Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Bank Kalbar Bersinar di BIFA 2025: Dinobatkan Sebagai BPD Terbaik Sumatera & Kalimantan

  

Ilustrasi AI

Pontianak - Industri perbankan di Indonesia semakin kompetitif, terutama di tengah tantangan digitalisasi dan kebutuhan untuk menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai daerah. Di tengah persaingan ketat tersebut, Bank Kalbar berhasil membuktikan dirinya dengan meraih penghargaan bergengsi pada ajang Banking Innovation & Finance Award (BIFA) 2025. Bank Kalbar dinobatkan sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) terbaik di wilayah Sumatera dan Kalimantan, sebuah capaian yang menegaskan bahwa lembaga keuangan daerah juga mampu bersaing dengan bank besar swasta maupun nasional. Penghargaan ini diserahkan pada Selasa, 23 September 2025, dan menjadi momentum penting dalam perjalanan panjang Bank Kalbar yang lahir dan tumbuh di Kalimantan Barat.

Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi, menyambut penghargaan tersebut dengan penuh syukur dan rasa bangga. Ia menegaskan bahwa prestasi ini bukan hasil kerja individu, melainkan buah sinergi yang kuat antara manajemen, seluruh karyawan, nasabah, pemerintah daerah, serta masyarakat Kalimantan Barat. Dalam keterangannya, Rokidi menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi bukti kerja keras semua pihak, mulai dari lini terdepan yang berinteraksi langsung dengan nasabah hingga jajaran pimpinan yang menetapkan strategi besar. Baginya, penghargaan ini adalah cermin dari komitmen dan dedikasi seluruh keluarga besar Bank Kalbar dalam menghadirkan layanan keuangan yang bermanfaat sekaligus terpercaya. Ia menambahkan bahwa pencapaian ini tidak boleh membuat manajemen berpuas diri, melainkan justru menjadi cambuk untuk terus meningkatkan kinerja agar Bank Kalbar semakin diakui di tingkat nasional.

Keberhasilan ini sejalan dengan target besar Bank Kalbar di tahun 2025. Hingga akhir tahun, Bank Kalbar menargetkan total aset dapat mencapai Rp18 triliun. Rokidi optimistis target ini bisa tercapai karena tren pertumbuhan positif yang ditorehkan beberapa tahun terakhir. Apalagi, penghargaan BIFA 2025 diperkirakan akan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat kepada Bank Kalbar, sehingga akan lebih banyak dana pihak ketiga yang masuk dan pada akhirnya memperkuat kemampuan bank untuk menyalurkan pembiayaan. Dengan kepercayaan publik yang meningkat, Bank Kalbar diyakini bisa memperluas jangkauan layanan, baik untuk individu maupun sektor usaha produktif.

Salah satu faktor utama yang memperkuat posisi Bank Kalbar dalam ajang BIFA 2025 adalah komitmennya dalam menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga kini, nilai KUR yang sudah disalurkan mencapai sekitar Rp700 miliar. Angka tersebut menunjukkan keseriusan Bank Kalbar dalam mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sektor yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah maupun nasional. Program KUR dinilai penting karena memberikan akses pembiayaan yang lebih mudah dan terjangkau kepada masyarakat kecil yang seringkali kesulitan mendapatkan pinjaman dari bank komersial besar. Melalui program ini, Bank Kalbar ikut mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat, memperluas kesempatan kerja, dan menciptakan kemandirian usaha di berbagai daerah Kalimantan Barat.

Meski fokus pada UMKM semakin besar, Bank Kalbar tidak meninggalkan segmen lain yang selama ini menjadi penopang stabilitas bisnis, yaitu kredit bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Kredit ASN tetap dipertahankan karena dinilai lebih aman dari sisi risiko, sehingga bisa menjaga keseimbangan portofolio kredit bank. Dengan kombinasi antara kredit UMKM yang prospektif dan kredit ASN yang stabil, Bank Kalbar berhasil membangun model bisnis yang tangguh. Strategi ini juga menjadi salah satu alasan mengapa Bank Kalbar mampu tampil sebagai pemenang dalam kategori Champion of Growth Bank untuk BPD Sumatera dan Kalimantan pada BIFA 2025.

