Banjarmasin - Dewan Pimpinan Daerah Partai Hati Nurani Rakyat Provinsi Kalimantan Selatan mulai memanaskan mesin politiknya sebagai langkah awal persiapan menghadapi kontestasi Pemilihan Umum serta Pemilihan Kepala Daerah pada tahun dua ribu dua puluh sembilan mendatang. Langkah strategis ini dilakukan melalui pembenahan menyeluruh di tingkat kepengurusan daerah, mulai dari Dewan Pimpinan Cabang hingga Dewan Pimpinan Daerah. Dengan waktu persiapan yang dirancang sejak jauh hari, partai ini optimistis mampu membangun fondasi organisasi yang kokoh dan efektif demi meraih simpati masyarakat di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.
Kehadiran Ketua Satuan Tugas Dewan Pimpinan Pusat Partai Hanura, Patrice Rio Capella, di Kalimantan Selatan menegaskan urgensi konsolidasi ini. Rio menyebutkan bahwa langkah memanaskan mesin politik bukan sekadar formalitas untuk memenuhi syarat verifikasi partai politik secara administratif. Lebih dari itu, konsolidasi awal ini bertujuan memastikan bahwa seluruh instrumen partai dapat digerakkan secara maksimal guna mendukung para calon anggota legislatif serta calon kepala daerah yang akan diusung nantinya. Menurutnya, kesiapan yang matang sejak dini akan menghindarkan partai dari kepanikan menjelang tahun politik, sehingga seluruh kader memiliki waktu yang cukup untuk menyusun strategi pemenangan yang taktis dan humanis.
Dalam arahannya, Rio menyampaikan lima amanat penting dari Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang, yang harus dipedomani oleh seluruh jajaran pengurus dan kader di daerah. Pertama, Partai Hanura ditegaskan sebagai organisasi politik yang menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan, serta bukan merupakan partai partisan yang fanatik secara sempit. Kedua, Ketua Umum meminta seluruh kader untuk tetap solid, konsisten, dan fokus berjuang demi memenangkan pemilu mendatang. Ketiga, kedisiplinan organisasi ditegakkan dengan instruksi tegas bahwa setiap kader yang melenceng dari garis komando partai diharapkan segera mengundurkan diri secara sukarela demi menjaga keutuhan perjuangan kolektif yang membutuhkan keikhlasan dan pengorbanan bersama.
Amanat keempat menekankan bahwa waktu satu tahun menjelang persiapan verifikasi faktual harus dimanfaatkan secara optimal tanpa ada waktu yang terbuang sia-sia. Sedangkan amanat kelima meminta seluruh struktur partai mengerahkan segala kekuatan dan potensi yang dimiliki secara total. Selain itu, Dewan Pimpinan Pusat menaruh harapan besar agar kepengurusan di Kalimantan Selatan dapat menjadi laboratorium konsolidasi yang menjadi percontohan bagi kepengurusan Partai Hanura di empat provinsi lainnya di Pulau Kalimantan. Posisi geografis Kalimantan Selatan yang strategis, terutama sebagai salah satu gerbang utama pendukung Ibu Kota Nusantara, menjadikan stabilitas dan kekuatan politik di daerah ini sangat krusial bagi peta politik nasional.
Keyakinan terhadap kebangkitan partai di wilayah ini didukung oleh kepemimpinan Sayeed Jafar Alaydrus yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Hanura Kalimantan Selatan. Tokoh senior yang juga dikenal luas sebagai Bupati Kotabaru ini dinilai memiliki rekam jejak kepemimpinan yang kuat serta jam terbang politik yang mumpuni. Rio Capella menyatakan optimismenya bahwa di bawah nakhoda politisi berpengalaman seperti beliau, partai akan mampu berkembang pesat dan menjawab target-target besar yang diinstruksikan oleh pimpinan pusat. Pengalaman birokrasi dan kedekatan emosional Sayeed Jafar dengan masyarakat lokal dianggap sebagai modal berharga untuk merangkul simpati pemilih di tingkat akar rumput.
Guna memuluskan rencana besar ini, aspek operasional dan logistik juga tidak luput dari perhatian. Dewan Pimpinan Pusat bersama Dewan Pimpinan Daerah telah mengalokasikan bantuan dana stimulan bagi tiga belas Dewan Pimpinan Cabang yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan. Langkah ini diambil untuk memperkuat sinergi organisasi serta memastikan operasional sekretariat di tingkat cabang dapat berjalan lancar tanpa kendala administratif yang berarti. Dukungan finansial yang terdistribusi secara merata diharapkan mampu memicu semangat para pengurus di tingkat daerah untuk bergerak lebih aktif dalam menyerap aspirasi warga setempat.
Saat ini, fokus utama kepengurusan di bawah arahan Sayeed Jafar Alaydrus adalah menyelesaikan pembenahan struktur organisasi yang belum rampung sepenuhnya. Dari total tiga belas wilayah, masih ada dua daerah penting yang kepengurusannya sedang dalam tahap finalisasi, yaitu Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar. Kedua wilayah tersebut memiliki signifikansi politik yang sangat tinggi mengingat tingkat kepadatan penduduk yang besar serta pengaruh sosiopolitiknya terhadap wilayah sekitar. Pihak DPD menargetkan seluruh proses restrukturisasi kepengurusan di tingkat terbawah ini dapat diselesaikan paling lambat pada akhir September tahun ini agar mesin partai dapat segera bekerja secara fungsional tanpa hambatan internal lagi.
Mengenai target perolehan kursi legislatif maupun usulan kepala daerah, Sayeed Jafar memilih untuk bersikap realistis dan tidak terburu-buru menetapkan angka sebelum fondasi partai benar-benar kokoh. Baginya, prioritas paling mendasar saat ini adalah memastikan perahu politik ini siap berlayar dan lolos dari semua tahapan verifikasi pemilu yang ketat. Setelah struktur partai di tingkat bawah terbentuk dengan solid, barulah mereka akan mulai menjaring tokoh-tokoh potensial dari berbagai latar belakang kemasyarakatan di Kalimantan Selatan untuk dicalonkan sebagai anggota DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, maupun kepala daerah yang kompeten serta berintegritas tinggi demi masa depan pembangunan daerah.






