Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Otorita IKN Bangun Kebiasaan Masyarakat Memilah Sampah untuk Perkuat Pengelolaan Lingkungan

 

Ilustrasi AI

IKN — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus memperkuat upaya pengelolaan sampah berkelanjutan di kawasan ibu kota baru Indonesia melalui serangkaian kegiatan edukatif dan kampanye budaya lingkungan. Fokus upaya terbaru adalah membangun kebiasaan masyarakat mengelola dan memilah sampah secara konsisten, sebagai bagian dari strategi jangka panjang mewujudkan kawasan IKN yang bersih dan ramah lingkungan.

Peningkatan kesadaran mengenai pentingnya memilah sampah ini dipromosikan melalui kegiatan yang digelar di Multifunction Hall Kantor Bersama 3 IKN pada akhir pekan lalu. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, yang diperingati secara nasional setiap tanggal 21 Februari.


Penguatan Budaya Pengelolaan Sampah di IKN

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, menyampaikan bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah — tidak semata sebagai masalah, tetapi juga potensi sumber daya yang dapat dikelola. Myrna menegaskan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, tetapi perlu dipahami dan dilakukan secara konsisten oleh seluruh warga.

“Melalui peningkatan kesadaran memilah sampah, kita ingin memperkuat budaya pengelolaan sampah berkelanjutan di kawasan IKN,” jelas Myrna dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut.

Salah satu komponen penting dari kegiatan itu adalah sosialisasi program ‘Memilah Sampah Menabung Emas’, yang dipresentasikan oleh Ketua Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia (FORSEPSI), Mina Dewi Sukmawati, bersama Pangalinan Matandung, Deputi Bisnis Area Wilayah Regional Kalimantan dari PT Pegadaian. Program ini dirancang untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam memilah sampah melalui insentif ekonomi.


Program ‘Memilah Sampah Menabung Emas’

‘Memilah Sampah Menabung Emas’ merupakan pendekatan yang menghubungkan aksi memilah sampah dengan peluang ekonomis. Melalui skema ini, sampah yang telah dipilah berdasarkan kategori — seperti plastik, kertas, logam, dan organik — bisa dikonversi menjadi bentuk nilai yang setara dengan tabungan emas. Konversi dilakukan melalui kemitraan dengan lembaga keuangan serta bank sampah yang bekerja sama dengan Otorita IKN.

Pendekatan ini berangkat dari konsep ekonomi sirkular, sebuah model yang melihat sampah sebagai salah satu sumber daya ekonomis yang masih memiliki nilai guna setelah dipilah dan diolah. Ide besar di balik ekonomi sirkular adalah mengubah paradigma lama yang melihat sampah sebagai beban menjadi sebuah peluang.

Tujuan dari program semacam ini tidak hanya meningkatkan angka pemilahan sampah di tingkat rumah tangga atau komunitas, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan nilai sumber daya yang sering diabaikan. Secara tidak langsung, skema ini memberikan motivasi ekonomi kepada masyarakat untuk aktif dalam setiap tahapan pengelolaan sampah.


Diskusi dan Kolaborasi Multi-Pihak

Selain sosialisasi, rangkaian kegiatan di IKN juga mencakup diskusi santai yang menghadirkan beragam narasumber ahli di bidang lingkungan dan ekonomi sirkular. Diskusi tersebut melibatkan perwakilan Otorita IKN seperti Direktur Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana, Lazuardi Nasution, serta perwakilan industri dan komunitas pengelola sampah seperti Plasticpay.

Diskusi ini menjadi ruang bagi para pihak untuk berbagi pandangan dan strategi pengelolaan sampah yang berkelanjutan, termasuk bagaimana teknologi dan sistem insentif dapat mendorong partisipasi aktif masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga melibatkan aspek sosial, ekonomi, dan budaya.


