Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Rahmawati Tegaskan Komitmen Perjuangkan Target 100 Persen Listrik di Kaltara: Fokus Desa Perbatasan dan Terpencil

 

Ilustrasi AI

Tarakan – Akses listrik masih menjadi tantangan besar di Kalimantan Utara (Kaltara), dengan lebih dari 100 desa yang belum teraliri listrik hingga kini. Kondisi ini menarik perhatian serius dari anggota Komisi VII DPR RI Daerah Pemilihan Kaltara, Rahmawati, yang menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan pemerataan infrastruktur dasar, termasuk target akses listrik 100 persen hingga ke wilayah terpencil dan perbatasan.

Pernyataan ini disampaikan Rahmawati di sela-sela penyerahan simbolis Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) tahun 2025 kepada masyarakat di Desa Setabu, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan, Rabu (4/3/2026). “Listrik adalah kebutuhan dasar dan simbol kemajuan, terutama bagi masyarakat perbatasan,” ujar Rahmawati, istri Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang.

Ia memberikan apresiasi tinggi terhadap sinergi antara pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Pemprov Kaltara, pemerintah kabupaten/kota, serta PT PLN (Persero) dalam program BPBL. “Kami berharap fasilitas BPBL ini digunakan sebaik-baiknya untuk kegiatan yang bermanfaat dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tuturnya.

Program BPBL ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam pemerataan akses energi dan pelayanan dasar bagi masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan provinsi termuda Indonesia ini. Di tempat yang sama, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara Denny Harianto menegaskan peran vital listrik dalam kehidupan sehari-hari. “Listrik bukan hanya untuk penerangan, tetapi untuk mendukung pendidikan anak-anak, layanan kesehatan dan usaha masyarakat,” kata Denny.

Pada tahun 2025, total penerima manfaat BPBL mencapai 1.787 rumah tangga, dengan rincian 1.516 rumah tangga dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta 271 rumah tangga melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltara. Denny berharap bantuan ini dimanfaatkan untuk kegiatan produktif yang mendorong pertumbuhan ekonomi keluarga.

Kondisi akses listrik di Kaltara memang menjadi sorotan nasional. Sebagai provinsi perbatasan dengan Malaysia, Kaltara memiliki tantangan geografis yang rumit, termasuk pulau-pulau kecil dan desa terpencil di pedalaman. Data Pemprov Kaltara menunjukkan bahwa meski rasio elektrifikasi telah meningkat signifikan sejak provinsi ini berdiri pada 2012, masih ada lebih dari 100 desa yang gelap gulita, terutama di Kabupaten Nunukan, Malinau, dan Tana Tidung. Hal ini berdampak pada produktivitas masyarakat, di mana anak-anak kesulitan belajar malam hari, puskesmas terbatas dalam operasional, dan usaha kecil sulit berkembang tanpa listrik stabil.

Rahmawati, sebagai wakil rakyat di parlemen, menjanjikan akan terus memperjuangkan anggaran dan kebijakan pusat untuk mempercepat elektrifikasi. Komisi VII DPR RI yang membidangi energi memang sering membahas isu ini, dan Rahmawati bertekad membawa suara Kaltara ke tingkat nasional. “Di parlemen, saya akan perjuangkan target 100 persen Kaltara berlistrik,” tegasnya. Upaya ini selaras dengan program nasional pemerintah untuk mencapai rasio elektrifikasi 100 persen di seluruh Indonesia, meski tantangan di daerah perbatasan seperti Kaltara lebih kompleks akibat infrastruktur yang mahal dan medan sulit.

Sinergi dengan PLN menjadi kunci. PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Timur dan Utara telah aktif membangun jaringan listrik, termasuk pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk daerah terpencil. Namun, tantangan seperti cuaca ekstrem dan biaya logistik tinggi sering menghambat progres. Program BPBL tahun 2025 ini menjadi salah satu solusi cepat untuk menjangkau rumah tangga miskin yang belum terhubung ke jaringan PLN.

Dari perspektif masyarakat, bantuan ini sangat dinanti. Di Desa Setabu, misalnya, warga yang menerima BPBL menyambut gembira. Salah seorang penerima, yang enggan disebut namanya, mengatakan bahwa listrik akan memudahkan usaha rumahan seperti pengolahan ikan asin. “Dulu kami pakai genset, mahal bahan bakarnya. Sekarang bisa hemat dan anak-anak bisa belajar lebih baik,” katanya.

Sekprov Denny juga menekankan pentingnya pemanfaatan produktif. “Jangan hanya untuk penerangan, tapi gunakan untuk usaha seperti mesin penggiling atau pendingin ikan,” sarannya. Ini sejalan dengan visi Pemprov Kaltara untuk mendorong ekonomi berbasis sumber daya lokal, di mana listrik menjadi fondasi utama.

Sebagai jurnalis yang mengikuti isu pembangunan di Kaltara selama bertahun-tahun, saya melihat komitmen Rahmawati ini sebagai angin segar. Provinsi ini sering tertinggal dibanding saudara-saudaranya di Kalimantan karena usia muda dan keterbatasan anggaran. Namun, dengan dukungan parlemen dan sinergi pusat-daerah, target 100 persen elektrifikasi bukan mimpi. Data Kementerian ESDM menunjukkan rasio elektrifikasi Kaltara telah mencapai sekitar 90 persen pada akhir 2025, tapi sisanya yang 10 persen itu berada di wilayah paling sulit dijangkau.

Penyerahan BPBL di Sebatik Barat juga simbolis, mengingat pulau ini berbatasan langsung dengan Malaysia. Masyarakat perbatasan sering membandingkan infrastruktur dengan negara tetangga, di mana listrik sudah merata. Oleh karena itu, percepatan ini bukan hanya soal kebutuhan, tapi juga martabat nasional.

Dengan 1.787 rumah tangga yang terbantu tahun ini, langkah selanjutnya adalah memastikan pemeliharaan dan perluasan jaringan. PLN diharapkan terus berinovasi dengan energi terbarukan untuk daerah terisolir. Rahmawati telah menyuarakan komitmennya di parlemen; kini saatnya aksi nyata dari semua pihak untuk mewujudkan Kaltara yang terang benderang.

 

Also Read
Latest News
  • Rahmawati Tegaskan Komitmen Perjuangkan Target 100 Persen Listrik di Kaltara: Fokus Desa Perbatasan dan Terpencil
  • Rahmawati Tegaskan Komitmen Perjuangkan Target 100 Persen Listrik di Kaltara: Fokus Desa Perbatasan dan Terpencil
  • Rahmawati Tegaskan Komitmen Perjuangkan Target 100 Persen Listrik di Kaltara: Fokus Desa Perbatasan dan Terpencil
  • Rahmawati Tegaskan Komitmen Perjuangkan Target 100 Persen Listrik di Kaltara: Fokus Desa Perbatasan dan Terpencil
  • Rahmawati Tegaskan Komitmen Perjuangkan Target 100 Persen Listrik di Kaltara: Fokus Desa Perbatasan dan Terpencil
  • Rahmawati Tegaskan Komitmen Perjuangkan Target 100 Persen Listrik di Kaltara: Fokus Desa Perbatasan dan Terpencil
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad