Mempawah - Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Barat terus ditingkatkan melalui aksi nyata kolaboratif lintas sektor yang digagas oleh berbagai badan usaha milik negara. PT Indonesia Asahan Aluminium atau INALUM kini bersinergi erat dengan Grup MIND ID untuk memperkuat penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Kabupaten Mempawah. Langkah strategis tersebut direalisasikan dengan mengerahkan puluhan personel pemadam kebakaran bersertifikat khusus serta penyediaan berbagai fasilitas pendukung guna mempercepat proses pemadaman di area-area krusial, terutama yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Keterlibatan aktif ini merupakan wujud nyata kepedulian industri pertambangan nasional terhadap kelestarian ekosistem lingkungan hidup serta keselamatan warga yang bermukim di sekitar area terdampak. Sebanyak 60 relawan pemadam kebakaran yang memiliki sertifikasi kompetensi dari Grup MIND ID dikirimkan langsung ke lokasi untuk mengendalikan titik-titik api yang tersebar di sekitar wilayah kerja PT Borneo Alumina Indonesia. Perusahaan patungan tersebut merupakan anak usaha strategis dari INALUM dan PT Aneka Tambang Tbk yang saat ini mengoperasikan proyek hilirisasi nasional berupa pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery di wilayah pesisir Kabupaten Mempawah.
Direktur Utama INALUM Melati Sarnita menjelaskan bahwa kehadiran korporasi di tengah masyarakat harus mampu memberikan dampak positif nyata, terutama saat menghadapi situasi darurat bencana. Ketika terjadi kebakaran hutan seperti saat ini, pihak manajemen berkomitmen untuk segera bergerak aktif bersama pemangku kepentingan yang berkompeten. Kolaborasi yang solid dinilai menjadi kunci utama agar tindakan pemadaman di lapangan dapat berjalan dengan jauh lebih cepat, terarah, dan efektif demi meminimalkan dampak buruk terhadap lingkungan sekitar.
Proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah Mempawah ini menghadapi tantangan geografis yang cukup berat karena sebagian besar area terdampak merupakan hamparan lahan gambut yang tebal. Karakteristik lahan gambut yang sangat kering saat musim kemarau membuatnya sangat rentan terbakar dan sulit dipadamkan secara total. Api sering kali tidak hanya berkobar di permukaan luar, melainkan merambat lambat dan bertahan di bawah lapisan tanah gambut yang cukup dalam. Kondisi unik ini menuntut adanya pemantauan intensif, penyisiran wilayah secara berkala, serta teknik penyiraman dan pendinginan tanah secara terus-menerus agar bara api benar-benar padam.
Upaya penanganan tanggap darurat bersama ini telah berlangsung intensif sejak pertengahan Agustus lalu. INALUM dan PT Borneo Alumina Indonesia aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, serta aparat TNI dan Polri. Tidak ketinggalan, kelompok masyarakat peduli api serta relawan lokal juga turut bahu-membahu melakukan pemadaman di lapangan. Pengerahan bantuan personel tambahan ini diharapkan dapat memperkuat barisan petugas yang telah berjuang keras di garis depan.
Direktur Utama PT Mineral Industri Indonesia Maroef Sjamsoeddin memimpin langsung koordinasi pengerahan 60 personel pemadam kebakaran bersertifikat tersebut. Para relawan ahli ini merupakan gabungan dari berbagai perusahaan anggota Grup MIND ID, seperti ANTAM, PT Bukit Asam Tbk, PT Timah Tbk, PT Freeport Indonesia, dan PT Vale Indonesia Tbk. Pengiriman tim gabungan ini menegaskan komitmen berkelanjutan industri pertambangan dalam menjaga keseimbangan ekosistem alam serta mendukung keselamatan seluruh warga di wilayah terdampak.
Maroef menekankan bahwa penyelesaian masalah kebakaran hutan memerlukan kebersamaan serta kepedulian kolektif dari segenap elemen. Kehadiran tim relawan terlatih ini difokuskan untuk membantu masyarakat setempat sekaligus menekan polusi kabut asap yang berisiko memicu gangguan kesehatan pernapasan. Dengan terkendalinya titik api secara cepat, potensi gangguan terhadap aktivitas ekonomi, proses belajar mengajar di sekolah, serta kegiatan sosial masyarakat di Kabupaten Mempawah dapat dikurangi secara signifikan agar kehidupan harian warga segera kembali normal.
Selain memobilisasi tenaga kerja terlatih, program mitigasi kebakaran ini juga disertai dengan penyediaan berbagai pasokan logistik pemadaman yang representatif di lapangan. Grup perusahaan turut menyediakan peralatan keselamatan kerja berstandar tinggi, posko layanan medis darurat, serta pasokan obat-obatan esensial guna mengantisipasi penurunan kualitas kesehatan warga akibat asap tebal. Sinergi ini juga mendapat dukungan tambahan berupa pengoperasian satu unit armada mobil pemadam kebakaran dari PT Pelabuhan Indonesia untuk mempercepat pendistribusian air bersih ke titik pemadaman yang sulit dijangkau kendaraan operasional biasa.
Direktur Utama PT Borneo Alumina Indonesia Darwin Saleh Siregar mengamini bahwa struktur tanah gambut di wilayah Mempawah menuntut metode penanganan yang sangat sabar dan cermat. Proses pemadaman tidak dapat dilakukan terburu-buru karena pasokan air harus dipastikan meresap hingga menjangkau lapisan tanah yang terdalam. Ketersediaan cadangan air yang melimpah dan operasional pompa tekanan tinggi menjadi faktor krusial bagi tim pemadam di lapangan. Langkah ini penting guna memastikan tidak ada lagi sisa bara api tersembunyi di bawah permukaan tanah yang sewaktu-wakeu dapat menyala kembali.
Keterlibatan aktif BUMN ini merupakan bagian tidak terpisahkan dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan yang berkelanjutan. Melati Sarnita menegaskan kembali bahwa keselamatan masyarakat sekitar dan kelestarian ekosistem di wilayah operasional selalu menjadi prioritas tertinggi bagi INALUM. Melalui langkah penanganan bencana yang cepat dan kolaboratif, diharapkan pembangunan industri alumina di Kalimantan Barat dapat bertumbuh selaras dengan kelestarian alam serta terus memberikan kemanfaatan jangka panjang bagi masyarakat luas.