Dukungan Industri dan Komitmen Berkelanjutan

Kegiatan pemilahan sampah di IKN juga mendapat dukungan dari sektor industri, termasuk Mayora Group. Perusahaan ini terlibat sebagai salah satu mitra pendukung dalam agenda tersebut, menegaskan komitmen untuk menjaga keberlanjutan lingkungan. Menurut Tunky Natanael Kurniawan, Sustainability Director Mayora Group, dukungan terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan penting sejalan dengan kampanye Gerakan Ekonomi Sirkular Nasional yang telah dijalankan perusahaan secara konsisten sejak 2021.

Tunky menjelaskan bahwa dukungan ini bukan hanya sebagai kontribusi terhadap program lokal di IKN, tetapi juga sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap prinsip keberlanjutan lingkungan yang lebih luas di seluruh Indonesia. “Kami mendukung prinsip IKN sebagai kota yang berkelanjutan agar pengelolaan sampah tidak hanya bermanfaat, tetapi juga menerapkan prinsip ekonomi sirkular,” katanya dalam kesempatan tersebut.


Target Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Otorita IKN menempatkan pengelolaan sampah sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan kawasan. Program ini ‌selaras dengan target yang lebih luas, yaitu mencapai 60 persen tingkat daur ulang sampah di IKN hingga 2035, sehingga tidak hanya mengurangi limbah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, tetapi juga mendukung pengembangan ekonomi lokal melalui pengolahan dan pemanfaatan sampah. Upaya ini sebelumnya telah dijelaskan dalam target pembangunan sirkular di kawasan tersebut.

Pencapaian target tersebut membutuhkan partisipasi aktif semua lapisan masyarakat, dari tingkat rumah tangga hingga komunitas lokal dan pelaku usaha. Fokus utama dari target ini adalah tidak hanya menciptakan sistem zero waste, tetapi juga mengintegrasikan prinsip ekonomi sirkular sebagai bagian dari cara hidup sehari-hari.


Strategi Jangka Panjang dan Peran Masyarakat

Dalam strategi jangka panjang, pengelolaan sampah di IKN tengah bergerak menuju integrasi teknologi dan inovasi berbasis komunitas. Langkah ini mencakup penggunaan teknologi untuk mempermudah pelacakan dan pemilahan sampah, serta mekanisme insentif yang mendorong keterlibatan masyarakat. Sistem kelola ini termasuk dukungan dari pihak industri dan mitra lokal yang memberikan fasilitas untuk memproses sampah yang telah dipilah menjadi komoditas yang memiliki nilai pasar.

Selain itu, Otorita IKN berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti Plasticpay yang mengembangkan sistem pembayaran berbasis teknologi bagi pengelolaan sampah plastik, sehingga setiap partisipasi memilah sampah dapat terekam dan memberikan nilai tambah secara digital.

Kegiatan pagi hingga sore dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional menunjukkan bahwa kampanye pengelolaan sampah bukan sekadar sosialisasi periodik, tetapi bagian dari perubahan budaya yang dipupuk secara konsisten melalui berbagai pendekatan, baik edukatif, teknologi, maupun insentif ekonomi.

 

Also Read
Latest News
  • Otorita IKN Bangun Kebiasaan Masyarakat Memilah Sampah untuk Perkuat Pengelolaan Lingkungan
  • Otorita IKN Bangun Kebiasaan Masyarakat Memilah Sampah untuk Perkuat Pengelolaan Lingkungan
  • Otorita IKN Bangun Kebiasaan Masyarakat Memilah Sampah untuk Perkuat Pengelolaan Lingkungan
  • Otorita IKN Bangun Kebiasaan Masyarakat Memilah Sampah untuk Perkuat Pengelolaan Lingkungan
  • Otorita IKN Bangun Kebiasaan Masyarakat Memilah Sampah untuk Perkuat Pengelolaan Lingkungan
  • Otorita IKN Bangun Kebiasaan Masyarakat Memilah Sampah untuk Perkuat Pengelolaan Lingkungan
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad