Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Pemprov Kalteng Luncurkan Program Strategis Pendidikan: Perkuat Akses dan Kualitas SDM Menuju Indonesia Emas 2045

 

Ilustrasi AI

Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) secara resmi meluncurkan serangkaian program strategis di sektor pendidikan untuk memperkuat akses dan kualitas sumber daya manusia (SDM). Acara yang digelar di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (5/3/2026), menjadi momentum penting dalam mewujudkan pendidikan inklusif yang merata bagi seluruh masyarakat Bumi Tambun Bungai. Langkah ini tidak hanya menjawab tantangan akses pendidikan di daerah terpencil, tapi juga mendukung visi nasional Indonesia Emas 2045 melalui peningkatan SDM yang beretika dan kompetitif.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran memimpin langsung peluncuran tersebut, menekankan bahwa program ini bukan seremoni belaka, melainkan komitmen nyata untuk memastikan setiap anak Kalteng mendapatkan hak pendidikan layak. “Hari ini kita telah menyaksikan bersama launching berbagai program strategis pendidikan di Kalimantan Tengah, mulai dari Program D-1 Vokasi Pertanian UMPR, bantuan seragam sekolah, pendidikan dokter spesialis kandungan di Universitas Palangka Raya, hingga penandatanganan kerja sama dengan perguruan tinggi se-Kalimantan Tengah. Ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi langkah dan komitmen nyata kita untuk memastikan setiap putra-putri Kalteng bisa mendapatkan haknya mengenyam pendidikan yang layak dan berkualitas,” ujar Agustiar.

Peluncuran ini mencakup empat agenda utama yang dirancang untuk menjangkau berbagai tingkatan pendidikan. Pertama, Program D-1 Vokasi Pertanian di Akademi Komunitas Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR), yang bertujuan meningkatkan keterampilan vokasi di bidang pertanian. Program ini diharapkan mendukung ketahanan pangan lokal dan membuka peluang kerja bagi pemuda daerah, sekaligus mengintegrasikan pendidikan dengan kebutuhan ekonomi Kalteng yang berbasis agraria.

Kedua, bantuan seragam sekolah bagi siswa SMA/SMK/SKH dari keluarga kurang mampu. Bantuan ini menyasar lebih dari 60 ribu siswa di seluruh Kalteng, meliputi seragam olahraga, seragam batik Huma Betang, seragam putih abu-abu, seragam Pramuka lengkap, sepatu, topi, dasi, serta ikat pinggang. Inisiatif ini langsung mengurangi beban ekonomi orang tua, sehingga partisipasi sekolah meningkat dan angka putus sekolah menurun. Agustiar menambahkan, “Kami tidak ingin melihat ada putra-putri Kalimantan Tengah yang tidak bisa sekolah, tidak bisa kuliah, tidak bisa berobat, bahkan tidak bisa makan. Oleh karena itu, pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama pembangunan daerah.”

Ketiga, peluncuran Program Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (PPDS Obgin) di Universitas Palangka Raya. Program ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat layanan kesehatan reproduksi di daerah, sekaligus meningkatkan ketersediaan tenaga medis spesialis. Dengan ini, Kalteng diharapkan lebih mandiri dalam menangani isu kesehatan ibu dan anak, yang selama ini menjadi tantangan di wilayah pedalaman.

Keempat, penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemprov Kalteng dengan 36 perguruan tinggi negeri dan swasta di wilayah tersebut. Kerja sama ini fokus pada kolaborasi dalam peningkatan kualitas pendidikan tinggi, integrasi sains dan teknologi, serta pembangunan SDM yang selaras dengan kaidah Belom Bahadat – nilai budaya lokal yang menekankan etika dan inklusivitas.

Plt. Sekretaris Daerah Kalteng Leonard S. Ampung dalam laporannya menyatakan bahwa program ini sejalan dengan visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur, khususnya misi kedua tentang peningkatan pendidikan untuk SDM beretika melalui pendidikan inklusif. Ia juga menyoroti dukungan terhadap agenda nasional Asta Cita Presiden, yang menekankan pembangunan SDM melalui pendidikan, sains, teknologi, dan kesehatan.

Meski menghadapi penurunan APBD drastis dari Rp10,2 triliun pada 2025 menjadi Rp5,4 triliun pada 2026 akibat kebijakan efisiensi nasional, Agustiar menegaskan komitmen tidak goyah. “Kita mengetahui adanya efisiensi anggaran yang menyebabkan APBD Provinsi Kalimantan Tengah turun cukup drastis. Namun hal itu tidak menjadi alasan bagi kami untuk mengurangi komitmen terhadap pembangunan pendidikan,” katanya. Program unggulan seperti Satu Rumah Satu Sarjana, Sekolah Gratis, dan Kartu Huma Betang Sejahtera tetap menjadi prioritas untuk memutus rantai kemiskinan dan kebodohan.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Dr. Fauzan, Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas Pungkas Bahjuri Ali, Wakil Gubernur Edy Pratowo, unsur Forkopimda, serta perwakilan perguruan tinggi dan pelajar yang ikut secara daring. Kehadiran mereka menandakan dukungan lintas sektor untuk visi Kalteng yang lebih maju dan bermartabat.

Sebagai jurnalis yang mengamati isu pendidikan di Kalimantan selama bertahun-tahun, saya melihat peluncuran ini sebagai respons tepat terhadap disparitas akses pendidikan di Kalteng. Wilayah ini sering kali tertinggal karena faktor geografis, di mana desa-desa terpencil sulit dijangkau. Program vokasi pertanian dan dokter spesialis, misalnya, langsung menyentuh kebutuhan lokal seperti ketahanan pangan dan kesehatan. Sementara bantuan seragam sekolah menjadi solusi praktis untuk keluarga miskin, yang sering kali memilih bekerja daripada sekolah karena biaya seragam.

Pendidikan memang fondasi pembangunan, seperti yang ditegaskan Agustiar: “Pendidikan adalah fondasi sekaligus investasi masa depan. Pendidikan akan memutus mata rantai kemiskinan, kebodohan, dan keterisolasian. Maju mundurnya suatu daerah sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya.” Dengan anggaran terbatas, efisiensi dan kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi kunci. Harapannya, program ini tidak berhenti di peluncuran, tapi diimplementasikan secara merata hingga ke pelosok.

Publik kini menanti realisasi bantuan bagi 60 ribu siswa dan pengembangan program vokasi. Jika berhasil, Kalteng bisa menjadi model bagi provinsi lain dalam membangun SDM unggul di tengah keterbatasan. Peluncuran ini membuktikan bahwa komitmen pendidikan tetap kuat, meski anggaran menurun, demi masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda.

 

Also Read
Latest News
  • Pemprov Kalteng Luncurkan Program Strategis Pendidikan: Perkuat Akses dan Kualitas SDM Menuju Indonesia Emas 2045
  • Pemprov Kalteng Luncurkan Program Strategis Pendidikan: Perkuat Akses dan Kualitas SDM Menuju Indonesia Emas 2045
  • Pemprov Kalteng Luncurkan Program Strategis Pendidikan: Perkuat Akses dan Kualitas SDM Menuju Indonesia Emas 2045
  • Pemprov Kalteng Luncurkan Program Strategis Pendidikan: Perkuat Akses dan Kualitas SDM Menuju Indonesia Emas 2045
  • Pemprov Kalteng Luncurkan Program Strategis Pendidikan: Perkuat Akses dan Kualitas SDM Menuju Indonesia Emas 2045
  • Pemprov Kalteng Luncurkan Program Strategis Pendidikan: Perkuat Akses dan Kualitas SDM Menuju Indonesia Emas 2045
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad