Palangka Raya - Pemerintah Kota Palangka Raya mengambil langkah taktis guna meredam dampak ikutan dari bencana kebakaran hutan dan lahan yang kerap melanda wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Melalui instansi terkait, pemerintah setempat menyelenggarakan program Gerakan Pangan Murah serta pasar murah yang menyasar langsung masyarakat terdampak. Fokus utama penyaluran bantuan subsidi pangan ini dipusatkan di Kelurahan Kereng Bangkirai dan Kelurahan Sabaru, dua kawasan yang secara geografis kerap bersentuhan langsung dengan kabut asap serta kerentanan ekologis akibat musim kering yang memicu titik panas. Pelaksanaan kegiatan yang berlangsung pada hari Kamis tersebut mendapat sambutan antusias dari warga setempat yang memadati lokasi sejak pagi hari demi mendapatkan bahan pokok dengan harga jauh di bawah pasaran umum.
Kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Tengah, khususnya di ibu kota provinsi ini, bukan sekadar persoalan lingkungan yang mengancam kesehatan pernapasan warga akibat kabut asap pekat. Lebih dari itu, bencana musiman ini membawa efek domino yang cukup pelik terhadap stabilitas ekonomi rumah tangga masyarakat kelas bawah. Sebagian besar warga di kawasan Kereng Bangkirai dan Sabaru berprofesi sebagai nelayan sungai, buruh harian, petani, serta pedagang kecil yang penghasilannya sangat bergantung pada aktivitas harian di luar rumah. Ketika kabut asap menebal dan kualitas udara memburuk, produktivitas kerja masyarakat otomatis menurun drastis. Pendapatan harian mereka terpangkas secara signifikan sementara di sisi lain harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok di pasar tradisional mulai merangkak naik akibat terganggunya jalur distribusi serta menurunnya pasokan lokal. Kondisi terjepit inilah yang mendorong pemerintah kota untuk turun tangan langsung mengintervensi pasar melalui penyediaan bahan pangan bersubsidi agar daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah situasi krisis ekologis tersebut.
Dalam pelaksanaan program Gerakan Pangan Murah kali ini, pemerintah daerah menerapkan mekanisme distribusi yang terstruktur rapi untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan menghindari potensi kericuhan akibat berebut kupon. Warga terdampak yang sebelumnya telah didata oleh pihak kelurahan setempat diberikan kupon khusus yang dapat ditukarkan dengan satu paket bahan pangan pokok bersubsidi. Paket sembako murah tersebut berisi komoditas esensial yang biasa dikonsumsi sehari-hari seperti beras, minyak goreng, gula pasir, dan beberapa kebutuhan dapur lainnya. Masyarakat hanya perlu merogoh kocek sebesar tujuh puluh lima ribu rupiah saja untuk menebus satu paket bahan pangan lengkap tersebut. Angka ini terpaut cukup jauh jika dibandingkan dengan harga normal di pasaran bebas yang biasanya menyentuh kisaran seratus sembilan belas ribu rupiah untuk volume dan jenis barang yang sama. Subsidi masif yang digelontorkan oleh pemerintah kota ini praktis memangkas hampir separuh dari harga normal, sehingga memberikan ruang bernapas yang cukup lega bagi keuangan keluarga warga yang sedang kesulitan.
Kehadiran pasar murah di tengah kepungan dampak karhutla ini mencerminkan komitmen kuat aparatur pemerintah daerah dalam menjalankan fungsi perlindungan sosial secara cepat dan tepat. Langkah intervensi pasar semacam ini dinilai sangat efektif untuk meredam gejolak inflasi daerah yang kerap melonjak tajam saat terjadi bencana alam maupun bencana non-alam. Selain itu, kegiatan ini juga berfungsi sebagai jaring pengaman sosial sementara waktu bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu rumah tangga, dan keluarga prasejahtera yang paling merasakan dampak terberat dari penurunan kualitas lingkungan. Pemerintah kota menyadari sepenuhnya bahwa penanganan karhutla tidak boleh hanya berfokus pada pemadaman titik api di lapangan semata, melainkan juga harus mencakup aspek pemulihan sosial dan ekonomi bagi warga yang wilayah tempat tinggalnya terkepung oleh musibah tahunan tersebut. Sinergi antara dinas ketahanan pangan, pihak kelurahan, serta unsur kecamatan terbukti mampu menciptakan koordinasi yang solid di lini bawah sehingga distribusi logistik pangan bersubsidi dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Meskipun kegiatan Gerakan Pangan Murah ini mampu memberikan solusi jangka pendek yang sangat membantu, tantangan jangka panjang dalam menghadapi ancaman karhutla di wilayah Kalimantan Tengah tetap membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak terkait. Pemerintah daerah terus mengimbau masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan serta menghindari praktik pembukaan lahan dengan cara membakar yang menjadi akar utama permasalahan lingkungan ini. Kesadaran kolektif antara warga dan pemerintah menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian alam sekaligus meminimalisir kerugian ekonomi yang ditimbulkannya. Ke depan, program pasar murah dan stabilisasi pasokan pangan diharapkan dapat terus berlanjut secara berkala, tidak hanya saat darurat karhutla terjadi, tetapi juga pada momen-momen lain ketika stabilitas ekonomi masyarakat mengalami tekanan. Melalui langkah nyata ini, warga Palangka Raya, khususnya di Kereng Bangkirai dan Sabaru, merasa mendapatkan kehadiran negara yang peduli dan sigap meringankan beban hidup mereka di kala badai cobaan melanda.






