Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Berau Catat Rekor Buruk Deforestasi Tertinggi di Kaltim Wakil Bupati Beri Peringatan Keras Pengusaha Tambang

 

Ilustrasi AI

Berau - Kabupaten Berau yang selama ini tersohor hingga ke mancanegara berkat keindahan pesona wisata bahari Kepulauan Derawan kini harus menelan pil pahit. Di balik keindahan alam bawah lautnya yang memukau, wilayah daratan kabupaten ini justru tengah menghadapi krisis ekologi yang sangat memprihatinkan. Laporan terbaru mengenai kondisi lingkungan hidup di Provinsi Kalimantan Timur menempatkan Berau pada posisi puncak sebagai daerah dengan tingkat kerusakan hutan terparah. Ironi ini menjadi tamparan keras bagi pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat yang peduli terhadap kelestarian alam. Tingginya laju deforestasi ini mayoritas dipicu oleh aktivitas industri ekstraktif yang beroperasi secara masif dan seringkali mengabaikan prinsip keberlanjutan lingkungan. Eksploitasi sumber daya alam yang tidak terkendali ini secara sistematis telah menggerus benteng pertahanan ekologis yang menjaga keseimbangan iklim mikro di kawasan utara provinsi tersebut.

Status sebagai wilayah dengan angka deforestasi tertinggi se-Kalimantan Timur bukanlah sebuah prestasi yang patut dibanggakan, melainkan alarm bahaya tingkat tinggi bagi kelangsungan ekosistem. Hilangnya tutupan hutan dalam skala raksasa ini memiliki korelasi yang sangat kuat dengan maraknya pembukaan lahan untuk aktivitas pertambangan batu bara dan perkebunan skala besar. Ratusan ribu hektare kawasan hutan yang dulunya menjadi paru-paru dunia dan habitat bagi berbagai jenis flora serta fauna endemik, kini telah berubah wujud menjadi kubangan raksasa yang tandus. Lubang-lubang galian tambang yang menganga luas dibiarkan begitu saja oleh pihak yang tidak bertanggung jawab tanpa ada upaya pemulihan yang memadai. Kondisi lingkungan yang kian kritis ini memicu reaksi keras dari berbagai kalangan, terutama para aktivis lingkungan yang terus mendesak adanya audit menyeluruh terhadap seluruh perizinan operasional perusahaan tambang di wilayah tersebut.

Merespons fakta kelam tersebut, Wakil Bupati Berau tidak dapat menyembunyikan kekecewaan sekaligus kemarahannya yang memuncak. Dalam sebuah pertemuan strategis yang dihadiri oleh jajaran forum koordinasi pimpinan daerah serta perwakilan perusahaan, pimpinan daerah tersebut secara terang-terangan meluapkan amarahnya kepada para pengusaha tambang. Ia menegaskan bahwa pihak perusahaan tidak bisa hanya datang untuk mengeruk kekayaan bumi Berau dan meraup keuntungan finansial yang fantastis, lalu pergi meninggalkan derita ekologis bagi masyarakat lokal tanpa rasa tanggung jawab. Ketegasan ini muncul akibat banyaknya laporan dari lapangan yang menunjukkan keengganan perusahaan pemegang konsesi untuk melaksanakan kewajiban reklamasi pascatambang secara disiplin. Para pengusaha dinilai terlalu abai terhadap dokumen analisis mengenai dampak lingkungan yang seharusnya menjadi pedoman mutlak dan tidak bisa ditawar dalam setiap tahapan operasional ekstraksi sumber daya alam di lapangan.

Kemarahan jajaran eksekutif pemerintah daerah ini sangat berdasar mengingat rentetan bencana ekologis yang kini mulai menghantui warga secara rutin. Berkurangnya daya dukung lingkungan akibat penggundulan hutan secara ekstrem telah memicu peningkatan frekuensi bencana hidrometeorologi secara tajam. Bencana banjir bandang yang sebelumnya jarang terjadi kini mulai sering merendam kawasan permukiman warga dan deretan fasilitas umum di berbagai kecamatan saat musim penghujan tiba. Selain itu, krisis air bersih dan penurunan kualitas kesehatan masyarakat akibat paparan debu tambang menjadi harga mahal yang harus dibayar lunas oleh rakyat Berau. Ekosistem sungai yang menjadi sumber utama penghidupan nelayan air tawar pun turut tercemar oleh limbah buangan industri ekstraktif yang tidak diolah sesuai standar baku mutu lingkungan yang telah ditetapkan secara ketat oleh negara.

Persoalan deforestasi akibat pertambangan ini sejatinya juga mengungkap benang kusut dalam sistem tata kelola perizinan di negeri ini. Sentralisasi kewenangan perizinan pertambangan di tingkat pemerintah pusat kerap kali membuat pemerintah daerah kehilangan daya tawar yang kuat untuk menindak tegas perusahaan-perusahaan nakal yang beroperasi di wilayah administratifnya. Pejabat daerah seringkali hanya dituntut menjadi pemadam kebakaran saat konflik tata ruang dan lingkungan pecah di akar rumput masyarakat. Oleh karena itu, momentum buruk ini digunakan secara maksimal oleh Pemerintah Kabupaten Berau untuk mendesak kementerian terkait agar lebih selektif dalam menerbitkan izin baru dan berani secara tegas mencabut izin usaha pertambangan bagi korporasi yang terbukti sah melakukan pelanggaran berat terhadap ekosistem. Sinergi pengawasan lintas instansi mutlak diperlukan agar hukum lingkungan tidak hanya terlihat garang dan tajam di atas selembar kertas namun justru tumpul dalam implementasi nyata di lapangan.

Ke depan, langkah pemulihan kelestarian ekologi di Kabupaten Berau harus segera dijadikan agenda prioritas nasional yang sama sekali tidak bisa ditunda lagi. Pemerintah daerah beserta seluruh instrumen aparat penegak hukum dituntut untuk terus mengawal realisasi komitmen perusahaan dalam mereklamasi kawasan hutan yang telah telanjur hancur lebur. Kewajiban penanaman kembali bibit pohon atau reboisasi, penutupan permanen lubang tambang yang membahayakan nyawa, serta pemulihan fungsi serapan daerah aliran sungai harus dipastikan berjalan efektif di bawah pengawasan yang sangat ketat dan berlapis. Target mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi daerah melalui investasi memang sangat penting, namun hal tersebut sama sekali tidak boleh menumbalkan ruang hidup sehat bagi generasi penerus bangsa yang akan datang. Predikat memalukan sebagai daerah paling deforestasi ini harus segera dihapus bersih melalui tindakan perbaikan lingkungan yang nyata.

 

Also Read
Latest News
  • Berau Catat Rekor Buruk Deforestasi Tertinggi di Kaltim Wakil Bupati Beri Peringatan Keras Pengusaha Tambang
  • Berau Catat Rekor Buruk Deforestasi Tertinggi di Kaltim Wakil Bupati Beri Peringatan Keras Pengusaha Tambang
  • Berau Catat Rekor Buruk Deforestasi Tertinggi di Kaltim Wakil Bupati Beri Peringatan Keras Pengusaha Tambang
  • Berau Catat Rekor Buruk Deforestasi Tertinggi di Kaltim Wakil Bupati Beri Peringatan Keras Pengusaha Tambang
  • Berau Catat Rekor Buruk Deforestasi Tertinggi di Kaltim Wakil Bupati Beri Peringatan Keras Pengusaha Tambang
  • Berau Catat Rekor Buruk Deforestasi Tertinggi di Kaltim Wakil Bupati Beri Peringatan Keras Pengusaha Tambang
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad