Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Minamas Plantation Gandeng IHF Latih Ratusan Guru Kotabaru Guna Perkuat Edukasi Cegah Kebakaran Lahan

Gambar hanya ilustrasi

Batulicin - Sinergi antara sektor swasta dan dunia pendidikan terus diperkuat di Provinsi Kalimantan Selatan guna mengantisipasi kerusakan lingkungan serta menekan potensi kebakaran hutan dan lahan sejak dini. Langkah nyata ini diwujudkan oleh Minamas Plantation yang berkolaborasi dengan Indonesia Heritage Foundation melalui program peningkatan kapasitas tenaga pendidik di Kabupaten Kotabaru. Sebanyak 130 guru dari berbagai jenjang sekolah, mulai dari Taman Kanak-kanak hingga Sekolah Menengah Atas, mengikuti pelatihan khusus untuk menanamkan karakter cinta lingkungan kepada generasi muda melalui gerakan Sekolah Peduli Api.

Pelatihan yang mengusung metode pembelajaran mendalam atau *deep learning* ini diselenggarakan secara intensif di sekitar wilayah operasional perusahaan. Melalui program ini, para guru dibekali dengan strategi edukasi yang inovatif agar dapat mengintegrasikan nilai-nilai pelestarian alam ke dalam mata pelajaran sehari-hari di kelas. Keterlibatan aktif para pengajar diyakini mampu menjadi jembatan efektif dalam menumbuhkan kesadaran ekologis anak-anak sejak usia dini secara berkelanjutan.

Gerakan Sekolah Peduli Api ini bukan merupakan program rintisan baru, melainkan kelanjutan dari komitmen bersama yang telah berjalan sejak tahun 2022. Fokus utama dari program berkelanjutan ini adalah memperkuat kapasitas profesional para pendidik sekaligus menyelaraskan pendidikan karakter dengan budaya peduli lingkungan di sekitar area perkebunan. Dengan pendekatan yang terstruktur, sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan akademis, tetapi juga pusat pembentukan akhlak dan kepedulian sosial siswa.

Regional Controller Minamas Plantation, Adrian Mohd Fazrin Mohd Fairoz, menegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan pilar utama dalam tanggung jawab sosial perusahaan. Pihak manajemen meyakini bahwa kemajuan daerah sangat bergantung pada lahirnya generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan memiliki kepekaan terhadap kelestarian alam sekitar. Terlebih lagi, tantangan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini kian berat dengan maraknya masalah kecanduan gawai, judi daring, hingga penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Menurut Adrian, dalam situasi sosial yang dinamis tersebut, pembekalan nilai moral, ketangguhan mental, dan karakter peduli lingkungan menjadi benteng pertahanan utama bagi anak-anak. Pendidik memegang peranan krusial untuk mengajar dengan empati demi menyentuh aspek emosional siswa. Di sisi lain, para guru juga diajak untuk aktif mengingatkan komunitas di lingkungan sekolah masing-masing agar menghindari praktik membuka lahan pertanian atau perkebunan dengan cara dibakar, yang kerap memicu bencana kabut asap di wilayah Kalimantan Selatan.

Tingkat kerawanan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kotabaru dan sekitarnya memang memerlukan perhatian serius dari seluruh pihak. Berdasarkan data pemantauan berkala yang dilakukan oleh tim mitigasi perusahaan sepanjang musim kemarau dari bulan Juni hingga Agustus, tercatat sebanyak 205 titik api atau *hotspot* yang terpantau di lapangan. Tingginya angka ini mempertegas pentingnya edukasi preventif yang masif, salah satunya melalui peran aktif guru sekolah yang berinteraksi langsung dengan para wali murid dan masyarakat perdesaan.

Inisiatif kolaboratif ini mendapat sambutan positif dan apresiasi tinggi dari pemerintah daerah setempat. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kotabaru, Akhmad Romansyah, menyatakan bahwa antusiasme 130 guru yang hadir dalam pelatihan ini mencerminkan komitmen besar para pendidik di Kotabaru untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran di wilayahnya. Sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan lembaga nirlaba dinilai sebagai langkah strategis dalam memajukan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Akhmad Romansyah menambahkan bahwa penerapan metode pembelajaran mendalam sangat relevan dengan tuntutan kurikulum modern yang mendorong siswa lebih aktif dan kritis. Penanaman karakter cinta lingkungan tidak boleh sekadar menjadi teori hafalan di lembar ujian sekolah, melainkan harus diwujudkan dalam pembiasaan konkret sehari-hari, seperti meminimalkan penggunaan plastik sekali pakai, mengelola sampah sekolah dengan baik, dan menjaga kelestarian pepohonan di sekitar lingkungan belajar.

Selain konsisten berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan melalui Sekolah Peduli Api, Minamas Plantation juga aktif menyalurkan investasi sosial di berbagai bidang lainnya. Perusahaan memfokuskan program tanggung jawab sosialnya pada tiga pilar utama, yakni pendidikan, kelestarian lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Seluruh pilar tersebut dijalankan secara berkesinambungan demi mewujudkan kemandirian masyarakat lokal sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem hayati di wilayah operasional perusahaan.

Melalui kegiatan ini, para pendidik dibekali jargon penyemangat untuk senantiasa menjadi guru istimewa yang mendidik dengan hati dan menginspirasi sepanjang hari. Pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem belajar yang menyenangkan dan berkarakter di Kotabaru. Hubungan harmonis antara pemerintah daerah, komunitas pendidik, serta sektor swasta diharapkan dapat terus terpelihara demi menciptakan masa depan Kalimantan Selatan yang hijau, bebas dari bencana asap, dan dihuni oleh generasi muda berakhlak mulia.

Also Read
Latest News
  • Minamas Plantation Gandeng IHF Latih Ratusan Guru Kotabaru Guna Perkuat Edukasi Cegah Kebakaran Lahan
  • Minamas Plantation Gandeng IHF Latih Ratusan Guru Kotabaru Guna Perkuat Edukasi Cegah Kebakaran Lahan
  • Minamas Plantation Gandeng IHF Latih Ratusan Guru Kotabaru Guna Perkuat Edukasi Cegah Kebakaran Lahan
  • Minamas Plantation Gandeng IHF Latih Ratusan Guru Kotabaru Guna Perkuat Edukasi Cegah Kebakaran Lahan
  • Minamas Plantation Gandeng IHF Latih Ratusan Guru Kotabaru Guna Perkuat Edukasi Cegah Kebakaran Lahan
  • Minamas Plantation Gandeng IHF Latih Ratusan Guru Kotabaru Guna Perkuat Edukasi Cegah Kebakaran Lahan
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad