Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Kasus Narkoba Pelajar di Kaltara, Disdik Ingatkan Orang Tua Lebih Ketat Awasi Anak

TARAKAN – Kasus keterlibatan seorang pelajar SMA di Kota Tarakan dalam peredaran narkoba mengguncang masyarakat Kalimantan Utara (Kaltara). Seorang remaja berinisial MDF alias J, yang masih berstatus pelajar dan di bawah umur, ditangkap Polres Tarakan pada Juli lalu karena diduga menyalahgunakan narkotika jenis pil ekstasi. Kasus ini menimbulkan keprihatinan mendalam, sebab selain menggunakan, MDF juga sempat diduga ikut mengedarkan barang haram tersebut kepada teman-temannya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) Kaltara bergerak cepat merespons kasus ini dengan mengingatkan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendidik dan mengawasi anak. Kepala Seksi (Kasi) Pembina SMA Disdik Kaltara, Hanni, menegaskan bahwa sekolah tidak bisa bekerja sendirian dalam menjaga siswa dari jeratan narkoba.

“Sekolah hanya delapan jam sehari bersama siswa. Selebihnya anak ada di rumah. Fungsi orang tua harus diperkuat karena pembentukan karakter utama tetap dari keluarga,” ujar Hanni, Senin (18/8/2025).


Satu Kasus dari Ribuan Siswa, Tapi Mengkhawatirkan

Hanni menjelaskan, dari total 10.565 pelajar SMA-SMK di Kaltara periode 2020–2025, kasus ini memang hanya melibatkan satu siswa. Namun, fakta bahwa pelajar tersebut sempat ikut mengedarkan narkoba justru menjadi alarm yang serius. Menurutnya, satu kasus saja sudah cukup untuk menggambarkan bahwa ancaman narkoba bisa masuk ke dunia pendidikan kapan saja jika tidak diantisipasi.

“Ini memang kasus tunggal, tapi kita tidak bisa menutup mata. Kalau ada satu saja yang berani masuk ke ranah itu, berarti pintu sudah terbuka. Kita harus segera menutup pintu itu rapat-rapat sebelum meluas,” tegasnya.


Langkah Pencegahan Sudah Dijalankan Sekolah

Pihak sekolah sendiri sejatinya sudah menjalankan berbagai langkah preventif. Saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), siswa baru selalu mendapatkan penyuluhan mengenai bahaya narkoba dan judi online. Sekolah bahkan rutin menghadirkan pihak kepolisian maupun Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memberikan edukasi langsung.

Selain itu, tes urine juga sudah dilakukan terhadap sejumlah siswa baru. Hasilnya cukup melegakan: berdasarkan screening yang dilakukan Dinas Kesehatan bersama BNN terhadap 401 siswa SMA Negeri 1 Tarakan, seluruhnya dinyatakan negatif narkoba. Meski demikian, sekolah sadar bahwa upaya mereka tetap memiliki keterbatasan.

“Sekolah sudah ada CCTV, ada guru yang mengawasi, tapi kan tidak bisa 24 jam. Karena itu, peran orang tua jadi faktor paling penting,” jelas Hanni.


Keterbatasan Sekolah, Pentingnya Keterlibatan Keluarga

Menurut Hanni, keluarga adalah benteng pertama yang dapat mencegah anak dari pengaruh buruk narkoba. Sekolah memang memiliki peran penting dalam mendidik, tetapi jam kebersamaan siswa dengan orang tua jauh lebih banyak. Di rumah, anak-anak membutuhkan pendampingan, pengawasan, dan teladan nyata agar tidak mudah terpengaruh lingkungan negatif.

“Kadang orang tua berpikir cukup menitipkan anak ke sekolah, padahal tidak sesederhana itu. Pendidikan karakter utama datang dari rumah. Kalau anak sudah punya benteng moral yang kuat dari keluarga, godaan apapun di luar akan lebih mudah ditolak,” ujarnya.

Ia menegaskan, tanda-tanda penyalahgunaan narkoba bisa dilihat dari perubahan perilaku, prestasi, dan sikap siswa. Jika anak yang biasanya ceria tiba-tiba murung, prestasi menurun drastis, atau menunjukkan sikap yang mencurigakan, orang tua harus segera tanggap.

“Sekolah biasanya langsung berkoordinasi dengan BNN untuk tes urine lanjutan jika ada indikasi. Tapi yang pertama kali bisa melihat perubahan anak tentu orang tua di rumah,” tambahnya

.

Dampak Narkoba pada Generasi Muda

Kasus MDF alias J ini kembali membuka mata bahwa narkoba bisa menyasar siapa saja, termasuk remaja yang seharusnya masih fokus menuntut ilmu. Dampak narkoba pada generasi muda sangat merugikan, mulai dari rusaknya kesehatan fisik dan mental, hancurnya masa depan akademik, hingga keterlibatan dalam tindak kriminal.

Lebih berbahaya lagi, remaja yang terjerumus narkoba sering dijadikan target oleh jaringan pengedar untuk dijadikan kurir atau perantara, karena dinilai lebih mudah dipengaruhi dan dianggap “tidak mencurigakan”. Jika kondisi ini dibiarkan, bukan hanya masa depan pelajar tersebut yang hancur, tetapi juga citra sekolah dan dunia pendidikan secara keseluruhan.


Harapan Kasus Ini Jadi yang Terakhir

Disdik Kaltara berharap kasus ini bisa menjadi yang terakhir. Sekolah, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat harus bergandengan tangan agar tidak ada lagi pelajar yang terjerumus. Menurut Hanni, salah satu kunci keberhasilan pencegahan adalah komunikasi yang baik antara anak dan orang tua.

“Kalau anak-anak merasa didengar dan diperhatikan, mereka akan lebih terbuka bercerita. Itu bisa jadi pintu awal untuk mengetahui masalah mereka sebelum terjerumus lebih jauh,” ujarnya.

Selain itu, ia mendorong sekolah-sekolah di Kaltara untuk terus memperkuat program penyuluhan, meningkatkan kerja sama dengan BNN dan kepolisian, serta memperluas tes urine berkala.

“Harapan kami, kasus ini yang terakhir. Anak-anak jangan sampai lagi terjerumus,” pungkas Hanni.


Pencegahan Lebih Baik daripada Penindakan

Kasus narkoba di kalangan pelajar memang harus ditindak tegas, namun penindakan bukanlah solusi jangka panjang. Pencegahan dan edukasi adalah kunci utama agar generasi muda terbebas dari jeratan narkoba.

Dengan adanya kerja sama antara sekolah, orang tua, pemerintah, dan aparat hukum, diharapkan lingkungan pendidikan di Kaltara tetap bersih dari pengaruh narkoba. Anak-anak sebagai generasi penerus bangsa harus dilindungi agar dapat tumbuh sehat, berprestasi, dan memiliki masa depan cerah.

Also Read
Latest News
  • Kasus Narkoba Pelajar di Kaltara, Disdik Ingatkan Orang Tua Lebih Ketat Awasi Anak
  • Kasus Narkoba Pelajar di Kaltara, Disdik Ingatkan Orang Tua Lebih Ketat Awasi Anak
  • Kasus Narkoba Pelajar di Kaltara, Disdik Ingatkan Orang Tua Lebih Ketat Awasi Anak
  • Kasus Narkoba Pelajar di Kaltara, Disdik Ingatkan Orang Tua Lebih Ketat Awasi Anak
  • Kasus Narkoba Pelajar di Kaltara, Disdik Ingatkan Orang Tua Lebih Ketat Awasi Anak
  • Kasus Narkoba Pelajar di Kaltara, Disdik Ingatkan Orang Tua Lebih Ketat Awasi Anak
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad