Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Internet Murah untuk Kalbar: Pemerataan Digital Mulai Terwujud

 

Pontianak, 2 September 2025 — Masyarakat Kalimantan Barat (Kalbar) akan segera menikmati layanan internet murah sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas akses digital ke seluruh pelosok negeri. Program ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Provinsi Kalbar dan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), yang bertujuan untuk menghadirkan konektivitas yang terjangkau dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, menyampaikan bahwa program internet murah ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperluas akses pendidikan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi digital di daerah. Ia menekankan bahwa akses internet bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan, melainkan sudah menjadi kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh pemerintah.

“Internet murah ini bukan hanya soal koneksi, tetapi soal keadilan akses. Masyarakat di desa-desa terpencil harus punya hak yang sama untuk belajar, bekerja, dan berkomunikasi seperti masyarakat di kota besar,” ujar Sutarmidji dalam konferensi pers di Pontianak.

Program ini akan menjangkau ratusan titik layanan publik, termasuk sekolah, puskesmas, kantor desa, dan fasilitas umum lainnya. Dengan dukungan teknologi satelit dan jaringan fiber optik, pemerintah menargetkan bahwa seluruh kabupaten dan kota di Kalbar akan memiliki akses internet yang stabil dan terjangkau dalam waktu dekat.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalbar, Samuel, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan wilayah prioritas yang akan menerima layanan internet murah terlebih dahulu. Wilayah-wilayah tersebut dipilih berdasarkan tingkat keterisolasian, kepadatan penduduk, serta kebutuhan layanan publik yang mendesak.

“Kami sudah identifikasi titik-titik yang paling membutuhkan. Fokus utama kami adalah daerah yang selama ini belum tersentuh jaringan internet sama sekali,” kata Samuel.

Salah satu kabupaten yang menjadi prioritas adalah Kabupaten Kapuas Hulu, yang memiliki banyak desa di wilayah perbatasan. Di sana, akses internet masih sangat terbatas, dan masyarakat harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan sinyal yang memadai. Dengan hadirnya program ini, diharapkan anak-anak sekolah, tenaga kesehatan, dan pelaku UMKM di Kapuas Hulu dapat menikmati manfaat teknologi digital secara langsung.

Program internet murah ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk operator telekomunikasi dan penyedia layanan internet lokal. Mereka berkomitmen untuk menyediakan paket layanan dengan harga yang terjangkau, tanpa mengorbankan kualitas jaringan. Pemerintah daerah akan memfasilitasi proses perizinan dan pembangunan infrastruktur agar program ini berjalan lancar.

Selain itu, pemerintah juga akan menggelar pelatihan literasi digital bagi masyarakat, agar mereka dapat memanfaatkan internet secara produktif dan aman. Pelatihan ini akan mencakup penggunaan aplikasi pendidikan, layanan kesehatan digital, e-commerce, serta keamanan siber.

“Kami tidak hanya ingin masyarakat punya akses, tapi juga punya kemampuan untuk menggunakan teknologi secara bijak dan bermanfaat,” tambah Samuel.

Program ini merupakan bagian dari visi besar pemerintah untuk mewujudkan transformasi digital nasional. Kalimantan Barat, sebagai salah satu provinsi dengan wilayah yang luas dan beragam, menjadi contoh penting bagaimana pemerataan digital dapat dilakukan secara inklusif dan berkelanjutan.

Masyarakat menyambut baik program ini. Di Desa Sungai Uluk, Kabupaten Sintang, warga menyatakan antusiasme mereka terhadap rencana pemasangan jaringan internet murah. Kepala Desa, Bapak Herman, mengatakan bahwa selama ini anak-anak di desanya kesulitan mengakses materi pembelajaran daring, dan para pelaku usaha kecil tidak bisa memasarkan produk mereka secara online.

“Kalau internet sudah masuk desa, kami bisa belajar lebih banyak, jualan lebih luas, dan komunikasi jadi lebih mudah. Ini sangat kami tunggu,” ujar Herman.

Program ini juga diharapkan dapat mendukung layanan pemerintahan berbasis elektronik (e-Government) di tingkat desa dan kecamatan. Dengan konektivitas yang memadai, proses administrasi, pelayanan publik, dan koordinasi antarinstansi dapat dilakukan secara lebih efisien.

Gubernur Sutarmidji menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat dan kolaborasi lintas sektor. Ia mengajak semua pihak untuk mendukung program ini dengan semangat gotong royong dan komitmen bersama.

“Internet murah untuk Kalbar bukan sekadar proyek, tapi gerakan bersama untuk membuka peluang dan memperkuat solidaritas digital,” tutup Sutarmidji.

Dengan langkah ini, Kalimantan Barat bergerak menuju masa depan yang lebih terhubung, inklusif, dan berdaya saing. Program internet murah bukan hanya tentang kabel dan sinyal, tetapi tentang membuka jendela dunia bagi jutaan warga yang selama ini hidup dalam keterbatasan akses informasi.

 

Also Read
Latest News
  • Internet Murah untuk Kalbar: Pemerataan Digital Mulai Terwujud
  • Internet Murah untuk Kalbar: Pemerataan Digital Mulai Terwujud
  • Internet Murah untuk Kalbar: Pemerataan Digital Mulai Terwujud
  • Internet Murah untuk Kalbar: Pemerataan Digital Mulai Terwujud
  • Internet Murah untuk Kalbar: Pemerataan Digital Mulai Terwujud
  • Internet Murah untuk Kalbar: Pemerataan Digital Mulai Terwujud
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad