Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Karhutla Melanda 5 Desa di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat: Total Luas Lahan Terbakar Capai 17 Hektar

Ilustrasi AI

Pontianak – Musim kemarau yang mulai terasa di berbagai wilayah Indonesia kembali memunculkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kali ini, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, menjadi sorotan setelah kebakaran melanda lima desa sejak akhir Februari hingga awal Maret 2026. Menurut laporan Kompas.com Lestari pada 7 Maret 2026, total luas lahan yang terbakar mencapai 17 hektar, tersebar di beberapa lokasi dekat pemukiman warga.

Kebakaran ini berlangsung dari 28 Februari hingga 6 Maret 2026. Rincian luas terbakar di masing-masing desa sebagai berikut: Desa Rasau Jaya Umum mengalami dua titik kebakaran dengan luas masing-masing 3 hektar dan 2 hektar; Desa Rasau Jaya Tiga seluas 4,5 hektar; serta Desa Limbung dengan dua titik, yaitu 7 hektar dan 1,3 hektar. Lima desa yang terdampak ini berada di Kecamatan Rasau Jaya, wilayah yang dikenal rawan karhutla karena kondisi lahan gambut dan mineral yang mudah terbakar saat musim kering.

Sahat Irawan Manik, Kepala Seksi Wilayah II Pontianak Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (BPKHL) Kalimantan, menjelaskan bahwa petugas Manggala Agni telah bekerja keras meski di tengah bulan Ramadan. Pemadaman dilakukan secara intensif dari pagi hingga malam hari, terutama di area yang berdekatan dengan pemukiman untuk mencegah penyebaran api ke rumah warga. Saat ini, situasi sudah terkendali, dengan upaya mopping up (pembersihan sisa bara) terus dilakukan di Desa Rasau Jaya Tiga dan Desa Rasau Jaya Umum. “Kami berkomitmen bergerak cepat dan bersinergi untuk pemadaman serta pencegahan,” ujar Sahat.

Wilayah Kalimantan Barat memang termasuk daerah rawan karhutla, terutama menjelang dan selama musim kemarau. Pantauan BMKG menunjukkan peningkatan jumlah titik panas (hotspot) sepanjang 2026, dengan sebaran yang semakin luas. Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran (SPBK) dari BMKG juga mencatat kenaikan tingkat kerawanan. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, memperingatkan bahwa musim kemarau yang diperkirakan mulai April 2026 akan membuat potensi karhutla semakin berat akibat kondisi lahan yang kering. Untuk mengantisipasi hal ini, BMKG dan BNPB berencana melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna menurunkan hujan buatan dan membasahi lahan gambut.

Upaya pencegahan juga digalakkan secara masif. Manggala Agni melakukan patroli intensif untuk mendeteksi dini titik api, memperkuat koordinasi antarinstansi, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam melaporkan kejadian cepat. Pemeriksaan terhadap bahan bakar, sumber air, dan edukasi masyarakat tentang bahaya karhutla menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang.

Meski luas 17 hektar tergolong relatif kecil dibandingkan kejadian karhutla besar di masa lalu, kebakaran ini menjadi pengingat bahwa ancaman tetap nyata bahkan di awal tahun. Sejak awal 2026, karhutla juga dilaporkan di beberapa wilayah lain, seperti Riau (Desa Teluk Beringin, Desa Sepahat, Desa Sukarjo Mesim, dan Desa Gambut Mutiara). Di Kalimantan Barat sendiri, peningkatan hotspot menunjukkan tren yang mengkhawatirkan jika tidak ditangani serius.

Dampak karhutla tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat akibat kabut asap, serta mengganggu aktivitas ekonomi lokal. Di Kubu Raya, lahan yang terbakar sebagian besar merupakan lahan gambut dan mineral yang rentan terhadap kebakaran berulang. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, Manggala Agni, BMKG, dan masyarakat menjadi kunci untuk menekan angka kejadian di masa mendatang.

Pemerintah daerah dan pusat terus mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama di musim kemarau. Dengan patroli yang lebih ketat dan teknologi pemantauan satelit, diharapkan kejadian serupa dapat diminimalisir. Situasi di Kubu Raya kini sudah terkendali, tetapi kewaspadaan tetap harus ditingkatkan mengingat prediksi musim kemarau yang lebih panjang dan kering tahun ini.

Also Read
Latest News
  •  Karhutla Melanda 5 Desa di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat: Total Luas Lahan Terbakar Capai 17 Hektar
  •  Karhutla Melanda 5 Desa di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat: Total Luas Lahan Terbakar Capai 17 Hektar
  •  Karhutla Melanda 5 Desa di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat: Total Luas Lahan Terbakar Capai 17 Hektar
  •  Karhutla Melanda 5 Desa di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat: Total Luas Lahan Terbakar Capai 17 Hektar
  •  Karhutla Melanda 5 Desa di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat: Total Luas Lahan Terbakar Capai 17 Hektar
  •  Karhutla Melanda 5 Desa di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat: Total Luas Lahan Terbakar Capai 17 Hektar
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad