IKN TIME

IKN TIME

  • IKN
  • Pembangunan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Borneo
  • _Kalbar
  • _Kaltim
  • _Kalsel
  • _Kalteng
  • _Kaltara
  • _Sarawak
  • _Sabah
  • _Brunei
  • Budaya
  • _Dayak
  • _Melayu
  • _Tionghoa
  • _Seni
  • _Sejarah
  • _Sastra
  • Hidup
  • _Inspirasi
  • _Sosok
  • _Kesehatan
  • _Pendidikan
  • _Wisata
  • _Hiburan
  • _Olahraga
  • Iptek
  • _Sain
  • _Teknologi
  • _Buku
  • Loker
  • Home
  • Kalteng
  • Kesehatan
  • Pendidikan

Dari Papan Interaktif ke Visi Inklusif: Kalimantan Tengah Menata Ulang Masa Depan Pelajar Lewat Program Strategis Nasional

By IKN TIME
August 28, 2025

 

Di tengah lanskap Kalimantan Tengah yang luas dan beragam, dari hutan tropis yang lebat hingga sungai-sungai yang membelah kabupaten, sebuah transformasi senyap sedang berlangsung. Bukan pembangunan jalan atau jembatan yang menjadi sorotan kali ini, melainkan pergeseran paradigma dalam pendidikan dan kesehatan pelajar. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran, mulai menata ulang fondasi masa depan generasi muda melalui Program Strategis Nasional yang menyentuh langsung ruang kelas dan ruang hidup siswa.

Kunjungan Gubernur ke SMA Negeri 3 Palangka Raya pada 20 Agustus 2025 menjadi simbol dari komitmen tersebut. Di sana, ia tidak hanya hadir sebagai pejabat yang meresmikan fasilitas, tetapi sebagai figur yang ingin menyentuh denyut kehidupan pelajar secara langsung. Ia berdiri di depan smart board—papan tulis digital yang kini menggantikan kapur dan spidol—dan menyaksikan bagaimana teknologi mulai menjadi bagian tak terpisahkan dari proses belajar. Di balik gestur sederhana itu, tersimpan visi besar: menjadikan pendidikan sebagai ruang yang adaptif, inklusif, dan relevan dengan tantangan zaman.

Smart board bukan sekadar alat bantu visual. Ia adalah representasi dari perubahan cara berpikir tentang pendidikan. Di Kalimantan Tengah, yang memiliki tantangan geografis berupa wilayah terpencil dan akses terbatas, teknologi menjadi jembatan yang menghubungkan siswa dengan dunia luar. Melalui perangkat ini, guru dapat menyampaikan materi secara interaktif, menampilkan video pembelajaran, simulasi, bahkan mengakses sumber belajar global. Siswa pun tidak lagi menjadi penerima pasif, melainkan peserta aktif dalam proses belajar yang dinamis.

Namun, transformasi ini tidak berhenti pada aspek teknologi. Pemerintah provinsi menyadari bahwa pendidikan yang baik harus berjalan beriringan dengan kesehatan yang terjaga. Oleh karena itu, Program Strategis Nasional yang diterapkan di Kalimantan Tengah juga mencakup aspek kesehatan pelajar secara menyeluruh. Di sekolah-sekolah, mulai diterapkan pemeriksaan kesehatan berkala, penyediaan fasilitas sanitasi yang layak, serta edukasi tentang pola hidup sehat. Siswa dikenalkan pada pentingnya gizi seimbang, olahraga rutin, dan manajemen stres—hal-hal yang sering kali terabaikan dalam sistem pendidikan konvensional.

Langkah ini menjadi penting karena Kalimantan Tengah memiliki karakteristik demografis yang unik. Banyak daerah yang masih tergolong 3T—tertinggal, terdepan, dan terluar—dengan akses terbatas terhadap layanan kesehatan dan pendidikan berkualitas. Program ini hadir sebagai bentuk afirmasi, memastikan bahwa setiap anak, di kota maupun desa, memiliki hak yang sama untuk belajar dan tumbuh sehat. Pemerintah provinsi mulai mendistribusikan perangkat digital ke sekolah-sekolah terpencil, melatih guru agar mampu mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran, dan membangun fasilitas kesehatan dasar di lingkungan sekolah.

Gubernur Agustiar Sabran, dalam berbagai kesempatan, menegaskan bahwa investasi terbesar bukan pada gedung-gedung megah, tetapi pada manusia yang mengisinya. Ia mendorong agar setiap sekolah menjadi pusat pembelajaran yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan daya tahan siswa. Dalam kunjungannya ke SMA Negeri 3, ia berdialog langsung dengan guru dan siswa, mendengarkan aspirasi mereka, dan menyerap semangat yang tumbuh di ruang kelas. Ia ingin memastikan bahwa kebijakan yang dibuat di kantor gubernur benar-benar menyentuh realitas di lapangan.

Transformasi ini juga berdampak pada cara guru mengajar. Dengan dukungan teknologi dan pelatihan yang intensif, para pendidik mulai mengubah pendekatan mereka. Metode ceramah satu arah mulai digantikan dengan diskusi kelompok, simulasi, dan proyek kolaboratif. Guru menjadi fasilitator, bukan sekadar penyampai informasi. Siswa pun didorong untuk berpikir kritis, mengemukakan pendapat, dan mengeksplorasi ide-ide baru. Ini adalah perubahan budaya yang tidak mudah, tetapi perlahan mulai mengakar.

Di sisi lain, tantangan tetap ada. Tidak semua sekolah memiliki akses yang sama terhadap teknologi dan fasilitas kesehatan. Pemerintah provinsi menyadari hal ini dan mulai merancang kebijakan afirmatif untuk daerah-daerah yang tertinggal. Program distribusi perangkat digital, pelatihan guru, dan pembangunan fasilitas kesehatan terus digulirkan agar kesenjangan antarwilayah dapat ditekan. Visi besar ini menuntut konsistensi, kolaborasi lintas sektor, dan partisipasi aktif dari masyarakat.

Kalimantan Tengah kini berada di persimpangan penting. Dengan komitmen yang kuat dari pemerintah daerah dan dukungan dari pusat, provinsi ini memiliki peluang besar untuk menciptakan sistem pendidikan dan kesehatan pelajar yang menjadi model bagi daerah lain. Smart board di ruang kelas hanyalah permulaan. Di balik layar, ada gerakan besar yang ingin memastikan bahwa setiap anak, di kota maupun desa, memiliki hak yang sama untuk belajar dan tumbuh sehat.

Lebih jauh, program ini juga membuka ruang bagi partisipasi komunitas. Orang tua, tokoh masyarakat, dan organisasi lokal mulai dilibatkan dalam proses pendidikan. Mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi mitra aktif dalam membentuk lingkungan belajar yang sehat dan produktif. Di beberapa sekolah, sudah mulai diterapkan program “Sekolah Sehat Berbasis Komunitas” yang mengintegrasikan edukasi kesehatan dengan kegiatan sosial, seperti kebun sekolah, dapur sehat, dan klinik mini.

Dalam konteks nasional, langkah Kalimantan Tengah ini sejalan dengan arah kebijakan pendidikan Indonesia yang menekankan pada Merdeka Belajar dan transformasi digital. Namun, yang membedakan adalah pendekatan lokal yang kontekstual. Pemerintah provinsi tidak sekadar menyalin kebijakan pusat, tetapi menyesuaikannya dengan kebutuhan dan karakteristik daerah. Ini menunjukkan bahwa otonomi daerah dapat menjadi kekuatan jika dijalankan dengan visi dan keberpihakan yang jelas.

Dan di SMA Negeri 3 Palangka Raya, di tengah sorotan lampu dan kunjungan gubernur, harapan itu mulai menyala. Bukan hanya karena teknologi yang dipasang, tetapi karena semangat yang ditanamkan: bahwa pendidikan dan kesehatan bukan sekadar program, tetapi janji kepada masa depan. Kalimantan Tengah, dengan segala tantangannya, kini melangkah dengan lebih percaya diri—menata ulang masa depan pelajar dengan tangan yang terbuka dan visi yang menyala.

 

Tags:
  • Kalteng
  • Kesehatan
  • Pendidikan
Share:
Also read
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
IKN TIME
IKN TIME
IKN TIME adalah sebuah sebuah sindikasi informasi yang berisikan berita politik, ekonomi, budaya lintas negara di Borneo. Terutama yang terkait dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan seluruh aspek kehidupan di pulau Borneo
Related news
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Latest news
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Show more
Most popular
  • Dari Teknologi ke Hati: Gubernur Kalteng Dukung Digitalisasi untuk Sekolah Berkebutuhan Khusus

    June 17, 2025
    Dari Teknologi ke Hati: Gubernur Kalteng Dukung Digitalisasi untuk Sekolah Berkebutuhan Khusus
  • Waskita Karya Raup Proyek Jalan Rp396,6 Miliar di IKN, Bukti Proyek Jokowi Masih Bergerak di Era Prabowo

    June 13, 2025
    Waskita Karya Raup Proyek Jalan Rp396,6 Miliar di IKN, Bukti Proyek Jokowi Masih Bergerak di Era Prabowo
  • Bentrokan Pecah di DPRD Kalbar, Gas Air Mata dan Lemparan Batu Warnai Aksi Tolak Kenaikan Tunjangan DPR

    August 27, 2025
    Bentrokan Pecah di DPRD Kalbar, Gas Air Mata dan Lemparan Batu Warnai Aksi Tolak Kenaikan Tunjangan DPR
  • Hutan Dirusak, Negara Merugi: Skandal Pembukaan Lahan Sawit Ilegal 102 Hektar di Lamandau

    May 01, 2025
    Hutan Dirusak, Negara Merugi: Skandal Pembukaan Lahan Sawit Ilegal 102 Hektar di Lamandau
  • Taiwan Kepincut IKN: Dari Teknologi Hingga Energi, Raksasa Industri Taiwan Siap Ramaikan Kota Masa Depan Indonesia

    May 17, 2025
    Taiwan Kepincut IKN: Dari Teknologi Hingga Energi, Raksasa Industri Taiwan Siap Ramaikan Kota Masa Depan Indonesia
Most popular tags
  • Advertorial
  • Cerita Rakyat
  • English
  • Militer
  • Pemilu
IKN TIME
Company
  • About Us
  • Contact Us
  • Careers
  • Advertise With Us
Legal & Privacy
  • Terms of Service
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
News
  • English News
  • Pemilu
  • Militer
  • Cerita Rakyat
Community
  • Loker
  • Dayak
  • Melayu
  • Tionghoa
Copyright © 2025 IKN TIME. All rights reserved.
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo