Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Mangrove Terakhir: Kalimantan Timur Bentuk Tim Khusus untuk Menyelamatkan Hutan Pesisir

 

Samarinda, 27 Agustus 2025 — Di tengah ancaman nyata terhadap ekosistem pesisir, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengambil langkah strategis dengan membentuk Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD), sebuah tim lintas sektor yang bertugas mengawal restorasi dan perlindungan hutan mangrove yang kian menyusut. Langkah ini bukan hanya respons terhadap data deforestasi yang mengkhawatirkan, tetapi juga bagian dari upaya menyeluruh untuk menyelamatkan kawasan pesisir dari kerusakan permanen akibat alih fungsi lahan, pertambangan, dan pembangunan yang tidak berkelanjutan.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa KKMD dibentuk melalui Surat Keputusan Gubernur sebagai wadah koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, akademisi, dan mitra pembangunan. Ia menekankan bahwa restorasi mangrove tidak cukup hanya dengan penanaman ulang, melainkan harus disertai dengan pengelolaan yang terarah, pemetaan kondisi ekosistem, penyelesaian konflik lahan, dan penyusunan data dasar yang akurat sebagai landasan program rehabilitasi jangka panjang.

Data yang dirilis Pemprov Kaltim menunjukkan penurunan drastis luasan hutan mangrove dalam lima dekade terakhir. Pada era 1970–1980, Kalimantan Timur masih memiliki sekitar 950 ribu hektare hutan mangrove. Namun kini, angka tersebut merosot tajam menjadi hanya 240.870 hektare. Di Kutai Kartanegara, misalnya, dari 50 ribu hektare mangrove yang tercatat pada 1994, kini hanya tersisa sekitar 3 ribu hektare. Penurunan ini mencerminkan lemahnya perlindungan terhadap vegetasi pesisir yang selama ini menjadi benteng alami terhadap abrasi dan intrusi air laut.

Seno Aji menyebut bahwa penyebab utama penyusutan mangrove adalah alih fungsi lahan untuk pertambangan, pembukaan tambak yang tidak ramah lingkungan, serta pembangunan infrastruktur dan pemukiman yang mengabaikan keberlanjutan ekosistem. Ia mengakui bahwa selama ini rehabilitasi mangrove belum mencapai hasil optimal, dengan tingkat keberhasilan hanya berkisar antara 30 hingga 40 persen. Oleh karena itu, KKMD akan bekerja dengan fokus pada lima isu prioritas: mengendalikan alih fungsi lahan, meningkatkan efektivitas rehabilitasi, mengembangkan mata pencaharian berbasis mangrove, mendorong budidaya tambak berkelanjutan, dan memperkuat kelembagaan perlindungan ekosistem.

Target strategis yang dicanangkan KKMD adalah merehabilitasi 101 ribu hektare mangrove potensial di seluruh wilayah Kalimantan Timur, dengan prioritas utama di kawasan delta Mahakam. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu ekosistem pesisir paling produktif di Indonesia, namun juga paling rentan terhadap tekanan pembangunan. Restorasi di kawasan ini tidak hanya penting secara ekologis, tetapi juga memiliki dampak sosial dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal yang menggantungkan hidup pada sumber daya pesisir.

Lebih dari sekadar rehabilitasi, Seno menekankan pentingnya perlindungan terhadap kawasan mangrove yang masih tersisa. Ia menyatakan bahwa pengelolaan mangrove harus melibatkan masyarakat lokal secara aktif, termasuk perempuan, dalam setiap tahapan perencanaan dan pelaksanaan. Pendekatan partisipatif ini dianggap sebagai kunci keberhasilan jangka panjang, karena masyarakat adalah pihak yang paling memahami dinamika lokal dan memiliki kepentingan langsung terhadap keberlanjutan ekosistem.

Selain fungsi ekologisnya sebagai pelindung pesisir, mangrove juga memiliki potensi besar dalam skema perdagangan karbon. Seno menyebut bahwa cadangan karbon yang tersimpan dalam ekosistem mangrove dapat dikelola sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah yang berkelanjutan. Dengan mekanisme yang tepat, perdagangan karbon berbasis mangrove dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah, sekaligus memperkuat komitmen Indonesia dalam pengurangan emisi gas rumah kaca.

Pembentukan KKMD juga diharapkan menjadi model koordinasi lintas sektor yang dapat direplikasi di provinsi lain. Dalam konteks perubahan iklim dan degradasi lingkungan yang semakin nyata, pendekatan terpadu antara pemerintah, akademisi, masyarakat, dan sektor swasta menjadi satu-satunya jalan untuk menyelamatkan ekosistem yang tersisa. Kalimantan Timur, dengan segala tantangan dan potensinya, kini berada di garis depan dalam perjuangan menjaga hutan pesisir Indonesia.

Namun tantangan ke depan tidak ringan. Restorasi mangrove membutuhkan waktu, sumber daya, dan komitmen politik yang konsisten. Selain itu, pengawasan terhadap alih fungsi lahan harus diperketat, dan regulasi yang ada perlu diperkuat agar tidak mudah diabaikan oleh kepentingan ekonomi jangka pendek. Dalam hal ini, KKMD dituntut untuk tidak hanya menjadi tim teknis, tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan paradigma dalam pengelolaan sumber daya alam.

Langkah Kalimantan Timur membentuk KKMD adalah sinyal bahwa daerah tidak tinggal diam menghadapi krisis ekologi. Di tengah tekanan pembangunan dan eksploitasi sumber daya, muncul kesadaran baru bahwa keberlanjutan bukan pilihan, melainkan keharusan. Mangrove, sebagai ekosistem yang menyimpan kehidupan dan harapan, kini menjadi simbol perjuangan untuk masa depan yang lebih hijau dan adil.

Dengan komitmen yang kuat dan kerja sama lintas sektor, Kalimantan Timur berupaya membalikkan tren penyusutan hutan pesisir. Dari 950 ribu hektare yang pernah ada, kini tersisa kurang dari seperempatnya. Namun dengan langkah-langkah strategis yang telah dirancang, harapan untuk memulihkan dan melindungi mangrove kembali menyala. Di antara akar-akar yang mencengkeram lumpur, tumbuh tekad baru untuk menjaga bumi dari pinggirannya.

 

Also Read
Tag:
Latest News
  • Mangrove Terakhir: Kalimantan Timur Bentuk Tim Khusus untuk Menyelamatkan Hutan Pesisir
  • Mangrove Terakhir: Kalimantan Timur Bentuk Tim Khusus untuk Menyelamatkan Hutan Pesisir
  • Mangrove Terakhir: Kalimantan Timur Bentuk Tim Khusus untuk Menyelamatkan Hutan Pesisir
  • Mangrove Terakhir: Kalimantan Timur Bentuk Tim Khusus untuk Menyelamatkan Hutan Pesisir
  • Mangrove Terakhir: Kalimantan Timur Bentuk Tim Khusus untuk Menyelamatkan Hutan Pesisir
  • Mangrove Terakhir: Kalimantan Timur Bentuk Tim Khusus untuk Menyelamatkan Hutan Pesisir
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad