Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Jadi Strategi LLDIKTI Wilayah XI Perkuat Daya Saing Kampus di Kalimantan

gambar hanya ilustrasi

Pontianak - Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XI Kalimantan terus mendorong perguruan tinggi di seluruh wilayah Kalimantan untuk tidak sekadar bersikap pasif terhadap laju perkembangan kecerdasan artifisial. Institusi pendidikan tinggi diimbau secara konsisten mengintegrasikan teknologi mutakhir tersebut ke dalam kurikulum pembelajaran serta strategi pengembangan kompetensi lulusan. Langkah strategis ini dipandang sangat esensial guna mempercepat peningkatan mutu akademik dan memperkuat daya saing mahasiswa di tengah lanskap kompetisi global yang kian dinamis.

Arahan strategis tersebut mengemuka secara mendalam dalam agenda lokakarya bertajuk Google AI Learning Lab – Higher Education yang diselenggarakan di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Forum kolaboratif ini diikuti sebanyak 86 peserta yang terdiri atas pimpinan dan akademisi dari 36 perguruan tinggi di wilayah Kalimantan Barat. Acara tersebut menghadirkan jajaran pakar dari Google for Education bersama para akademisi guna membahas formulasi pemanfaatan kecerdasan artifisial yang terstruktur dan aplikatif di lingkungan perguruan tinggi.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XI Kalimantan, Dr. Drs. Muhammad Akbar, M.Si., menyatakan bahwa penguasaan teknologi digital dan kecerdasan buatan kini telah menjadi kebutuhan mendasar bagi kampus-kampus di Kalimantan. Selain dihadapkan pada faktor bentang geografis yang sangat luas, perguruan tinggi di Pulau Borneo dituntut untuk bergerak cepat mengejar ketertinggalan kualitas dari perguruan tinggi mapan yang berada di Pulau Jawa.

Muhammad Akbar mengungkapkan bahwa kecepatan mengejar kesenjangan dengan kampus-kampus di Jawa merupakan tantangan terbesar yang dihadapi oleh institusi pendidikan tinggi di Kalimantan. Oleh sebab itu, akselerasi melalui integrasi teknologi kecerdasan artifisial menjadi strategi utama dalam memicu lompatan perubahan. Pemanfaatan inovasi digital membuka akses seluas-luasnya bagi mahasiswa di daerah untuk memperoleh materi pembelajaran bertaraf internasional tanpa harus terhambat oleh batas teritorial wilayah asal.

Peluang tersebut dinilai kian strategis seiring pergeseran paradigma pembangunan nasional yang menempatkan Pulau Kalimantan sebagai pusat pertumbuhan baru, terlebih dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Perguruan tinggi di Kalimantan memiliki tanggung jawab besar untuk menyediakan sumber daya manusia yang terampil, adaptif, dan mampu berkontribusi nyata dalam berbagai agenda riset serta pembangunan berkelanjutan demi kemajuan tanah air.

Dari sudut pandang praktisi industri, Program Manager Google for Education, Pandu Nugroho, menyampaikan materi bertajuk AI in Education. Pandu menguraikan bagaimana kecerdasan artifisial mentransformasi ekosistem pendidikan tinggi secara fundamental, baik dari segi efisiensi operasional maupun optimalisasi hasil belajar mahasiswa. Menurutnya, perkembangan pesat teknologi ini menuntut kesiapan mental dan keterampilan dosen maupun mahasiswa agar mampu memanfaatkan kecerdasan artifisial secara tepat, proporsional, dan beretika dalam seluruh aktivitas akademik.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi lokakarya produk yang dipandu langsung oleh Digital Transformation and Community Manager Google for Education, Ahmad Fikri Dzulfikar. Para peserta diberikan pemaparan komprehensif mengenai demonstrasi perangkat, kajian studi kasus nyata, serta simulasi pemanfaatan sistem manajemen pembelajaran modern. Sesi ini dirancang untuk memberikan gambaran konkret mengenai tata kelola perkuliahan berbasis kecerdasan digital yang dapat segera diadaptasi oleh masing-masing institusi kampus.

Sementara itu, praktik baik penerapan kecerdasan artifisial di ranah akademik dipaparkan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FKIP Universitas Tanjungpura, Urai Salam, M.Call., Ph.D. Melalui presentasi bertema Reinventing Pedagogi di Era Digital, ia membagikan pengalaman konkret mengenai integrasi kecerdasan artifisial dalam proses perkuliahan dan perancangan kurikulum di FKIP Untan, yang terbukti mampu menciptakan proses transfer pengetahuan yang jauh lebih efektif, efisien, dan kontekstual.

Muhammad Akbar kembali menegaskan bahwa transformasi digital di lingkungan universitas maupun institut tidak boleh berhenti sebatas pengadaan infrastruktur perangkat keras atau aplikasi semata. Hal yang jauh lebih mendasar adalah membangun kapabilitas sivitas akademika dalam mendayagunakan teknologi untuk menjawab problematika riil di tengah masyarakat. Keberadaan kecerdasan artifisial harus diarahkan untuk melatih mahasiswa memiliki nalar kritis, kreativitas tinggi, dan kemampuan memecahkan masalah yang kompleks.

Bagi LLDIKTI Wilayah XI yang membina perguruan tinggi di lima provinsi se-Kalimantan, rangkaian kegiatan pemberdayaan teknologi ini menjadi bagian penting dari komitmen jangka panjang dalam merajut ekosistem pendidikan yang inklusif dan progresif. Integrasi kecerdasan artifisial bukan ditujukan untuk menggantikan peran esensial tenaga pendidik, melainkan menjadi instrumen penguat yang memperkaya metode pengajaran serta membuka wawasan akademik mahasiswa seluas-luasnya.

Melalui kemitraan strategis dengan praktisi teknologi global dan keterbukaan dalam memperbarui metodologi pengajaran, kampus-kampus di Kalimantan optimis mampu meruntuhkan hambatan geografis. Ke depan, seluruh perguruan tinggi di wilayah ini diharapkan sanggup mencetak lulusan unggul yang tidak hanya cakap merespons kebutuhan industri di tingkat lokal dan nasional, melainkan juga memiliki kapasitas kepemimpinan intelektual yang mampu bersaing di panggung global.

Also Read
Latest News
  • Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Jadi Strategi LLDIKTI Wilayah XI Perkuat Daya Saing Kampus di Kalimantan
  • Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Jadi Strategi LLDIKTI Wilayah XI Perkuat Daya Saing Kampus di Kalimantan
  • Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Jadi Strategi LLDIKTI Wilayah XI Perkuat Daya Saing Kampus di Kalimantan
  • Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Jadi Strategi LLDIKTI Wilayah XI Perkuat Daya Saing Kampus di Kalimantan
  • Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Jadi Strategi LLDIKTI Wilayah XI Perkuat Daya Saing Kampus di Kalimantan
  • Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Jadi Strategi LLDIKTI Wilayah XI Perkuat Daya Saing Kampus di Kalimantan
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad