Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Banjir di 5 Desa Nunukan Picu Siaga Bencana Jelang Mudik Lebaran 2026: Bupati Keluarkan Edaran Antisipasi

 

Ilustrasi AI

Nunukan - Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, kembali menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi menjelang periode mudik dan libur Idulfitri 1447 H/2026. Bupati Nunukan, Irwan Sabri, mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor B.62/360/BPBD/III/2026 pada awal Maret 2026 untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan antisipasi bencana. Langkah ini diambil menyusul banjir yang sempat merendam lima desa di pedalaman Sembakung serta memengaruhi ratusan warga di dataran tinggi Krayan perbatasan RI-Malaysia.

Banjir tersebut, yang terjadi akhir Februari 2026, disebabkan oleh kiriman air dari wilayah hulu di Malaysia melalui Sungai Sembakung dan sekitarnya. Dampaknya cukup signifikan, dengan 4.823 jiwa terdampak di lima desa pedalaman Sembakung, serta ratusan warga lain di wilayah perbatasan. Meski banjir telah surut dan akses jalan mulai pulih, pemerintah daerah tidak ingin lengah. SE bupati menekankan perlunya kewaspadaan tinggi terhadap potensi banjir, longsor, dan cuaca ekstrem yang bisa mengganggu arus mudik Lebaran.

Irwan Sabri dalam edarannya meminta seluruh aparatur pemerintah daerah, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa, untuk siaga penuh. Koordinasi intensif dengan TNI, Polri, relawan siaga bencana, serta masyarakat menjadi prioritas. "Agar memperhatikan tingkat kerawanan bencana setiap wilayah sesuai dengan hasil Kajian Risiko Bencana (KRB) Kabupaten Nunukan yang tertuang dalam Peraturan Bupati Nunukan Nomor 28 Tahun 2025 tentang Kajian Risiko Bencana Daerah Tahun 2025-2029," bunyi salah satu poin utama SE tersebut.

Bupati juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan guna mengurangi risiko bencana, serta selalu memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini dari BMKG serta BPBD Nunukan. Masyarakat diminta melaporkan kejadian bencana melalui nomor darurat 112 atau call center BPBD di 08115379995.


BPBD Nunukan Intensifkan Koordinasi dan Pemantauan

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nunukan, Asmar, menjelaskan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti SE bupati dengan sosialisasi ke seluruh instansi terkait, camat, kepala desa, dan warga. "Kita lakukan koordinasi lebih intensif kepada seluruh stakeholder terkait termasuk TNI/Polri dalam upaya kesiapsiagaan bencana. Kita juga lakukan diseminasi melalui rekan-rekan media," ujar Asmar.

BPBD Nunukan juga mengintensifkan peran Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) untuk memberikan update harian terkait kondisi kebencanaan. Personel, peralatan, dan pendukung telah disiapkan, termasuk pembentukan posko terpadu serta kesiapsiagaan tim SAR. Pemantauan cuaca dari BMKG terus dilakukan untuk mendeteksi potensi hujan ekstrem atau banjir kiriman ulang.

Wilayah pedalaman Sembakung dan dataran tinggi Krayan memang termasuk area rawan banjir lintas negara. Fenomena ini sering terjadi karena luapan sungai dari wilayah Malaysia yang berbatasan langsung. Sebelumnya, banjir serupa pada akhir Februari 2026 sempat merendam ratusan rumah dan memaksa sekolah diliburkan karena akses jalan terendam.


Dampak Banjir Sebelumnya dan Upaya Pemulihan

Banjir kiriman tersebut memengaruhi ribuan jiwa, dengan data awal mencatat sekitar 4.447 hingga 4.823 warga terdampak di lima desa. Meski tidak ada korban jiwa dilaporkan, akses transportasi terganggu dan aktivitas masyarakat terhambat. Saat ini, banjir telah surut sepenuhnya di sebagian besar area, dan warga mulai membersihkan rumah serta kembali beraktivitas normal.

Namun, status siaga tetap diberlakukan di seluruh wilayah Nunukan. Hal ini penting mengingat mobilitas tinggi selama mudik Lebaran, di mana ribuan pemudik melintasi jalur darat dan sungai di Kalimantan Utara. Potensi banjir ulang atau longsor bisa membahayakan keselamatan pemudik jika tidak diantisipasi.


Harapan untuk Mudik Aman dan Kondusif

Dengan edaran bupati dan langkah BPBD, Nunukan berupaya menciptakan situasi aman selama periode Lebaran 2026. Masyarakat diimbau tidak lengah meski banjir sebelumnya telah reda. Koordinasi lintas sektor diharapkan bisa mencegah dampak buruk dari bencana hidrometeorologi yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim.

Bagi warga Nunukan dan pemudik yang melintas, kewaspadaan dan kepatuhan terhadap informasi resmi menjadi kunci. Semoga upaya siaga ini berhasil menjaga keamanan dan kenyamanan selama mudik, sehingga Lebaran bisa dirayakan dengan damai di kampung halaman. Nunukan tetap waspada, tapi optimis menghadapi musim mudik tahun ini.

 

Also Read
Tag:
Latest News
  • Banjir di 5 Desa Nunukan Picu Siaga Bencana Jelang Mudik Lebaran 2026: Bupati Keluarkan Edaran Antisipasi
  • Banjir di 5 Desa Nunukan Picu Siaga Bencana Jelang Mudik Lebaran 2026: Bupati Keluarkan Edaran Antisipasi
  • Banjir di 5 Desa Nunukan Picu Siaga Bencana Jelang Mudik Lebaran 2026: Bupati Keluarkan Edaran Antisipasi
  • Banjir di 5 Desa Nunukan Picu Siaga Bencana Jelang Mudik Lebaran 2026: Bupati Keluarkan Edaran Antisipasi
  • Banjir di 5 Desa Nunukan Picu Siaga Bencana Jelang Mudik Lebaran 2026: Bupati Keluarkan Edaran Antisipasi
  • Banjir di 5 Desa Nunukan Picu Siaga Bencana Jelang Mudik Lebaran 2026: Bupati Keluarkan Edaran Antisipasi
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad