![]() |
| Ilustrasi AI |
IKN – Seiring percepatan pembangunan Ibu Kota
Nusantara (IKN), fasilitas kesehatan di kawasan inti dan wilayah penyangga
semakin berkembang. Berbagai rumah sakit baru bermunculan, mulai dari rumah
sakit swasta berstandar internasional hingga fasilitas milik pemerintah. Di
tengah pertumbuhan ini, RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB) di Kabupaten Penajam
Paser Utara (PPU) terus memperkuat peranannya sebagai tulang punggung layanan
kesehatan bagi masyarakat lokal dan pendukung kebutuhan ASN yang akan
bermigrasi ke IKN.
Direktur Utama RSUD RAPB, dr. Lukasiwan Eddy Saputro,
menyatakan bahwa saat ini beberapa rumah sakit telah hadir di sekitar IKN,
menandakan komitmen pemerintah dan swasta dalam memenuhi kebutuhan kesehatan di
ibu kota baru. RSUD RAPB sebagai rumah sakit daerah terus meningkatkan
kapasitas dan kualitas layanan agar mampu menjawab tuntutan yang semakin tinggi
seiring dengan pertumbuhan penduduk dan aktivitas pembangunan di wilayah
penyangga.
Kabupaten Penajam Paser Utara, yang menjadi bagian penting
dari lokasi IKN, memang sedang mengalami transformasi besar. Kehadiran proyek
strategis nasional ini tidak hanya membawa infrastruktur fisik, tetapi juga
mendorong peningkatan pelayanan publik, termasuk sektor kesehatan. RSUD RAPB
yang telah lama melayani masyarakat PPU kini tengah mempersiapkan diri untuk
menjadi mitra strategis bagi fasilitas kesehatan di kawasan IKN.
Beberapa rumah sakit besar telah beroperasi atau siap
beroperasi di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Di antaranya adalah
RS Hermina Nusantara yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada Oktober 2024
dengan investasi sekitar Rp650 miliar, RS Mayapada Nusantara yang direncanakan
sebagai green hospital dengan investasi mencapai Rp2 triliun, serta RSUP
pertama yang groundbreaking dilakukan pada akhir 2023. Bahkan, laporan terbaru
menyebutkan hingga empat rumah sakit di KIPP IKN siap melayani, dengan tiga di
antaranya sudah beroperasi dan menerima layanan BPJS Kesehatan.
Otorita IKN sendiri telah menjamin bahwa layanan kesehatan
dan jaminan sosial siap menyambut aparatur sipil negara (ASN) yang mulai
dipindahkan secara bertahap mulai 2026. Layanan BPJS Kesehatan tersedia di RS
Hermina Nusantara dan RS Mayapada Nusantara, sementara fasilitas lain seperti
RS Abdi Waluyo dan rumah sakit swasta lainnya juga turut mendukung ekosistem
kesehatan di kawasan tersebut.
Meski demikian, peran rumah sakit daerah seperti RSUD RAPB
tetap krusial. Sebagai fasilitas kesehatan terdekat bagi masyarakat penyangga
IKN, RSUD RAPB berfungsi sebagai gatekeeper yang menangani kasus-kasus primer
dan rujukan awal sebelum merujuk ke rumah sakit spesialis di kawasan inti IKN.
dr. Lukasiwan menekankan pentingnya kolaborasi antarfasilitas kesehatan untuk
menciptakan sistem rujukan yang lancar dan efisien.
Pemerintah daerah Penajam Paser Utara pun terus mendukung
pengembangan RSUD RAPB. Sejak beberapa tahun lalu, telah ada rencana perluasan
bangunan fisik, termasuk penambahan lahan sekitar 2 hektar untuk pembangunan
gedung baru. Rencana pembangunan gedung empat lantai juga sempat dibahas agar
rumah sakit ini semakin relevan dalam menyambut era IKN. Peningkatan sarana dan
prasarana ini mencakup penambahan ruang rawat inap, ruang operasi, serta
fasilitas penunjang diagnostik modern.
Direktur RSUD RAPB juga menyebut bahwa pihaknya tengah
memperkuat layanan unggulan sesuai kebutuhan masyarakat sekitar, seperti
pelayanan maternal dan neonatal, penanganan penyakit tropis, serta layanan
gawat darurat yang siap 24 jam. Kehadiran aplikasi pendaftaran online “PENCET
RAPB” menjadi salah satu inovasi digital yang memudahkan masyarakat mengakses
layanan tanpa antre lama.
Pertumbuhan rumah sakit di IKN dan sekitarnya ini bukan
tanpa tantangan. Lonjakan penduduk akibat migrasi tenaga kerja konstruksi dan
ASN berpotensi meningkatkan beban pelayanan kesehatan. Selain itu, ketersediaan
tenaga medis spesialis di wilayah Kalimantan Timur masih menjadi pekerjaan
rumah bersama. Oleh karena itu, kolaborasi antara rumah sakit daerah, rumah
sakit di IKN, dan institusi pendidikan seperti Universitas Hasanuddin yang
telah menjalin kerja sama dengan Otorita IKN menjadi sangat strategis untuk
pengembangan SDM kesehatan.
Bupati Penajam Paser Utara juga menekankan pentingnya
kolaborasi dengan dunia usaha dalam mendorong pembangunan wilayah penyangga
IKN, termasuk sektor kesehatan. Pendekatan ini diharapkan dapat mempercepat
peningkatan fasilitas tanpa sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah
daerah.
Dari sisi nasional, pembangunan rumah sakit di IKN sejalan
dengan visi kota baru yang modern, hijau, dan berorientasi pada kualitas hidup
masyarakat. Rumah sakit-h rumah sakit yang dibangun tidak hanya menawarkan
layanan medis standar, tetapi juga mengusung konsep smart hospital dengan
telemedisin, ruang operasi hibrida, serta pendekatan ramah lingkungan. Hal ini
mendukung target IKN sebagai kota hutan pertama yang berkelanjutan.
Ke depan, diharapkan semakin banyak rumah sakit yang tumbuh
di ring 1, ring 2, dan ring 3 IKN sesuai rencana Dinas Kesehatan Provinsi
Kalimantan Timur. RSUD RAPB PPU akan terus bertransformasi dari rumah sakit
tipe daerah menjadi fasilitas yang semakin kompeten, siap menjadi bagian dari
jaringan kesehatan ibu kota baru.
Masyarakat di wilayah penyangga IKN pun kini semakin
optimistis. Dengan bertambahnya pilihan fasilitas kesehatan berkualitas, akses
terhadap pelayanan medis yang cepat, murah, dan profesional diharapkan semakin
terbuka. Ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan IKN tidak hanya membangun
gedung pemerintahan dan infrastruktur, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan
dasar masyarakat, termasuk kesehatan.
RSUD RAPB dan rumah sakit-rumah sakit lain di sekitar IKN
menjadi simbol komitmen pemerintah untuk membangun Indonesia yang lebih merata.
Di tengah hiruk-pikuk pembangunan fisik, kesehatan masyarakat tetap menjadi
prioritas agar IKN benar-benar menjadi kota yang layak huni bagi semua
kalangan, dari ASN hingga warga lokal asli Kalimantan Timur.
Perkembangan ini juga membuka peluang bagi investor dan
tenaga kesehatan profesional untuk berkontribusi. Dengan sistem yang semakin
terintegrasi, diharapkan tidak ada lagi kesenjangan layanan kesehatan antara
kawasan inti IKN dengan wilayah penyangganya. RSUD RAPB PPU siap menjadi garda
terdepan dalam mewujudkan visi tersebut.
Pembangunan kesehatan di IKN memang sedang memasuki fase
akselerasi. Kehadiran rumah sakit swasta berstandar internasional di satu sisi,
dan penguatan rumah sakit daerah di sisi lain, menciptakan keseimbangan yang
dibutuhkan. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci agar IKN tidak hanya
megah secara infrastruktur, tetapi juga sehat secara masyarakat.







