Penerapan Teknologi Kazakhstan untuk Awasi Lalu Lintas IKN: Investasi Rp 8,9 Miliar untuk Uji Coba

  

Foto : Trafficlighttech Magazine

Sergek Projects Ltd, sebuah perusahaan teknologi asal Kazakhstan, telah memulai langkah besar dalam mendukung transformasi transportasi di Indonesia. Mereka telah mengalokasikan dana sebesar US$ 560 ribu atau sekitar Rp 8,9 miliar untuk melakukan proof of concept (POC) sistem transportasi cerdas di Balikpapan, Kalimantan Timur. Sistem ini dirancang untuk diimplementasikan di Ibu Kota Nusantara (IKN), yang juga berlokasi di Kalimantan Timur. Deputi Transformasi Hijau dan Digital, Mohammed Ali Berawi, mengungkapkan bahwa penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Sergek dan pemerintah telah dilakukan pada September 2023. Tindak lanjut dari MoU ini adalah uji coba POC yang dimulai pada Januari dan akan berlangsung hingga April 2024.

"Investasi yang dilakukan oleh Sergek sejauh ini sekitar US$ 500 ribuan. Ini mencakup pembelian perangkat keras, pemasangan kamera, server, platform, dan lain-lain," kata Ali dalam sebuah konferensi pers di Hotel JW Marriot Kuningan, Jakarta Selatan, pada Senin, 27 Mei 2024.

Pemilihan Balikpapan sebagai lokasi uji coba bukan tanpa alasan. Saat ini, pembangunan infrastruktur jalan di kawasan IKN masih berlangsung, sehingga Balikpapan menjadi pilihan yang strategis untuk menjalankan POC. Dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang dimiliki Sergek, kawasan tertentu dapat dipantau secara real-time untuk berbagai kebutuhan, mulai dari penegakan hukum hingga pengukuran dampak ekologi.

"Secara real-time, teknologi ini mampu memantau dan diakses untuk penegakan hukum, insiden, pelanggaran lalu lintas, dan lainnya. Selain itu, untuk pengukuran dampak ekologi, seperti pengukuran emisi karbon CO2 di berbagai titik wilayah lalu lintas. Semua ini bisa dilakukan berkat kecerdasan AI," jelas Ali.

Dalam uji coba ini, Sergek menginvestasikan lima kamera tambahan dan juga memanfaatkan kamera-kamera yang sudah ada di Balikpapan. Total, ada 46 kamera yang digunakan, di mana 41 kamera sudah ada sebelumnya, dan lima kamera adalah hasil investasi baru. Sergek bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dan kepolisian Balikpapan untuk mengoperasikan sistem ini.

"Pemanfaatan kamera yang tersedia juga dilakukan. Misalnya, ada 46 kamera, di mana 41 sudah ada di Balikpapan dan lima lainnya adalah investasi baru. Sistem yang sudah berjalan ini dikoordinasikan dengan Dishub untuk monitoring sistem, serta dengan kepolisian Balikpapan untuk menangani insiden lalu lintas," tambah Ali.

Teknologi yang dikembangkan oleh Sergek memiliki kemampuan untuk mendeteksi plat nomor kendaraan dan pelanggaran lalu lintas. Contohnya, jika ada kendaraan yang melanggar lampu lalu lintas, marka jalan, atau parkir sembarangan, sistem akan mengambil gambar dan mengirimkannya ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.

Tujuan akhir dari sistem ini adalah mengurangi kemacetan lalu lintas. Dengan memantau lalu lintas secara real-time dan menganalisis data, sistem dapat mengotomatiskan pengaturan lampu lalu lintas sesuai dengan kondisi lalu lintas. Misalnya, jika lalu lintas dari satu arah sangat padat, durasi lampu hijau dapat diperpanjang untuk mengurangi kemacetan.

"Pengurangan kemacetan adalah hasil akhir yang diharapkan. Data yang dikumpulkan oleh platform ini memungkinkan kami mengetahui kapan waktu sibuk, volume kendaraan, kecepatan rata-rata, dan titik-titik kemacetan, sehingga bisa diintervensi," kata Ali.

Meskipun Sergek telah melakukan POC, Ali menegaskan bahwa implementasi teknologi di IKN akan tetap melalui proses tender terbuka. Artinya, meskipun Sergek memiliki keuntungan karena telah melakukan uji coba, mereka tetap harus bersaing dengan perusahaan lain melalui tender yang transparan.

"Ke depan, akan ada tender terbuka untuk teknologi-teknologi yang akan diterapkan di IKN. Meski sudah melakukan proof of concept, Sergek tidak secara otomatis mendapatkan proyek ini. Mereka tetap harus melalui proses tender terbuka, meskipun mereka memiliki nilai tambah karena telah melakukan POC," tutup Ali.

Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah Indonesia dalam mengadopsi teknologi cerdas untuk mengelola lalu lintas di ibu kota baru. Dengan kerjasama internasional dan penerapan teknologi mutakhir, diharapkan IKN akan menjadi kota yang modern dan efisien dalam pengelolaan transportasi. Sergek Projects Ltd dari Kazakhstan menjadi salah satu pelopor dalam inisiatif ini, menunjukkan bahwa kolaborasi internasional dapat memberikan solusi inovatif untuk tantangan perkotaan.

Selain pengurangan kemacetan, teknologi ini juga diharapkan dapat meningkatkan keselamatan jalan dan mengurangi dampak lingkungan dari transportasi. Dengan pengukuran emisi karbon yang akurat, pemerintah dapat merancang kebijakan yang lebih baik untuk mengurangi jejak karbon kota. Implementasi teknologi ini juga diharapkan dapat menjadi model bagi kota-kota lain di Indonesia yang ingin mengadopsi sistem transportasi cerdas.

Keberhasilan uji coba di Balikpapan akan menjadi indikator penting untuk penerapan skala penuh di IKN. Jika berhasil, teknologi ini tidak hanya akan mengubah cara kita mengelola lalu lintas, tetapi juga bagaimana kita memahami dan mengatasi masalah lingkungan dan penegakan hukum di jalan raya. Dengan demikian, Sergek Projects Ltd dan pemerintah Indonesia sedang membuka jalan bagi masa depan transportasi yang lebih cerdas, aman, dan berkelanjutan.

 

 

 

 

 

 

Next Post Previous Post