Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Wagub Kalbar: Masyarakat Pedalaman Belum Sepenuhnya Nikmati Kemerdekaan, Tugas Berat yang Harus Diselesaikan Bersama

  

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Kalimantan Barat menjadi momen refleksi mendalam tentang arti kemerdekaan yang sesungguhnya, khususnya ketika Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan, menyampaikan pesan tegas bahwa hingga kini masih ada warga di pedalaman yang belum sepenuhnya menikmati hasil kemerdekaan. Dalam acara ramah tamah yang berlangsung khidmat di Aula Kantor Bupati Kubu Raya pada Minggu, 17 Agustus, Krisantus menekankan bahwa menghadirkan pelayanan pemerintahan dan kemasyarakatan kepada saudara-saudara di wilayah pelosok masih menjadi pekerjaan besar yang harus dituntaskan bersama. Meski demikian, ia tetap menunjukkan optimisme bahwa tantangan ini bisa diatasi apabila semua pihak bersatu padu. “Tentu ini menjadi tugas kita bersama, bagaimana menghadirkan pelayanan pemerintahan dan kemasyarakatan di tengah-tengah saudara-saudara kita yang sangat jauh ini, namun saya optimis tugas berat ini mampu diatasi dengan bersama-sama,” ujarnya dalam sambutan yang mendapat perhatian penuh dari jajaran Pemerintah Provinsi Kalbar, pejabat Kabupaten Kubu Raya, unsur Forkopimda, serta keluarga penerima penghargaan yang turut hadir. Pada kesempatan itu, Wagub juga menyematkan penghargaan kepada Bupati Kubu Raya, Sujiwo, sebagai bentuk apresiasi atas kerja nyata yang telah dilakukan dalam memajukan daerah.

Krisantus tidak hanya menyinggung persoalan warga pedalaman yang belum sepenuhnya merasakan kemerdekaan, tetapi juga memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Bupati Sujiwo bersama Wakil Bupati Sukiryanto. Menurutnya, kepemimpinan yang responsif dan terbiasa turun langsung ke lapangan untuk mendengar aspirasi rakyat merupakan salah satu kunci percepatan pembangunan. Ia melihat bahwa langkah-langkah yang diambil jajaran Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah membawa energi positif yang berdampak langsung terhadap masyarakat, dan penghargaan yang diberikan merupakan simbol nyata dari pengakuan pemerintah terhadap dedikasi serta pengabdian tulus tersebut. Lebih jauh, Krisantus juga menyinggung peran pemerintah pusat dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dengan rencana kedatangan sejumlah Dirjen Kementerian ke Kubu Raya. Menurutnya, perhatian khusus ini menjadi sinyal bahwa pusat tidak menutup mata terhadap kebutuhan di daerah, dan hal ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian masalah-masalah pembangunan yang ada. “Beberapa Dirjen dari Kementerian akan hadir di Kabupaten Kubu Raya dalam rangka melihat apa yang sangat diperlukan di Kubu Raya ini. Saya pikir hal ini menjadi perhatian khususnya Pemerintah Pusat terhadap Kabupaten Kubu Raya,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Kubu Raya Sujiwo dalam sambutannya menekankan pentingnya mewariskan semangat perjuangan kemerdekaan kepada generasi muda agar mereka siap menghadapi tantangan pembangunan di masa depan. Ia menegaskan bahwa kemerdekaan bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah proses panjang yang harus terus diisi dengan kerja keras, gotong royong, serta inovasi yang berkelanjutan. Menurut Sujiwo, Pemkab Kubu Raya berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dasar kepada masyarakat, memperkuat infrastruktur yang menunjang aktivitas ekonomi dan sosial, serta menciptakan iklim investasi yang sehat demi mendorong kemajuan daerah. Ia menegaskan bahwa pembangunan yang sedang digulirkan tidak hanya sekadar mengejar angka pertumbuhan, tetapi lebih pada upaya menciptakan kabupaten yang maju, berdaya saing, dan masyarakatnya sejahtera. “Kami dengan semangat yang tinggi akan melanjutkan pembangunan Kubu Raya agar menjadi daerah yang maju, sejahtera, dan berdaya saing. Semua ini hanya bisa terwujud jika pemerintah dan masyarakat bergandengan tangan,” tegas Sujiwo, menutup sambutannya dengan nada penuh keyakinan.

Pernyataan Wagub Krisantus yang menyinggung kondisi masyarakat pedalaman seakan menjadi pengingat bahwa meski Indonesia sudah delapan dekade merdeka, masih ada ketimpangan yang harus dijembatani. Kehadiran negara belum sepenuhnya dirasakan merata, terutama di daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh infrastruktur modern. Tantangan ini bukan hanya soal membangun jalan, jembatan, atau fasilitas kesehatan, tetapi juga tentang bagaimana menghadirkan rasa keadilan dan pemerataan pelayanan publik yang menjadi hak setiap warga negara. Dengan demikian, pesan tersebut menjadi semacam ajakan moral agar semua pihak, baik pemerintah provinsi, kabupaten, maupun pusat, tidak hanya berhenti pada seremoni perayaan kemerdekaan, tetapi menjadikannya titik tolak untuk melipatgandakan usaha dalam menyentuh masyarakat yang paling membutuhkan.

Pada akhirnya, momentum peringatan HUT RI ke-80 di Kalimantan Barat ini bukan sekadar ajang seremonial, tetapi juga sarana untuk menegaskan kembali komitmen dalam membangun daerah. Kehadiran tokoh-tokoh penting, mulai dari Wagub, Bupati, hingga jajaran pejabat daerah dan keluarga penerima penghargaan, memperlihatkan bahwa pembangunan adalah kerja kolektif yang memerlukan sinergi. Pesan yang disampaikan dalam acara ini sarat dengan makna: bahwa kemerdekaan sejati baru bisa dirasakan apabila seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang tinggal jauh di pelosok pedalaman, bisa menikmati pelayanan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, serta akses ekonomi yang setara. Dan untuk mewujudkannya, dibutuhkan keberanian, ketekunan, serta semangat gotong royong sebagaimana yang diwariskan oleh para pejuang kemerdekaan. Dengan semangat itu pula, Kalimantan Barat diharapkan mampu terus melangkah maju, menjadikan kemerdekaan bukan hanya slogan, tetapi realitas yang dirasakan secara merata oleh seluruh warganya.

Also Read
Latest News
  • Wagub Kalbar: Masyarakat Pedalaman Belum Sepenuhnya Nikmati Kemerdekaan, Tugas Berat yang Harus Diselesaikan Bersama
  • Wagub Kalbar: Masyarakat Pedalaman Belum Sepenuhnya Nikmati Kemerdekaan, Tugas Berat yang Harus Diselesaikan Bersama
  • Wagub Kalbar: Masyarakat Pedalaman Belum Sepenuhnya Nikmati Kemerdekaan, Tugas Berat yang Harus Diselesaikan Bersama
  • Wagub Kalbar: Masyarakat Pedalaman Belum Sepenuhnya Nikmati Kemerdekaan, Tugas Berat yang Harus Diselesaikan Bersama
  • Wagub Kalbar: Masyarakat Pedalaman Belum Sepenuhnya Nikmati Kemerdekaan, Tugas Berat yang Harus Diselesaikan Bersama
  • Wagub Kalbar: Masyarakat Pedalaman Belum Sepenuhnya Nikmati Kemerdekaan, Tugas Berat yang Harus Diselesaikan Bersama
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad