapat dikembangkan, khususnya untuk cetak sawah baru dan pengembangan komoditas unggulan seperti kelapa, kopi, dan cokelat, yang memiliki permintaan tinggi di pasar regional, terutama Malaysia.

Zainal mengungkapkan bahwa awalnya ia mengusulkan perluasan lahan seluas 7.000 hektare, namun Mentan memberikan sinyal positif untuk mendukung hingga 20.000 hektare jika kebutuhan bertambah. “Pak Menteri bilang, kalau ada tambahan lahan, beliau siap dukung sampai 20.000 hektare. Ini peluang besar untuk petani kita,” ujar Zainal. Dukungan ini mencakup bantuan anggaran dari Kementerian Pertanian, yang kini tengah dipercepat penyusunan proposalnya oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara untuk memastikan realisasi cepat. Anggaran tersebut akan dialokasikan untuk infrastruktur irigasi, benih unggul, dan teknologi pertanian modern guna meningkatkan produktivitas.


Fokus pada Komoditas Unggulan dan Ketahanan Pangan

Selain cetak sawah baru, Pemprov Kaltara menargetkan pengembangan perkebunan di kawasan perbatasan untuk komoditas strategis seperti kelapa, kopi, dan cokelat. Malaysia, sebagai negara tetangga, menjadi pasar potensial dengan permintaan tahunan mencapai ribuan ton untuk ketiga komoditas ini, terutama kopi robusta dan cokelat fermentasi. Zainal menjelaskan bahwa pengembangan ini akan melibatkan petani lokal dan koperasi untuk memastikan manfaat ekonomi langsung dirasakan masyarakat. “Kami sedang kebut proposal ke Kementerian Pertanian agar bantuan segera cair dan petani bisa langsung bergerak,” katanya.

Pemprov Kaltara juga mendorong diversifikasi produk untuk memperkuat ketahanan pangan dalam negeri. Salah satu strateginya adalah mengarahkan lebih dari 20 pabrik kelapa sawit (PKS) di wilayah ini untuk mengalokasikan sebagian crude palm oil (CPO) guna memproduksi minyak goreng lokal. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada distribusi minyak goreng dari luar provinsi sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi. “Kaltara tidak hanya ingin jadi pengekspor bahan mentah, tapi juga penyedia pangan olahan untuk kebutuhan domestik,” tegas Zainal. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara 2024 menunjukkan produksi kelapa sawit provinsi ini mencapai 1,2 juta ton per tahun, dengan potensi pengolahan lokal yang masih belum optimal.


Dampak Ekonomi dan Sosial

Perluasan lahan pertanian ini diproyeksikan membawa dampak signifikan bagi perekonomian Kaltara. Dengan tambahan 7.000 hingga 20.000 hektare lahan, diperkirakan 5.000 tenaga kerja baru dapat terserap, terutama di wilayah perbatasan seperti Nunukan dan Malinau. Program ini juga selaras dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kaltara 2026, yang menekankan pertumbuhan ekonomi inklusif berbasis potensi daerah. Pengembangan komoditas unggulan diperkirakan dapat meningkatkan ekspor pertanian hingga Rp300 miliar per tahun, sekaligus mengurangi angka kemiskinan di pedesaan dari 8% menjadi 6,5% dalam dua tahun.

Untuk mendukung target ini, Pemprov Kaltara akan memperkuat pelatihan petani melalui program penyuluhan berbasis teknologi, seperti penggunaan drone untuk pemetaan lahan dan aplikasi digital untuk monitoring tanaman. Kolaborasi dengan Kementerian Pertanian juga mencakup distribusi benih unggul bersertifikat dan pupuk bersubsidi, yang telah meningkatkan hasil panen padi di Krayan sebesar 15% pada 2024. “Kami ingin petani tidak hanya menanam, tapi juga menguasai teknologi agar hasilnya maksimal,” ujar Zainal.


Tantangan dan Langkah Strategis

Meski optimistis, program ini menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur irigasi di wilayah perbatasan dan biaya logistik yang tinggi akibat medan yang sulit. Namun, dengan alokasi anggaran Kementerian Pertanian yang mencapai Rp2 triliun untuk program cetak sawah nasional pada 2025, Kaltara memiliki peluang besar untuk mendapatkan porsi signifikan. Selain itu, Pemprov berencana membentuk satgas khusus untuk mempercepat penyusunan proposal dan koordinasi dengan pusat, memastikan dana terserap efektif pada kuartal pertama 2026.

Keberlanjutan lingkungan juga menjadi perhatian utama. Pengembangan lahan baru akan dilakukan dengan pendekatan agroforestri untuk menjaga tutupan hutan Kaltara yang masih mencapai 70%. “Kami tidak ingin pertumbuhan ekonomi mengorbankan lingkungan. Komoditas seperti kopi dan cokelat akan ditanam dengan sistem tumpangsari yang ramah ekosistem,” jelas Zainal. Pendekatan ini sejalan dengan konsep ekonomi hijau dalam RKPD 2026, yang menargetkan emisi karbon sektor pertanian turun 10% melalui praktik pertanian berkelanjutan.


Kaltara Menuju Lumbung Pangan Regional

Kunjungan Mentan Andi Amran Sulaiman ke Kaltara menandai langkah strategis menuju transformasi pertanian di provinsi termuda Indonesia ini. Dengan dukungan penuh dari Kementerian Pertanian, Kaltara berpotensi menjadi lumbung pangan dan pusat ekspor komoditas unggulan di kawasan perbatasan. Program ini juga memperkuat posisi Kaltara sebagai mitra dagang strategis dengan Malaysia, yang pada 2024 mencatatkan nilai perdagangan bilateral Rp500 miliar untuk produk pertanian. “Kaltara siap jadi penyangga pangan nasional sekaligus pemain kunci di pasar ASEAN,” ujar Zainal.

Dengan komitmen ini, Kaltara tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga ketahanan pangan yang inklusif dan berkelanjutan. Perluasan lahan pertanian hingga 20.000 hektare, pengolahan minyak goreng lokal, dan pengembangan komoditas ekspor menjadi tonggak menuju visi Kaltara sebagai provinsi yang makmur di perbatasan. Saat proposal bantuan anggaran segera diajukan, petani Kaltara bersiap menyambut era baru pertanian modern yang mengangkat kesejahteraan tanpa meninggalkan warisan alam.

 

Also Read
Latest News
  • Kaltara Siap Jadi Lumbung Pangan: Mentan Dukung Perluasan Lahan Pertanian Hingga Puluhan Ribu Hektare
  • Kaltara Siap Jadi Lumbung Pangan: Mentan Dukung Perluasan Lahan Pertanian Hingga Puluhan Ribu Hektare
  • Kaltara Siap Jadi Lumbung Pangan: Mentan Dukung Perluasan Lahan Pertanian Hingga Puluhan Ribu Hektare
  • Kaltara Siap Jadi Lumbung Pangan: Mentan Dukung Perluasan Lahan Pertanian Hingga Puluhan Ribu Hektare
  • Kaltara Siap Jadi Lumbung Pangan: Mentan Dukung Perluasan Lahan Pertanian Hingga Puluhan Ribu Hektare
  • Kaltara Siap Jadi Lumbung Pangan: Mentan Dukung Perluasan Lahan Pertanian Hingga Puluhan Ribu Hektare
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad