Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Kukar, Lumbung Pangan Kaltim di Tengah Arus Transformasi Ibu Kota Negara

 

Ilustrasi AI

Kutai Kartanegara — Di tengah sorotan nasional terhadap Kalimantan Timur sebagai lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN), satu kabupaten justru menunjukkan peran yang tak kalah strategis dalam urusan yang lebih mendasar: pangan. Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), yang selama ini dikenal sebagai wilayah kaya sumber daya alam, kini menegaskan posisinya sebagai tulang punggung produksi padi di provinsi ini. Sepanjang tahun 2024, Kukar menyumbang hampir separuh dari total produksi padi Kalimantan Timur, menjadikannya lumbung pangan utama di tengah transformasi ekonomi dan demografi yang sedang berlangsung.

Data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur menunjukkan bahwa Kukar mencatat luas panen sebesar 26.448,7 hektare dari total 57.143,29 hektare lahan padi di seluruh provinsi. Dari sisi produksi, Kukar menghasilkan 50.719,20 ton gabah kering giling (GKG), atau sekitar 47,70 persen dari total produksi padi Kaltim. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan penanda bahwa Kukar memikul tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas pangan regional, terlebih dengan hadirnya IKN yang akan membawa lonjakan populasi dan kebutuhan logistik.

Bupati Kukar, Edi Damansyah, menyebut capaian ini sebagai hasil dari konsistensi kebijakan pembangunan pertanian yang tidak hanya bertumpu pada luasan lahan, tetapi juga pada efisiensi dan modernisasi. Ia menegaskan bahwa Kukar tidak ingin bergantung selamanya pada sektor ekstraktif seperti migas dan batu bara. Pertanian, menurutnya, adalah masa depan ekonomi daerah yang lebih berkelanjutan dan inklusif.

“Produktivitas pertanian harus terus kita tingkatkan dengan teknologi modern. Kukar punya tanggung jawab besar sebagai penyangga pangan, apalagi kontribusi kita hampir setengah dari total produksi padi Kaltim,” ujar Edi dalam pernyataan resmi.

Modernisasi yang dimaksud bukan sekadar mekanisasi, tetapi juga penerapan sistem pertanian berkelanjutan seperti Low External Input Sustainable Agriculture (LESA) dan digital farming. LESA, yang mengedepankan efisiensi input dan pengelolaan ekosistem pertanian, terbukti mampu meningkatkan hasil panen tanpa membebani lingkungan. Sistem ini mulai diterapkan secara bertahap di berbagai kawasan pertanian Kukar, dengan hasil yang cukup signifikan.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, Muhammad Taufik, menyebut bahwa hasil pengukuran menunjukkan peningkatan produktivitas yang nyata. Gabah kering panen mencapai 6,2 ton per hektare, sementara gabah kering giling rata-rata 5,08 ton per hektare—angka yang lebih tinggi dibanding rata-rata sebelumnya yang hanya 4,2 ton per hektare.

“Ini menunjukkan bahwa pendekatan LESA dan digitalisasi pertanian bukan sekadar wacana, tapi sudah mulai berdampak langsung di lapangan,” ujar Taufik.

Pemerintah Kukar juga telah menetapkan lima kawasan pertanian berbasis komoditas padi sawah dengan total luas 8.003,06 hektare. Kawasan tersebut meliputi Sebulu–Muara Kaman, Loa Kulu–Tenggarong, Tenggarong Seberang, Anggana, serta Tenggarong Seberang–Samboja. Kawasan ini diproyeksikan sebagai pusat produksi padi unggulan, dengan dukungan infrastruktur irigasi, akses jalan, dan sistem distribusi yang terus diperkuat.

Namun, tantangan tetap ada. Perubahan iklim, fluktuasi harga gabah, dan regenerasi petani menjadi isu yang harus dihadapi secara sistemik. Pemerintah daerah menyadari bahwa keberlanjutan sektor pertanian tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada penguatan sumber daya manusia. Oleh karena itu, pelatihan petani, akses pembiayaan, dan insentif bagi generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian menjadi bagian dari strategi jangka panjang.

“Kami tidak ingin pertanian hanya menjadi sektor bertahan. Kami ingin menjadikannya sektor unggulan yang mampu bersaing dan menopang ekonomi daerah,” tegas Edi.

Dalam konteks hadirnya IKN, peran Kukar menjadi semakin krusial. Lonjakan kebutuhan pangan akibat pertumbuhan penduduk dan aktivitas pembangunan di wilayah ibu kota baru akan menuntut pasokan yang stabil dan berkualitas. Kukar, dengan kapasitas produksi dan kesiapan infrastruktur, berada di garis depan untuk menjawab tantangan tersebut.

Namun, ada pertanyaan yang lebih besar: apakah Kukar siap menjadi model ketahanan pangan di era pasca-ekstraktif? Apakah transformasi ini akan benar-benar mengubah wajah ekonomi Kalimantan Timur, atau hanya menjadi pelengkap narasi pembangunan IKN?

Jawabannya mungkin terletak pada konsistensi kebijakan dan keberanian untuk berinvestasi di sektor yang selama ini dianggap “tradisional”. Pertanian bukan hanya soal produksi, tetapi juga soal kedaulatan, keberlanjutan, dan keadilan ekonomi. Dan Kukar, dengan segala potensinya, memiliki peluang untuk membuktikan bahwa lumbung pangan bukan sekadar julukan, tetapi komitmen nyata terhadap masa depan.

Di tengah hiruk-pikuk pembangunan kota baru, suara dari sawah-sawah di Tenggarong, Sebulu, dan Muara Kaman mengingatkan bahwa kemajuan tidak selalu datang dari beton dan baja. Kadang, ia tumbuh dari benih yang ditanam dengan tangan, dari tanah yang diolah dengan sabar, dan dari kebijakan yang berpihak pada akar rumput.

Kukar telah menunjukkan bahwa pertanian bisa menjadi sektor strategis, bukan sekadar pelengkap. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, teknologi yang relevan, dan partisipasi aktif masyarakat, Kukar berpeluang menjadi model ketahanan pangan yang tidak hanya menopang Kalimantan Timur, tetapi juga memberi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.

Dan ketika IKN mulai berdiri megah di tanah Kalimantan, Kukar akan tetap menjadi fondasi yang menyuplai kebutuhan paling dasar: makanan. Di balik gemerlap ibu kota baru, ada petani yang bekerja di bawah terik matahari, ada sistem irigasi yang mengalirkan harapan, dan ada komitmen daerah yang tak pernah lelah menjaga keseimbangan antara pembangunan dan keberlanjutan.

 

Also Read
Tag:
Latest News
  • Kukar, Lumbung Pangan Kaltim di Tengah Arus Transformasi Ibu Kota Negara
  • Kukar, Lumbung Pangan Kaltim di Tengah Arus Transformasi Ibu Kota Negara
  • Kukar, Lumbung Pangan Kaltim di Tengah Arus Transformasi Ibu Kota Negara
  • Kukar, Lumbung Pangan Kaltim di Tengah Arus Transformasi Ibu Kota Negara
  • Kukar, Lumbung Pangan Kaltim di Tengah Arus Transformasi Ibu Kota Negara
  • Kukar, Lumbung Pangan Kaltim di Tengah Arus Transformasi Ibu Kota Negara
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad