Gangguan Lampu Runway Bandara Supadio Pontianak Memaksa Tiga Pesawat Batal Mendarat dan Terbang

 

Foto : Okezone
Minggu sore, 9 Juni 2024, menjadi hari yang penuh ketegangan bagi penumpang dan petugas Bandara Internasional Supadio Pontianak. Gangguan pada lampu runway di bandara tersebut menyebabkan tiga penerbangan dibatalkan, yakni Super Air Jet IU 638, Citilink QG 413, dan Citilink QG 419. Kejadian ini terjadi saat hujan lebat mengguyur Pontianak, mengakibatkan masalah pada lampu runway edge yang sangat vital untuk keselamatan penerbangan.

 

Hujan Lebat dan Gangguan Lampu Runway

Kejadian ini bermula saat hujan deras turun di area Bandara Supadio Pontianak pada Minggu sore. Hujan lebat tersebut ternyata berdampak pada sistem penerangan runway, khususnya lampu runway edge yang merupakan komponen penting dalam panduan pendaratan dan lepas landas pesawat. Executive General Manager (EGM) PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Supadio Pontianak, Muhamad Iwan Sutisna, mengonfirmasi bahwa gangguan tersebut terjadi karena hujan lebat yang mengguyur area bandara.

"Kami mendapati gangguan pada lampu runway edge saat hujan lebat tadi sore. Saat ini, tim kami sedang berupaya melakukan perbaikan secepat mungkin," ujar Iwan Sutisna saat dihubungi pada Minggu malam. Ia juga menambahkan bahwa lampu di area apron, taxiway, dan lampu-lampu lainnya berfungsi normal sehingga area-area tersebut tetap aman digunakan.

 

Koordinasi dengan Penumpang

Dengan adanya gangguan ini, pihak bandara segera melakukan koordinasi dengan para penumpang yang terkena dampak. Salah satu penumpang dengan tujuan Jakarta, Aseanty Pahlevi, menyatakan kekecewaannya atas pembatalan penerbangan ini. "Pembatalan ini sangat merugikan kami sebagai penumpang. Informasi dari petugas mengatakan bahwa penerbangan harus dibatalkan karena lampu runway bandara mati," ujarnya.

Menurut Aseanty, tidak ada pesawat yang bisa mendarat atau lepas landas malam itu. "Tiga pesawat terpaksa Return to Base, artinya mereka kembali ke bandara asal dan tidak jadi mendarat di Pontianak," tambahnya.

 

Dampak Pembatalan Penerbangan

Pembatalan penerbangan ini tentu saja membawa berbagai dampak, baik bagi penumpang maupun maskapai penerbangan. Penumpang yang sudah merencanakan perjalanan harus mengatur ulang jadwal mereka, mencari akomodasi tambahan jika diperlukan, dan menanggung kerugian finansial maupun waktu. Maskapai penerbangan juga harus mengatur ulang operasional mereka, memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang, serta menanggung biaya tambahan akibat gangguan ini.

 

Upaya Perbaikan dan Penanganan

Tim teknis Bandara Supadio Pontianak terus bekerja keras untuk memperbaiki masalah pada lampu runway. Mereka melakukan berbagai upaya agar sistem penerangan runway dapat kembali normal dan penerbangan bisa berjalan lancar. Pihak bandara juga terus memberikan informasi terbaru kepada penumpang dan maskapai penerbangan mengenai perkembangan perbaikan ini.

"Kami berharap perbaikan ini bisa segera selesai agar penerbangan dapat kembali normal. Keamanan dan kenyamanan penumpang adalah prioritas utama kami," kata Iwan Sutisna.

 

Refleksi dan Tindakan Ke Depan

Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi pihak bandara dan semua yang terlibat dalam operasional penerbangan. Cuaca ekstrem seperti hujan lebat bisa berdampak signifikan pada keselamatan penerbangan, dan pentingnya kesiapan serta respon cepat dalam menangani gangguan teknis menjadi semakin jelas. Koordinasi yang baik antara pihak bandara, maskapai penerbangan, dan penumpang juga menjadi kunci dalam menghadapi situasi darurat seperti ini.

Kejadian gangguan pada lampu runway Bandara Supadio Pontianak yang terjadi pada Minggu sore, 9 Juni 2024, menyoroti pentingnya kesiapan dan ketanggapan dalam operasional bandara. Meskipun tiga penerbangan terpaksa dibatalkan, langkah-langkah cepat yang diambil oleh pihak bandara untuk memperbaiki masalah ini menunjukkan komitmen mereka terhadap keselamatan dan kenyamanan penumpang. Semoga upaya perbaikan dapat segera membuahkan hasil dan penerbangan di Bandara Supadio Pontianak kembali berjalan normal. Kejadian ini juga menjadi pengingat akan pentingnya perawatan dan pengawasan rutin terhadap sistem-sistem kritis di bandara agar kejadian serupa dapat dihindari di masa mendatang.

Next Post Previous Post