![]() |
| Foto : Pemprov Kalteng |
IKNTIME – Komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah
dalam meningkatkan kualitas pendidikan kembali mendapat pengakuan di tingkat
nasional. Pemprov Kalteng berhasil meraih penghargaan kategori pendidikan dalam
ajang bergengsi National Governance Awards 2026: Sinergi Nusantara untuk
Indonesia Emas, yang digelar di Jakarta.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri
Pendidikan Dasar dan Menengah kepada Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy
Pratowo dalam acara yang berlangsung di Grand Ballroom The Ritz-Carlton, Mega
Kuningan. Pengakuan ini menjadi indikator bahwa berbagai kebijakan dan program
pendidikan yang dijalankan pemerintah daerah dinilai memberikan dampak nyata
bagi masyarakat.
Capaian ini tidak lepas dari berbagai terobosan yang
dilakukan Pemprov Kalteng di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran.
Pemerintah daerah secara konsisten mendorong peningkatan kualitas sumber daya
manusia melalui sektor pendidikan, dengan fokus pada pemerataan akses serta
pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.
Wakil Gubernur Edy Pratowo menyampaikan bahwa penghargaan
tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh pihak yang terlibat dalam
pembangunan sektor pendidikan di Kalimantan Tengah. Ia menegaskan bahwa
pemerintah daerah terus berupaya menjawab tantangan ketimpangan akses
pendidikan, terutama di wilayah pedalaman yang selama ini menghadapi
keterbatasan fasilitas dan infrastruktur.
Salah satu program unggulan yang menjadi perhatian dalam
penilaian adalah kebijakan sekolah gratis. Program ini dirancang untuk
memastikan bahwa seluruh anak usia sekolah di Kalimantan Tengah dapat mengenyam
pendidikan tanpa terkendala biaya. Langkah ini menjadi bagian dari upaya
mengurangi kesenjangan sosial sekaligus meningkatkan angka partisipasi
pendidikan di daerah.
Selain itu, pemerintah daerah juga menggulirkan program
“Satu Keluarga Satu Sarjana” yang ditujukan untuk memperluas akses pendidikan
tinggi bagi masyarakat. Program ini menargetkan ribuan calon mahasiswa baru
dari keluarga kurang mampu, dengan skema pembiayaan penuh oleh pemerintah
daerah.
Dalam implementasinya, program tersebut tidak hanya menyasar
masyarakat di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah terpencil. Hal
ini menjadi salah satu strategi untuk memastikan bahwa peningkatan kualitas
pendidikan tidak hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi juga merata hingga
ke pelosok.
Di sisi lain, Pemprov Kalteng juga mendorong digitalisasi
pendidikan sebagai bagian dari transformasi sistem pembelajaran. Penggunaan
teknologi seperti papan tulis interaktif dan sistem pembelajaran berbasis
digital mulai diterapkan di berbagai sekolah, termasuk di tingkat SMA dan SMK.
Digitalisasi ini dinilai mampu meningkatkan kualitas proses
belajar mengajar sekaligus menjawab tantangan pendidikan di era modern. Selain
itu, pendekatan ini juga memberikan peluang bagi siswa di daerah terpencil
untuk mengakses materi pembelajaran yang lebih luas dan berkualitas.
Upaya digitalisasi tersebut diperkuat dengan pengembangan
berbagai program pembelajaran berbasis teknologi, termasuk sistem pembelajaran
hybrid dan penguatan literasi digital. Pemerintah daerah juga berupaya
memastikan ketersediaan infrastruktur pendukung agar implementasi digitalisasi
dapat berjalan optimal di seluruh wilayah.
Selain fokus pada pendidikan dasar dan menengah, Pemprov
Kalteng juga membuka program pendidikan vokasi, termasuk program diploma satu
(D1) bagi ribuan mahasiswa baru. Program ini dirancang untuk menghasilkan
tenaga kerja terampil yang siap masuk ke dunia kerja, sekaligus menjawab
kebutuhan industri yang terus berkembang.
Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah tidak hanya
berorientasi pada peningkatan akses pendidikan, tetapi juga pada relevansi
pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja. Dengan demikian, lulusan yang
dihasilkan diharapkan memiliki daya saing yang lebih tinggi.
Penghargaan yang diraih dalam ajang National Governance
Awards 2026 ini juga menilai keberhasilan daerah dalam mengimplementasikan
kebijakan secara nyata. Penilaian tidak hanya didasarkan pada perencanaan,
tetapi juga pada dampak langsung yang dirasakan oleh masyarakat.
Dalam konteks ini, keberhasilan Kalimantan Tengah dinilai
berasal dari kombinasi antara kebijakan yang tepat, inovasi program, serta
komitmen dalam pelaksanaan di lapangan. Pendekatan ini memungkinkan
program-program pendidikan yang dijalankan dapat memberikan hasil yang konkret.
Penguatan pendidikan inklusif juga menjadi salah satu aspek
penting dalam penilaian. Pemerintah daerah berupaya memastikan bahwa seluruh
lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan dan masyarakat di wilayah
terpencil, memiliki akses yang sama terhadap pendidikan berkualitas.
Selain itu, penyediaan sarana dan prasarana pendidikan
modern menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Penggunaan perangkat digital di sekolah-sekolah dinilai mampu menciptakan
lingkungan belajar yang lebih interaktif dan efektif.
Capaian ini sekaligus menjadi motivasi bagi pemerintah
daerah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Kalimantan Tengah. Edy
Pratowo menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan
dorongan untuk terus melakukan inovasi dan perbaikan di sektor pendidikan.
Dalam jangka panjang, penguatan sektor pendidikan diharapkan
dapat menjadi fondasi utama dalam pembangunan daerah. Dengan sumber daya
manusia yang berkualitas, Kalimantan Tengah memiliki peluang besar untuk
meningkatkan daya saing dan mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Keberhasilan ini juga menunjukkan bahwa transformasi
pendidikan berbasis teknologi dan inklusivitas dapat menjadi model bagi daerah
lain di Indonesia. Dengan pendekatan yang tepat, tantangan geografis dan
keterbatasan infrastruktur dapat diatasi melalui inovasi dan kolaborasi.
Penghargaan yang diraih Pemprov Kalteng menjadi bukti bahwa
upaya peningkatan kualitas pendidikan yang dilakukan secara konsisten dan
terarah dapat menghasilkan dampak nyata. Di tengah berbagai tantangan, sektor
pendidikan tetap menjadi prioritas utama dalam pembangunan, sebagai kunci untuk
menciptakan generasi yang lebih unggul di masa depan.







