Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Kemenhut Intensifkan Pemadaman Karhutla di Kalbar: 206 Titik Panas Terdeteksi, Fokus Kubu Raya dan Wilayah Rawan

 

Ilustrasi AI

Pontianak - Pemerintah melalui Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Meski belum memasuki puncak musim kemarau, wilayah ini sudah menunjukkan tanda-tanda kerawanan tinggi, dengan 206 titik panas terdeteksi pada 4 Maret 2026. Fokus utama pemadaman saat ini tertuju pada Kabupaten Kubu Raya, yang menjadi salah satu daerah paling rentan akibat peningkatan jumlah titik panas dan potensi kekeringan.

Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalbar menggunakan sensor VIIRS dan MODIS pada satelit polar, titik panas tersebut tersebar di beberapa kabupaten dan kota, termasuk Mempawah, Ketapang, Bengkayang, Sambas, Kubu Raya, serta Pontianak. Kondisi ini memicu kabut asap yang mulai mengganggu aktivitas masyarakat, seperti terlihat pada foto pengendara motor yang melintas di jalan berasap di Pontianak pada 5 Maret 2026.

Kepala Seksi Wilayah II Pontianak Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Kalimantan Kemenhut, Sahat Irawan Manik, menjelaskan bahwa Kabupaten Kubu Raya menjadi prioritas karena status rawannya yang meningkat. "Wilayah Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Kubu Raya, menjadi daerah rawan karhutla seiring meningkatnya jumlah titik panas serta potensi kekeringan pada musim kemarau," ujar Sahat dalam keterangannya dari Jakarta pada Sabtu, 7 Maret 2026.

Upaya pemadaman dilakukan secara intensif oleh tim Manggala Agni Daops Manggala Agni Kalimantan VIII/Pontianak. Pemadaman berlangsung dari pagi hingga malam hari untuk mempercepat penanganan, terutama di lokasi yang dekat dengan pemukiman. Karhutla di Kubu Raya mulai terjadi sejak 28 Februari 2026 hingga 6 Maret 2026, dengan lima titik api tersebar di tiga desa: Desa Rasau Jaya Tiga, Desa Rasau Jaya Umum, dan Desa Limbung, semuanya di Kecamatan Rasau Jaya.

Dua lokasi di Desa Rasau Jaya Tiga dan Desa Rasau Jaya Umum sudah memasuki tahap pendinginan serta mopping up, yaitu pembersihan sisa bara api untuk memastikan tidak ada titik panas tersisa. "Tahapan mopping up ini juga menandakan bahwa situasi karhutla seluruhnya telah terkendali dan dalam waktu dekat akan dinyatakan padam," tambah Sahat.


Patroli Pencegahan dan Antisipasi Kerawanan

Selain pemadaman langsung, tim Manggala Agni juga mengintensifkan patroli pencegahan di seluruh wilayah Kalbar. Patroli ini bertujuan mendeteksi kondisi lapangan lebih awal, memperkuat koordinasi antarpihak, serta mempercepat arus informasi dari masyarakat. "Patroli ini bertujuan untuk mendeteksi kondisi lapangan lebih awal, memperkuat koordinasi, serta mempercepat arus informasi dari masyarakat sehingga respons terhadap kejadian karhutla dapat dilakukan lebih cepat. Selain itu, patroli juga dilakukan untuk mengecek kondisi bahan bakar, potensi sumber air, serta isu-isu karhutla di masyarakat," jelas Sahat.

Peningkatan kerawanan ini juga didukung data harian titik panas 2026 yang menunjukkan lonjakan jumlah dan sebaran di Kubu Raya. Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran (SPBK) BMKG pun mencatat kenaikan tingkat risiko kebakaran, menandakan perlunya respons cepat meski puasa Ramadhan sedang berlangsung.


Dampak dan Upaya Kolaboratif

Kabut asap dari karhutla telah membuat situasi darurat di beberapa area, terutama di Pontianak dan sekitarnya. Upaya ini melibatkan Manggala Agni sebagai garda terdepan, dengan dukungan pemantauan BMKG untuk data akurat. Kemenhut menekankan bahwa pencegahan dini melalui patroli dan koordinasi menjadi kunci mengendalikan api sebelum meluas.

Di tengah ancaman musim kemarau yang semakin dekat, langkah intensif ini diharapkan bisa menekan luas lahan terbakar dan dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat serta lingkungan. Pemantauan terus dilakukan agar setiap titik panas bisa ditangani secepat mungkin, mencegah kebakaran besar seperti tahun-tahun sebelumnya.

Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, Kalimantan Barat berupaya menjaga hutan dan lahan tetap aman. Semoga upaya pemadaman dan pencegahan ini berhasil mengendalikan karhutla, sehingga masyarakat bisa menjalani Ramadhan dengan udara yang lebih bersih dan aman.

 

Also Read
Latest News
  • Kemenhut Intensifkan Pemadaman Karhutla di Kalbar: 206 Titik Panas Terdeteksi, Fokus Kubu Raya dan Wilayah Rawan
  • Kemenhut Intensifkan Pemadaman Karhutla di Kalbar: 206 Titik Panas Terdeteksi, Fokus Kubu Raya dan Wilayah Rawan
  • Kemenhut Intensifkan Pemadaman Karhutla di Kalbar: 206 Titik Panas Terdeteksi, Fokus Kubu Raya dan Wilayah Rawan
  • Kemenhut Intensifkan Pemadaman Karhutla di Kalbar: 206 Titik Panas Terdeteksi, Fokus Kubu Raya dan Wilayah Rawan
  • Kemenhut Intensifkan Pemadaman Karhutla di Kalbar: 206 Titik Panas Terdeteksi, Fokus Kubu Raya dan Wilayah Rawan
  • Kemenhut Intensifkan Pemadaman Karhutla di Kalbar: 206 Titik Panas Terdeteksi, Fokus Kubu Raya dan Wilayah Rawan
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad