Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Pemkot Palangka Raya Perketat Pengawasan Daging Beku Jelang Lebaran 2026: Pastikan Keamanan dan Kesehatan Pangan Masyarakat

Ilustrasi AI

Palangka Raya – Menjelang perayaan Idul Fitri 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanketpang) memperketat pengawasan terhadap peredaran daging beku di pasar modern dan swalayan. Langkah ini diambil untuk menjamin keamanan, mutu, dan kelayakan konsumsi produk pangan asal hewan, sehingga masyarakat bisa merayakan Lebaran dengan tenang tanpa khawatir risiko kesehatan.

Kepala Distanketpang Kota Palangka Raya, Sugiyanto, menjelaskan bahwa pengawasan langsung dilakukan ke beberapa pasar modern dan swalayan yang menjual daging beku. "Kami melakukan pengawasan langsung ke beberapa pasar modern dan swalayan yang menjual daging beku untuk masyarakat guna menjamin standar kesehatan pangan yang ketat," katanya. Tim petugas memeriksa secara detail kondisi fisik daging, suhu penyimpanan di freezer, serta kelengkapan administrasi seperti sertifikasi halal dan layak konsumsi. Tujuan utama adalah mencegah peredaran produk yang tidak memenuhi syarat, yang bisa berisiko kontaminasi bakteri atau penurunan kualitas akibat penyimpanan tidak tepat.

Pengawasan ini menjadi respons atas lonjakan permintaan daging beku menjelang Lebaran, di mana masyarakat biasanya meningkatkan konsumsi protein hewani untuk hidangan spesial. Sugiyanto menekankan komitmen pemerintah dalam melindungi kesehatan masyarakat, terutama pada momen hari besar keagamaan. "Kami ingin memastikan seluruh produk pangan asal hewan yang dijual berada dalam kondisi aman, bermutu, dan layak konsumsi. Ini adalah komitmen kami dalam melindungi kesehatan masyarakat, terutama saat momen hari besar keagamaan," ujarnya.

Selain memeriksa kualitas, tim juga memantau ketersediaan stok di tingkat pengecer. Menurut Sugiyanto, pasokan daging di Palangka Raya saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga Lebaran. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying, yang justru bisa memicu spekulasi harga. "Stok daging cukup aman, jadi masyarakat tidak perlu khawatir dan beli secukupnya saja," tambahnya.

Kegiatan pengawasan ini melibatkan sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha. Distanketpang berharap pedagang menjaga integritas produk pangan mereka, sehingga perayaan Idul Fitri bisa berlangsung khidmat dengan pangan sehat dan berkualitas. Langkah ini bukan hal baru; setiap tahun menjelang hari raya, pengawasan pangan selalu ditingkatkan untuk mengantisipasi potensi pelanggaran seperti penjualan daging kadaluarsa atau tidak halal.

Di Palangka Raya, sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah, permintaan daging beku memang tinggi karena penduduk yang beragam dan mobilitas tinggi. Daging beku sering menjadi pilihan praktis bagi keluarga yang sibuk, tapi risiko penyimpanan yang tidak benar bisa menyebabkan masalah seperti keracunan makanan. Oleh karena itu, pemeriksaan suhu freezer menjadi poin krusial, di mana suhu ideal harus di bawah -18 derajat Celsius untuk menjaga kualitas daging.

Sugiyanto juga mengingatkan pentingnya sertifikasi halal, yang menjadi syarat wajib bagi produk pangan asal hewan di Indonesia. "Kelengkapan administrasi seperti sertifikasi halal dan layak konsumsi harus lengkap untuk memastikan produk aman dikonsumsi umat Muslim selama Lebaran," katanya. Ini selaras dengan regulasi nasional dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Kementerian Agama, yang semakin ketat dalam pengawasan pangan halal.

Sebagai jurnalis yang mengikuti isu ketahanan pangan di Kalimantan Tengah, saya melihat inisiatif ini sebagai upaya proaktif Pemkot Palangka Raya dalam menjaga stabilitas sosial selama Lebaran. Di tengah inflasi pangan yang sering naik menjelang hari raya, pengawasan ketat bisa mencegah praktik curang seperti pencampuran daging tidak segar. Selain itu, dengan stok yang dinyatakan cukup, diharapkan harga tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Pengawasan tidak berhenti di pasar modern saja. Distanketpang berencana memperluas pemeriksaan ke pasar tradisional dan distributor besar untuk menutup celah potensi pelanggaran. Masyarakat pun diimbau aktif melaporkan jika menemukan daging mencurigakan, seperti berbau atau berwarna tidak normal. Kerja sama antara konsumen, pedagang, dan pemerintah menjadi kunci keberhasilan program ini.

Dalam konteks lebih luas, langkah Pemkot Palangka Raya ini mendukung program nasional ketahanan pangan, di mana pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian terus mendorong pengawasan rantai pasok daging. Di Kalimantan Tengah, yang kaya sumber daya alam tapi sering menghadapi tantangan logistik, pengawasan seperti ini krusial untuk menjaga kepercayaan publik terhadap produk impor maupun lokal.

Dengan Lebaran 2026 yang tinggal hitungan minggu, pengawasan daging beku ini diharapkan memberikan rasa aman bagi ribuan keluarga di Palangka Raya. Sugiyanto menutup pernyataannya dengan harapan sinergi berkelanjutan: "Melalui kegiatan ini, Distanketpang berharap pelaku usaha menjaga integritas produk pangan, dengan sinergi pemerintah dan pedagang untuk mendukung perayaan Idul Fitri yang khidmat dengan pangan sehat dan berkualitas."

Publik kini menanti hasil pemeriksaan lebih lanjut, apakah ada temuan pelanggaran atau justru semua berjalan lancar. Yang jelas, komitmen Pemkot ini menjadi contoh baik bagi daerah lain dalam menjaga kesehatan masyarakat selama momen spesial seperti Lebaran.

 

Also Read
Tag:
Latest News
  • Pemkot Palangka Raya Perketat Pengawasan Daging Beku Jelang Lebaran 2026: Pastikan Keamanan dan Kesehatan Pangan Masyarakat
  • Pemkot Palangka Raya Perketat Pengawasan Daging Beku Jelang Lebaran 2026: Pastikan Keamanan dan Kesehatan Pangan Masyarakat
  • Pemkot Palangka Raya Perketat Pengawasan Daging Beku Jelang Lebaran 2026: Pastikan Keamanan dan Kesehatan Pangan Masyarakat
  • Pemkot Palangka Raya Perketat Pengawasan Daging Beku Jelang Lebaran 2026: Pastikan Keamanan dan Kesehatan Pangan Masyarakat
  • Pemkot Palangka Raya Perketat Pengawasan Daging Beku Jelang Lebaran 2026: Pastikan Keamanan dan Kesehatan Pangan Masyarakat
  • Pemkot Palangka Raya Perketat Pengawasan Daging Beku Jelang Lebaran 2026: Pastikan Keamanan dan Kesehatan Pangan Masyarakat
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad