Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Ketua DPRD PPU Soroti Kondisi Pelabuhan Speedboat dan Klotok: Gerbang IKN yang Terlupakan

 

Ilustrasi AI

Penajam Paser Utara, 3 September 2025 — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Raup Muin, menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi pelabuhan speedboat dan klotok yang terletak di wilayahnya. Pelabuhan tersebut, yang seharusnya menjadi akses vital menuju Ibu Kota Nusantara (IKN), justru menunjukkan tanda-tanda kerusakan dan minim perawatan. Dalam pernyataannya, Raup menyebut pelabuhan itu sebagai “wajah depan PPU” yang ironisnya tidak mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

“Beberapa pondasi kayu di pelabuhan sudah tampak rapuh. Ini sangat memprihatinkan, apalagi itu adalah wajah depan PPU dan salah satu pintu masuk tercepat ke IKN,” ujar Raup dalam wawancara belum lama ini.

Pelabuhan speedboat dan klotok tersebut selama ini menjadi jalur transportasi utama bagi masyarakat yang melakukan perjalanan antardaerah, termasuk menuju kawasan strategis IKN. Namun, menurut Raup, keberadaan pelabuhan itu seolah luput dari perhatian para pemangku kebijakan. Ia menyoroti bahwa banyak pejabat daerah, termasuk aparatur sipil negara (ASN) dan kepala dinas, justru tidak menggunakan pelabuhan tersebut dalam aktivitas sehari-hari. Sebagian besar memilih jalur alternatif melalui Chevron, sehingga tidak merasakan langsung kondisi fasilitas publik yang digunakan masyarakat umum.

“Memang tidak ada kepedulian. Sebagian besar ASN, termasuk kepala dinas, malah lewat Chevron. Kalau tidak pernah lewat situ, bagaimana mau tahu dan peduli?” tegas Raup.

Menurutnya, DPRD PPU telah berulang kali mendorong pemerintah daerah untuk melakukan revitalisasi pelabuhan. Rencana perbaikan bahkan telah tercatat sejak satu dekade lalu, namun hingga kini belum terealisasi. Setiap tahun, alasan yang disampaikan selalu berkutat pada keterbatasan anggaran. Raup menyayangkan bahwa meskipun pelabuhan tersebut memiliki posisi strategis sebagai gerbang masuk ke IKN, perhatian terhadap infrastrukturnya masih sangat minim.

“Sudah 10 tahun rencananya, tapi terus tertunda. Alasannya selalu soal keterbatasan anggaran,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Menanggapi hambatan anggaran yang terus menjadi alasan utama, Raup meminta Pemerintah Kabupaten PPU untuk lebih proaktif menjalin koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim). Ia menekankan bahwa lokasi pelabuhan juga berada dalam wilayah kewenangan provinsi, sehingga seharusnya menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah kabupaten dan provinsi.

“Kalau nggak salah, itu juga masuk wilayah Provinsi. Maka kita mendorong agar pemerintah daerah menjalin kerja sama dengan Pemprov untuk merealisasikan revitalisasi pelabuhan itu,” tegas Raup.

Lebih lanjut, Raup menekankan bahwa pelabuhan speedboat dan klotok bukan sekadar fasilitas transportasi, melainkan bagian dari infrastruktur dasar yang digunakan masyarakat setiap hari. Ia menyebut bahwa perhatian terhadap fasilitas publik seperti ini adalah bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap kebutuhan warga. Dalam konteks pembangunan IKN yang terus digencarkan, pelabuhan tersebut seharusnya menjadi prioritas utama, bukan justru terabaikan.

“Itu pelabuhan umum. Warga setiap hari lewat situ. Harusnya jadi prioritas, apalagi posisinya strategis sebagai akses langsung menuju IKN,” pungkasnya.

Kondisi pelabuhan yang memprihatinkan ini tidak hanya berdampak pada kenyamanan dan keselamatan pengguna, tetapi juga mencerminkan ketimpangan dalam pembangunan infrastruktur di daerah penyangga IKN. Di saat pemerintah pusat dan Otorita IKN gencar membangun fasilitas modern di kawasan inti, pelabuhan yang menjadi pintu masuk utama dari sisi laut justru dibiarkan dalam kondisi yang nyaris tak layak.

Pelabuhan speedboat dan klotok di PPU selama ini menjadi tumpuan masyarakat pesisir dan pedalaman yang bergantung pada transportasi air. Selain sebagai jalur mobilitas harian, pelabuhan juga berfungsi sebagai titik distribusi barang dan logistik. Kerusakan pada pondasi kayu dan minimnya fasilitas pendukung seperti ruang tunggu, penerangan, dan aksesibilitas, membuat pelabuhan tersebut tidak mampu memenuhi standar pelayanan publik yang layak.

Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat setempat telah menyampaikan keluhan terkait kondisi pelabuhan, namun belum mendapat respons yang memadai. Beberapa inisiatif swadaya dilakukan oleh warga untuk memperbaiki bagian-bagian pelabuhan yang rusak, namun upaya tersebut tidak cukup untuk mengatasi kerusakan struktural yang lebih besar.

Raup Muin berharap agar pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki pelabuhan tersebut. Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk DPRD, Pemkab PPU, dan Pemprov Kaltim, untuk duduk bersama dan menyusun rencana revitalisasi yang realistis dan terukur. Menurutnya, pembangunan IKN harus disertai dengan penguatan infrastruktur dasar di daerah penyangga, agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Kalau kita bicara IKN sebagai masa depan Indonesia, maka gerbangnya juga harus mencerminkan masa depan. Jangan sampai pelabuhan yang jadi pintu masuk justru memperlihatkan wajah ketertinggalan,” tutup Raup.

Dengan sorotan dari Ketua DPRD PPU ini, harapan masyarakat terhadap perbaikan pelabuhan kembali menguat. Mereka berharap agar pemerintah tidak lagi menunda-nunda revitalisasi, dan menjadikan pelabuhan sebagai prioritas dalam agenda pembangunan daerah. Sebab, pelabuhan bukan hanya soal kayu dan dermaga, tetapi tentang akses, konektivitas, dan keadilan dalam pembangunan.

 

Also Read
Latest News
  • Ketua DPRD PPU Soroti Kondisi Pelabuhan Speedboat dan Klotok: Gerbang IKN yang Terlupakan
  • Ketua DPRD PPU Soroti Kondisi Pelabuhan Speedboat dan Klotok: Gerbang IKN yang Terlupakan
  • Ketua DPRD PPU Soroti Kondisi Pelabuhan Speedboat dan Klotok: Gerbang IKN yang Terlupakan
  • Ketua DPRD PPU Soroti Kondisi Pelabuhan Speedboat dan Klotok: Gerbang IKN yang Terlupakan
  • Ketua DPRD PPU Soroti Kondisi Pelabuhan Speedboat dan Klotok: Gerbang IKN yang Terlupakan
  • Ketua DPRD PPU Soroti Kondisi Pelabuhan Speedboat dan Klotok: Gerbang IKN yang Terlupakan
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad