Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Poliban Loloskan Ribuan Mahasiswa Baru di Tengah Tantangan Pembelajaran Vokasi Era Pandemi

Gambar hanya ilustrasi

Banjarmasin - Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) Kalimantan Selatan secara resmi menyambut sebanyak 1.195 mahasiswa baru untuk tahun akademik 2021/2022. Penerimaan mahasiswa baru kali ini menjadi momentum yang sangat penting sekaligus menantang, mengingat proses pembelajaran dan orientasi kampus harus berlangsung di tengah situasi pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya mereda. Penyelenggaraan kegiatan pengenalan kehidupan kampus bagi para mahasiswa baru dilakukan dengan memadukan metode daring dan luring secara terbatas, demi menjaga protokol kesehatan yang ketat di lingkungan pendidikan tinggi vokasi tersebut.

Direktur Politeknik Negeri Banjarmasin, Joni Riadi, menjelaskan bahwa jumlah mahasiswa yang berhasil lolos seleksi ini merupakan hasil penyaringan ketat dari ribuan pendaftar yang masuk melalui berbagai jalur resmi. Adapun jalur penerimaan tersebut meliputi Seleksi Nasional Masuk Politeknik Negeri (SNMPN), Seleksi Bersama Masuk Politeknik Negeri (SBMPN), serta jalur seleksi mandiri yang diselenggarakan secara internal oleh pihak kampus. Tingginya minat masyarakat untuk melanjutkan studi ke jenjang pendidikan vokasi menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya keahlian praktis tetap tinggi di tengah ketidakpastian ekonomi global saat itu.

Proses transisi dari bangku sekolah menengah menuju dunia perkuliahan vokasi di masa pandemi menuntut fleksibilitas yang luar biasa, baik dari pihak institusi maupun para mahasiswa baru itu sendiri. Pendidikan vokasi, yang secara fundamental menitikberatkan pada kegiatan praktikum sebesar enam puluh persen dibanding teori, menghadapi tantangan berat ketika pembatasan aktivitas fisik diberlakukan di berbagai wilayah. Menjawab tantangan ini, Poliban menerapkan skema pembelajaran hibrida, di mana materi teoritis disampaikan secara penuh melalui platform digital, sedangkan kegiatan laboratorium atau bengkel diatur secara bergiliran dengan kapasitas ruangan yang sangat terbatas demi mencegah potensi penularan virus di area kampus.

Kehadiran mahasiswa baru ini juga dipandang sebagai angin segar bagi pengembangan sumber daya manusia di wilayah Kalimantan Selatan. Pada era pandemi, lanskap dunia kerja dan bisnis mengalami pergeseran yang sangat dinamis, di mana digitalisasi dan efisiensi menjadi kunci utama bagi ketahanan industri. Melalui program studi yang ada di Poliban, mulai dari rumpun rekayasa hingga tata niaga, para mahasiswa baru didorong untuk tidak hanya siap menjadi tenaga kerja profesional, tetapi juga dibekali dengan jiwa kewirausahaan yang tangguh agar mampu menciptakan lapangan kerja mandiri di masa depan yang penuh ketidakpastian ekonomi.

Pihak pengelola kampus menyadari bahwa membekali mahasiswa dengan kesiapan mental menghadapi dunia bisnis dan industri saat krisis merupakan tanggung jawab besar. Untuk itu, kurikulum yang diterapkan di Poliban terus diselaraskan dengan program merdeka belajar yang dicanangkan pemerintah, dengan memperkuat kemitraan bersama dunia usaha dan dunia industri (DUDI) lokal maupun nasional. Upaya penyelarasan ini diharapkan dapat memastikan bahwa meskipun proses perkuliahan berlangsung dalam kondisi darurat kesehatan, kualitas lulusan yang dihasilkan tidak mengalami penurunan mutu dan tetap memiliki daya saing tinggi untuk langsung terserap di pasar kerja pascapandemi.

Tantangan lain yang dihadapi dalam pelaksanaan pembelajaran daring adalah kesiapan infrastruktur digital dan aksesibilitas bagi seluruh mahasiswa yang berasal dari berbagai latar belakang daerah di Kalimantan Selatan. Untuk mengatasi kendala teknis tersebut, Poliban secara aktif memberikan dukungan berupa bantuan kuota internet serta optimalisasi sistem manajemen pembelajaran yang mudah diakses bahkan dengan koneksi internet minimum di daerah pelosok. Keterbukaan komunikasi antara pihak dosen, program studi, dan mahasiswa menjadi jembatan utama dalam meminimalisasi hambatan akademis yang mungkin muncul selama masa perkuliahan jarak jauh bergulir.

Melalui kegiatan pengenalan kampus yang dikemas secara edukatif, para mahasiswa baru juga diberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya adaptasi teknologi informasi dalam mendukung proses belajar mandiri. Perubahan pola pikir dari siswa menjadi mahasiswa di perguruan tinggi vokasi membutuhkan kemandirian yang tinggi, terutama ketika interaksi tatap muka langsung masih dibatasi oleh regulasi pemerintah daerah terkait penanganan wabah. Semangat juang dan daya lenting para akademisi muda ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi pemulihan sektor sosial, pendidikan, dan ekonomi di tingkat regional Kalimantan Selatan secara berkelanjutan.

Dengan dimulainya tahun ajaran baru ini, Politeknik Negeri Banjarmasin menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses akademik dengan standar kualitas terbaik demi melahirkan lulusan yang kompeten, berkarakter, dan berdaya saing global. Keberhasilan mendidik ribuan mahasiswa baru di tengah situasi sulit ini akan menjadi catatan sejarah penting bagi perkembangan pendidikan tinggi vokasi di Indonesia, khususnya dalam membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang bagi jalannya proses transfer pengetahuan dan teknologi demi kemajuan bangsa yang berkelanjutan.

Also Read
Latest News
  • Poliban Loloskan Ribuan Mahasiswa Baru di Tengah Tantangan Pembelajaran Vokasi Era Pandemi
  • Poliban Loloskan Ribuan Mahasiswa Baru di Tengah Tantangan Pembelajaran Vokasi Era Pandemi
  • Poliban Loloskan Ribuan Mahasiswa Baru di Tengah Tantangan Pembelajaran Vokasi Era Pandemi
  • Poliban Loloskan Ribuan Mahasiswa Baru di Tengah Tantangan Pembelajaran Vokasi Era Pandemi
  • Poliban Loloskan Ribuan Mahasiswa Baru di Tengah Tantangan Pembelajaran Vokasi Era Pandemi
  • Poliban Loloskan Ribuan Mahasiswa Baru di Tengah Tantangan Pembelajaran Vokasi Era Pandemi
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad