![]() |
| Ilustrasi AI |
IKNTIME – Upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia
(SDM) di sektor kesehatan terus didorong melalui kerja sama lintas negara di
kawasan Asia Tenggara. Indonesia dan Brunei Darussalam kini memperkuat sinergi
dalam pengembangan tenaga kesehatan, dengan fokus pada peningkatan kompetensi,
pertukaran pengetahuan, serta penyelarasan standar pendidikan agar mampu
bersaing di tingkat regional hingga global.
Kolaborasi ini melibatkan institusi pendidikan tinggi, salah
satunya Universitas Binawan yang menjalin kerja sama dengan JPMC College of
Health Sciences di Bandar Seri Begawan. Kemitraan tersebut menjadi langkah
konkret dalam mendorong peningkatan kualitas lulusan tenaga kesehatan yang
sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional, khususnya di kawasan ASEAN.
Plh Rektor Universitas Binawan, Farouk Abdullah Alwyni,
menegaskan bahwa kerja sama ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman
pembelajaran yang lebih luas dan relevan bagi mahasiswa. Dengan adanya
kolaborasi internasional, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis,
tetapi juga perspektif global yang dibutuhkan untuk menghadapi persaingan
tenaga kerja di masa depan.
Menurutnya, integrasi kurikulum dengan standar internasional
menjadi salah satu fokus utama dalam kerja sama ini. Hal tersebut penting untuk
memastikan bahwa lulusan tenaga kesehatan Indonesia memiliki kompetensi yang
diakui secara global dan mampu bersaing dengan tenaga kerja dari negara lain.
Dalam implementasinya, kerja sama ini mencakup berbagai
program strategis, mulai dari pertukaran mahasiswa dan dosen, penyelenggaraan
forum ilmiah bersama, hingga pengembangan riset di bidang kesehatan.
Program-program tersebut diharapkan dapat mempercepat transfer pengetahuan dan
teknologi, sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan kesehatan di kedua
negara.
Chief Executive Officer JPMC College of Health Sciences,
Chung Yea Fui, menekankan bahwa kolaborasi lintas negara menjadi kunci dalam
menghadapi tantangan sektor kesehatan yang semakin kompleks. Ia menyebut bahwa
sinergi antara Indonesia dan Brunei membuka peluang besar dalam memperkuat
kapasitas SDM kesehatan secara kolektif di kawasan ASEAN.
“Kemitraan ini membuka peluang besar untuk pertukaran
pengetahuan dan penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan,”
ujarnya dalam keterangan resmi.
Selain itu, kerja sama ini juga memberikan kesempatan bagi
institusi pendidikan Indonesia untuk mempelajari standar layanan kesehatan
bertaraf internasional melalui fasilitas rumah sakit di Brunei. Pengalaman ini
menjadi referensi penting dalam pengembangan kurikulum nasional agar lebih
selaras dengan praktik global.
Langkah ini dinilai penting untuk mempersempit kesenjangan
kompetensi antara tenaga kesehatan lokal dengan standar internasional. Dengan
pendekatan berbasis praktik dan integrasi dengan jaringan rumah sakit modern,
mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pengalaman yang lebih aplikatif dan siap
terjun ke dunia kerja.
Penguatan kerja sama ini juga sejalan dengan kebutuhan
kawasan ASEAN dalam menghadapi dinamika sektor kesehatan, termasuk peningkatan
mobilitas tenaga kerja. Dalam konteks ini, standar kompetensi yang seragam
menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan kualitas layanan kesehatan
di seluruh negara anggota.
Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah tenaga
kesehatan terbesar di kawasan memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam
memenuhi kebutuhan tenaga medis di tingkat regional. Namun, untuk dapat
bersaing, diperlukan peningkatan kualitas pendidikan dan sertifikasi yang
sesuai dengan standar internasional.
Melalui kerja sama ini, diharapkan lulusan tenaga kesehatan
Indonesia tidak hanya mampu bekerja di dalam negeri, tetapi juga memiliki
peluang untuk berkarier di luar negeri. Hal ini sekaligus menjadi bagian dari
strategi nasional dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar
global.
Di sisi lain, kolaborasi ini juga memberikan manfaat bagi
Brunei dalam memperluas jaringan pendidikan dan riset di bidang kesehatan.
Dengan adanya pertukaran pengetahuan, kedua negara dapat saling melengkapi
dalam pengembangan teknologi dan inovasi di sektor kesehatan.
Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada peningkatan
kualitas individu, tetapi juga pada penguatan sistem kesehatan secara
keseluruhan. Dengan adanya riset bersama, kedua negara dapat mengembangkan
solusi inovatif untuk berbagai tantangan kesehatan yang dihadapi di kawasan,
mulai dari penyakit menular hingga peningkatan kualitas layanan medis.
Selain itu, penguatan SDM kesehatan juga menjadi bagian
penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di kawasan ASEAN. Tenaga
kesehatan yang kompeten dan berkualitas akan berkontribusi langsung terhadap
peningkatan kualitas hidup masyarakat serta ketahanan sistem kesehatan
nasional.
Namun, implementasi kerja sama ini juga menghadapi sejumlah
tantangan. Perbedaan sistem pendidikan, regulasi, serta standar sertifikasi
menjadi faktor yang perlu diselaraskan agar kolaborasi dapat berjalan efektif.
Oleh karena itu, diperlukan koordinasi yang intensif antara institusi
pendidikan dan pemerintah di kedua negara.
Meskipun demikian, kedua pihak optimistis bahwa kerja sama
ini dapat memberikan dampak positif dalam jangka panjang. Dengan komitmen yang
kuat dan dukungan dari berbagai pihak, kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi
model kerja sama regional dalam pengembangan SDM kesehatan.
Langkah ini juga mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas
negara dalam menghadapi tantangan global di sektor kesehatan. Dalam era yang
semakin terhubung, tidak ada negara yang dapat berdiri sendiri dalam
mengembangkan sistem kesehatan yang kuat dan berkelanjutan.
Dengan adanya sinergi antara Indonesia dan Brunei,
diharapkan kualitas tenaga kesehatan di kawasan ASEAN dapat terus meningkat.
Hal ini tidak hanya akan memperkuat daya saing regional, tetapi juga memastikan
bahwa masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang lebih baik dan merata di
seluruh kawasan.







