![]() |
| Ilustrasi AI |
Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan
(Pemprov Kalsel) kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya
nyata menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan menjelang Idul
Fitri 1447 H/2026 M. Program ini menyediakan berbagai komoditas pokok dengan
diskon harga atau potongan langsung, serta subsidi, sehingga masyarakat bisa
membeli kebutuhan sehari-hari jauh lebih murah dibandingkan harga pasaran
normal.
Kegiatan Pasar Murah dalam rangka GPM ini digelar di
beberapa titik strategis di provinsi tersebut, termasuk di halaman Kantor Dinas
Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan di Jalan A.
Yani, Banjarmasin. Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi
Kalsel M. Syarifuddin yang mewakili Gubernur Kalsel, pada Senin, 16 Maret 2026.
Warga antusias memadati lokasi, menunjukkan betapa dibutuhkannya inisiatif ini
di tengah potensi lonjakan harga sembako selama bulan Ramadan dan menjelang
Lebaran.
Menurut penjelasan resmi Pemprov Kalsel, program ini
bertujuan menjaga jumlah pasokan pangan tetap aman dan stabil, sekaligus
mengendalikan inflasi daerah. “Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan
menyelenggarakan Pasar Murah dalam Gerakan Pangan Murah untuk menjaga jumlah
pasokan dan stabilitas harga pangan menjelang Lebaran. Tersedia diskon atau
potongan harga, serta subsidi untuk berbagai bahan pokok, sehingga masyarakat
bisa mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga di bawah harga normal di
pasaran,” demikian keterangan yang disampaikan dalam rilis video Antara News
Kalsel pada 16 Maret 2026 pukul 19:28 WIB.
Komoditas yang dijual mencakup sembilan bahan pokok utama,
antara lain beras medium dan premium, gula pasir, minyak goreng kemasan, bawang
merah, bawang putih, daging ayam ras, telur ayam, serta beberapa sayur-mayur
segar. Harga ditetapkan lebih rendah melalui mekanisme subsidi dari APBD
provinsi dan kolaborasi dengan Bulog serta distributor lokal. Meski detail
persis diskon per item tidak disebutkan secara rinci dalam setiap pelaksanaan,
pola serupa di kegiatan sebelumnya menunjukkan potongan hingga 20-40 persen
untuk komoditas strategis seperti beras dan telur, sehingga warga bisa
menghemat pengeluaran rumah tangga signifikan.
Sekda M. Syarifuddin dalam pembukaan acara menekankan bahwa
GPM ini merupakan wujud kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, khususnya
untuk kelompok rentan yang terdampak fluktuasi harga. Kegiatan serupa juga
mendapat dukungan dari Ketua DPRD Kalsel Supian, yang menyatakan bahwa program
ini krusial untuk memastikan ketersediaan pangan murah dan berkualitas bagi
seluruh warga Kalsel, terutama menjelang hari raya besar.
Antusiasme masyarakat terlihat dari keramaian yang
membludak. Ribuan warga berbondong-bondong datang sejak pagi, membawa tas
belanja untuk memanfaatkan harga murah. Beberapa di antaranya mengaku bisa
menghemat ratusan ribu rupiah dalam satu kali belanja, yang kemudian bisa
dialihkan untuk kebutuhan puasa lainnya seperti takjil atau persiapan mudik.
“Sangat membantu sekali, apalagi sekarang harga naik-naik. Bisa beli lebih
banyak untuk keluarga,” ujar salah seorang pembeli di lokasi.
Gerakan ini bukan yang pertama kali digelar Pemprov Kalsel.
Sejak awal Ramadan 2026, serangkaian pasar murah telah dilaksanakan di berbagai
kabupaten/kota, termasuk Banjarmasin, Banjarbaru, dan daerah pedalaman.
Kolaborasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Bulog, dan instansi
terkait memastikan pasokan lancar tanpa kekurangan stok. Program serupa juga
pernah digelar di masa lalu, seperti operasi pasar bersubsidi pada 2023 dan
2024, yang berhasil menekan lonjakan harga signifikan.
Di tengah situasi nasional di mana harga cabai rawit dan
beberapa komoditas lain masih tinggi melebihi harga acuan, inisiatif seperti
GPM di Kalsel menjadi contoh daerah yang proaktif mengendalikan inflasi pangan.
Pemprov Kalsel berkomitmen melanjutkan program ini secara berkala hingga
pasca-Lebaran, agar dampak positifnya bisa dirasakan lebih luas. Evaluasi
berkelanjutan juga dilakukan untuk memastikan subsidi tepat sasaran dan tidak
menimbulkan distorsi pasar.
Bagi warga Kalimantan Selatan, Gerakan Pangan Murah ini
menjadi angin segar di bulan puasa. Dengan harga yang lebih terjangkau,
keluarga bisa menjalani Ramadan dengan lebih tenang, tanpa khawatir soal
kebutuhan pokok. Di saat banyak daerah lain masih bergulat dengan kenaikan
harga, langkah Pemprov Kalsel ini menunjukkan komitmen kuat untuk melindungi
daya beli masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah menjelang
hari raya.
Program ini diharapkan menjadi model bagi provinsi lain, di
mana pemerintah daerah turun tangan langsung melalui subsidi dan diskon untuk
menjaga kesejahteraan rakyat. Dengan semangat berbagi di bulan Ramadan, GPM
Pemprov Kalsel bukan hanya soal ekonomi, melainkan juga solidaritas sosial yang
memperkuat ikatan antara pemerintah dan masyarakat.







