![]() |
| Ilustrasi AI |
IKN – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) kembali
menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung percepatan pembangunan Ibu Kota
Nusantara (IKN). Proyek Jalan Kawasan Hankam dan Lingkar Sepaku 4 yang
dikerjakan perseroan ini telah mencapai progres 62,83%. Capaian tersebut
menjadi bukti akselerasi konektivitas kawasan strategis IKN yang terus digenjot
untuk mendukung mobilitas pemerintahan dan pertahanan-keamanan.
Proyek yang dipercayakan Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga ini bukan
sekadar pembangunan jalan biasa. Ia menjadi infrastruktur vital yang
menghubungkan kawasan pertahanan dan keamanan langsung dengan akses menuju
kawasan legislatif di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Dengan
panjang jalan ±10,964 kilometer, proyek ini mencakup pembangunan Multi Utility
Tunnel (MUT), perkerasan jalan enam lajur, serta beberapa jembatan yang
dirancang modern dan berkelanjutan.
Lingkup Pekerjaan dan Capaian Terkini
WIKA bertanggung jawab penuh atas seluruh lingkup pekerjaan
yang terintegrasi. Mulai dari pembangunan jalan utama, konstruksi terowongan
utilitas bawah tanah, hingga perkerasan beton semen yang kuat. Saat ini,
progres sudah menyentuh angka 62,83% dengan penyelesaian sebagian besar Multi
Utility Tunnel, pekerjaan tanah dan geosintetik, perkerasan berbutir, serta
struktur jembatan.
Fokus pekerjaan saat ini diarahkan pada penyelesaian
Jembatan Ruas 3.1 dan Jembatan Akses Paspampres menuju Simpang HPK. Selain itu,
tim WIKA terus melanjutkan pembangunan MUT dan perkerasan jalan pada beberapa
segmen trase. Seluruh tahapan dilaksanakan dengan standar Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (K3) yang ketat, termasuk inspeksi rutin, pengujian material,
dan pengawasan metode kerja yang adaptif.
Pernyataan Direktur Utama WIKA
Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, menyambut positif
capaian ini. Menurutnya, progres tersebut hasil dari optimalisasi strategi dan
kolaborasi tim di lapangan.
“Kami terus mengakselerasi pekerjaan pada lintasan kritis
dengan tetap mengedepankan standar kualitas dan keselamatan kerja. Proyek Jalan
Kawasan Hankam dan Lingkar Sepaku ini merupakan kontribusi nyata WIKA dalam
mendukung visi Asta Cita pemerintah, khususnya dalam memperkuat konektivitas
infrastruktur, mendorong pemerataan pembangunan, serta meningkatkan daya saing
kawasan IKN,” ujar Agung BW.
Pernyataan ini sekaligus menegaskan komitmen WIKA sebagai
salah satu BUMN konstruksi terdepan dalam proyek strategis nasional. Akselerasi
yang dilakukan bukan hanya soal kecepatan, melainkan juga kualitas yang
berkelanjutan.
Manfaat Strategis bagi Pembangunan IKN
Proyek Jalan Hankam dan Lingkar Sepaku memiliki peran
krusial dalam ekosistem IKN. Jalan ini akan memperkuat konektivitas kawasan
inti pemerintahan, memperlancar distribusi logistik, serta mendukung mobilitas
personel pertahanan-keamanan. Kehadiran Multi Utility Tunnel juga menjadi
terobosan karena mengintegrasikan seluruh utilitas bawah tanah dalam satu
terowongan, sehingga tata ruang di atas tanah tetap tertib dan estetis.
Manfaat jangka panjangnya pun sangat nyata: peningkatan
aksesibilitas antar zona strategis, percepatan pergerakan logistik, dukungan
aktivitas ekonomi sekitar, hingga fondasi bagi pengembangan kawasan
terintegrasi. Dengan begitu, IKN bukan hanya menjadi pusat pemerintahan baru,
melainkan juga kawasan yang modern, efisien, dan siap mendukung visi Indonesia
Emas 2045.
Sebagai jurnalis yang mengikuti perkembangan infrastruktur
IKN sejak awal, saya melihat capaian 62,83% ini sebagai momentum penting. Di
tengah berbagai tantangan pembangunan ibu kota baru, WIKA berhasil menjaga
ritme kerja tanpa mengorbankan aspek keselamatan dan kualitas. Proyek ini
sekaligus membuktikan bahwa konektivitas kawasan strategis IKN terus berjalan
sesuai target.
Target Penyelesaian dan Harapan ke Depan
WIKA menargetkan penyelesaian struktur utama dalam waktu
dekat sehingga jalan ini segera berfungsi sebagai tulang punggung jaringan
transportasi KIPP IKN. Keberhasilan proyek ini diharapkan menjadi contoh bagi
paket pekerjaan infrastruktur IKN lainnya.
Pemerintah melalui Kementerian PUPR tentu menaruh harapan
besar pada proyek ini. Karena tanpa konektivitas yang memadai, seluruh kawasan
strategis IKN akan sulit berjalan optimal. Jalan Hankam dan Lingkar Sepaku
bukan sekadar aspal dan beton, melainkan investasi untuk masa depan tata kelola
pemerintahan yang lebih baik.
Publik kini menanti kelanjutan progres selanjutnya. Apakah
target penyelesaian bisa diraih lebih cepat? Bagaimana koordinasi dengan paket
proyek lain di sekitar IKN? Yang pasti, capaian 62,83% hari ini menjadi sinyal
positif bahwa pembangunan IKN terus bergerak maju.
WIKA telah membuktikan komitmennya. Kini, dukungan semua
pihak diperlukan agar konektivitas kawasan strategis IKN semakin solid. Karena
pada akhirnya, infrastruktur yang baik adalah pondasi utama bagi ibu kota baru
yang inklusif, modern, dan berdaya saing tinggi.