Ajang BIFA sendiri diselenggarakan oleh Bisnis Indonesia Group, media terkemuka yang kerap menjadi rujukan informasi keuangan dan bisnis di tanah air. BIFA dikenal sebagai penghargaan bergengsi yang menilai kinerja sektor jasa keuangan melalui indikator yang jelas dan terukur. Penilaian mencakup kinerja keuangan dalam periode 2022 hingga 2024, termasuk pertumbuhan aset, kualitas pembiayaan, tingkat efisiensi operasional, serta inovasi yang dilakukan dalam menghadapi perubahan zaman. Dewan juri menilai bahwa Bank Kalbar mampu menghadirkan pertumbuhan yang seimbang antara aspek finansial dan inovasi, sehingga pantas mendapatkan penghargaan BPD terbaik di kawasan Sumatera dan Kalimantan.

Keberhasilan ini sekaligus membuktikan bahwa Bank Pembangunan Daerah tidak kalah bersaing dengan bank nasional. Selama ini, masih ada anggapan bahwa BPD hanya mampu bertahan di ranah lokal tanpa inovasi berarti. Namun Bank Kalbar berhasil mematahkan anggapan tersebut dengan menghadirkan layanan yang inovatif, tata kelola yang transparan, serta komitmen untuk terus mengembangkan produk digital. Dengan predikat sebagai BPD terbaik, Bank Kalbar tidak hanya mengharumkan nama Kalimantan Barat, tetapi juga memperkuat reputasi BPD di mata publik Indonesia.

Dari sisi masyarakat, penghargaan ini memiliki dampak yang besar. Bagi warga Kalimantan Barat, keberhasilan Bank Kalbar adalah bukti bahwa daerah mereka memiliki lembaga keuangan yang mampu berbicara di tingkat nasional. Kepercayaan masyarakat untuk menabung, berinvestasi, atau mengajukan pembiayaan di Bank Kalbar akan semakin meningkat karena adanya pengakuan formal dari ajang bergengsi. Semakin tinggi tingkat kepercayaan publik, semakin besar pula dana yang dapat dihimpun bank untuk kemudian disalurkan ke sektor produktif seperti UMKM, pertanian, perdagangan, maupun sektor jasa. Hal ini menciptakan siklus positif yang pada akhirnya memperkuat perekonomian Kalimantan Barat secara menyeluruh.

Bagi para pelaku usaha kecil di daerah, dukungan Bank Kalbar melalui KUR berarti peluang untuk berkembang lebih luas. Banyak pelaku UMKM yang dulunya kesulitan memperoleh modal, kini bisa mengakses kredit dengan bunga terjangkau. Mereka dapat memperluas usaha, menambah tenaga kerja, dan meningkatkan daya saing. Hal ini menunjukkan bahwa prestasi Bank Kalbar di tingkat nasional bukan hanya kebanggaan simbolis, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Namun demikian, Rokidi menyadari bahwa tantangan ke depan tidak ringan. Dunia perbankan tengah menghadapi disrupsi digital yang sangat cepat, persaingan antarbank semakin ketat, dan ekspektasi masyarakat terhadap layanan keuangan semakin tinggi. Bank Kalbar dituntut untuk terus berinovasi agar tetap relevan di era digital. Pengembangan aplikasi perbankan mobile, sistem keamanan transaksi, hingga integrasi layanan digital menjadi agenda utama yang tidak bisa ditunda. Selain itu, manajemen risiko juga harus diperkuat agar kualitas kredit tetap terjaga dan tingkat kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) bisa dikendalikan.

Selain faktor internal, Bank Kalbar juga perlu memperhatikan konteks eksternal seperti kondisi makroekonomi, regulasi pemerintah, dan dinamika pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Keberadaan IKN diyakini akan membuka peluang besar bagi bank-bank di Kalimantan, termasuk Bank Kalbar, untuk terlibat dalam pembiayaan proyek infrastruktur maupun kebutuhan masyarakat baru yang muncul akibat pembangunan kota tersebut. Jika Bank Kalbar mampu memanfaatkan momentum ini dengan baik, maka posisinya akan semakin kokoh di masa depan.

Also Read
Latest News
  • Bank Kalbar Bersinar di BIFA 2025: Dinobatkan Sebagai BPD Terbaik Sumatera & Kalimantan
  • Bank Kalbar Bersinar di BIFA 2025: Dinobatkan Sebagai BPD Terbaik Sumatera & Kalimantan
  • Bank Kalbar Bersinar di BIFA 2025: Dinobatkan Sebagai BPD Terbaik Sumatera & Kalimantan
  • Bank Kalbar Bersinar di BIFA 2025: Dinobatkan Sebagai BPD Terbaik Sumatera & Kalimantan
  • Bank Kalbar Bersinar di BIFA 2025: Dinobatkan Sebagai BPD Terbaik Sumatera & Kalimantan
  • Bank Kalbar Bersinar di BIFA 2025: Dinobatkan Sebagai BPD Terbaik Sumatera & Kalimantan
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad