![]() |
| Ilustrasi AI |
IKN — Dalam upaya mewujudkan visi Ibu Kota Nusantara (IKN)
sebagai sustainable forest city — kota hutan yang berkelanjutan dan
ramah lingkungan — Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memperkuat kolaborasi
dengan sektor swasta untuk memulihkan dan memperkaya ekosistem hutan di kawasan
inti ibu kota baru.
Tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur dan
teknologi, pembangunan IKN juga menempatkan peningkatan kualitas lingkungan
sebagai bagian tak terpisahkan dari rencana induk. Perubahan ini menjadi
strategi penting untuk memastikan bahwa hadirnya pusat pemerintahan baru juga
membawa dampak positif terhadap keanekaragaman hayati dan lingkungan hidup.
Jejak Kolaborasi antara OIKN dan Swasta
Langkah terbaru tersebut diwujudkan melalui kerja sama
antara Otorita IKN dan perusahaan telekomunikasi besar, Indosat Ooredoo
Hutchison, yang secara bersama-sama terlibat dalam kegiatan penanaman bibit
pohon endemik Kalimantan di kawasan Nusantara.
Adapun kegiatan ini mencakup penanaman sejumlah pohon asli
Kalimantan — seperti ulin, meranti putih, dan berbagai jenis
tanaman buah lokal — yang dipilih berdasarkan kemampuan ekologisnya dalam
mendukung keseimbangan lingkungan serta ketahanan ekosistem hutan tropis.
Dalam pernyataannya, Direktur Pengembangan, Pemanfaatan
Kehutanan, dan Sumber Daya Air OIKN, Onesimus Patiung, menegaskan bahwa
metode penanaman dipilih dengan pendekatan ekologis dan berkelanjutan,
bukan sekadar simbolis. Hal ini menunjukkan keseriusan OIKN dalam membangun
ekosistem yang kuat di wilayah ibu kota baru.
Penanaman Pohon Endemik: Lebih Dari Sekadar Aksi Simbolik
Penanaman bibit pohon itu dilakukan di wilayah yang dikenal
sebagai Miniatur Hutan Hujan Tropis (MHHT) di IKN — sebuah kawasan yang
dulunya merupakan area hutan tanaman industri Eucalyptus.
Alih fungsi MHHT menjadi ruang hijau baru bukan berarti
tanaman lama seperti Eucalyptus langsung ditebang. Menurut Onesimus,
pohon-pohon tersebut dibiarkan tumbuh sampai siklus hidupnya selesai, kemudian
— di bawahnya — ditanam jenis-jenis pohon endemik yang lebih mendukung
keanekaragaman hayati.
Pendekatan ini menjadi contoh bagaimana rehabilitasi lahan
dan konservasi lingkungan dapat berjalan selaras dengan pembangunan wilayah
urban atau kota baru. Kegiatan seperti ini juga memberikan dampak langsung pada
kondisi mikro lingkungan, termasuk peningkatan kualitas udara, penurunan suhu
permukaan tanah, dan pembentukan habitat alami bagi flora serta fauna lokal.
Lebih jauh lagi, keterlibatan sektor swasta dalam aktivitas
konservasi tersebut menunjukkan bahwa tanggung jawab lingkungan bukan hanya
urusan pemerintah, tetapi juga menjadi misi bersama dengan pelaku usaha.
Menguatkan Fondasi Lingkungan di Tengah Pembangunan IKN
Pemulihan pohon endemik di IKN bukan sekadar agenda hutan,
melainkan juga merupakan bagian integral dari perencanaan kota masa depan yang
tertanam dengan prinsip green infrastructure (infrastruktur hijau).
Penanaman vegetasi lokal memiliki fungsi strategis untuk:
- Memperkuat
fungsi ekologis kawasan hutan dan ruang terbuka hijau, membantu
mengendalikan erosi tanah dan meningkatkan penyerapan karbon.
- Menciptakan
iklim mikro yang lebih sejuk di tengah pembangunan yang pesat,
sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
- Melestarikan
keanekaragaman hayati Kalimantan, yang terkenal dengan berbagai
spesies tumbuhan dan satwa unik.
- Menjadi
bentuk inovasi berkelanjutan yang dapat menjadi model bagi kota-kota
lain di Indonesia dan dunia.
Pendekatan ini tidak hanya menempatkan pohon sebagai elemen
hiasan pada ruang kota, melainkan sebagai bagian struktur hidup yang membantu
menjaga keseimbangan lingkungan dan fungsi ekosistem secara luas.
Kontribusi Swasta dalam Pembangunan Kota Hijau
Selain Indosat Ooredoo Hutchison, keterlibatan perusahaan
swasta lainnya dalam konservasi lingkungan IKN dipandang sebagai terobosan
strategis untuk mencapai target keberlanjutan. Kolaborasi ini mencerminkan
bahwa tujuan pembangunan tidak hanya dipahami secara teknis, tetapi juga
sebagai tanggung jawab sosial bersama lintas sektor.
Hal tersebut sejalan dengan upaya OIKN dalam menggaet mitra
strategis dari berbagai industri dan organisasi yang memiliki visi lingkungan
serupa, terlepas dari aspirasi bisnis mereka sendiri. Pendekatan kemitraan
semacam ini juga dibangun dalam program reforestasi yang melibatkan beberapa
perusahaan dan lembaga konservasi untuk kegiatan penanaman pohon tropis sejak
beberapa tahun terakhir.
Konservasi dan Urbanisasi: Tidak Harus Berseberangan
Pemulihan pohon endemik Kalimantan di IKN sekaligus memberi
pesan kuat bahwa urbanisasi tidak harus mengorbankan alam, melainkan
dapat memperkuatnya. Strategi pembangunan berkelanjutan yang diterapkan OIKN
menunjukkan upaya nyata agar konsep forest city bukan sekadar jargon,
melainkan bersifat implementatif.
Dalam praktiknya, penanaman pohon endemik juga menjadi
sarana edukasi lingkungan bagi pelaku bisnis, masyarakat, dan generasi muda
yang sangat penting untuk menciptakan kesadaran kolektif tentang pentingnya
konservasi alam dalam perencanaan kota masa depan.
Meskipun program ini menunjukkan hasil awal yang positif,
tantangan pelestarian lingkungan masih tetap ada. Di beberapa daerah di
Kalimantan, praktik illegal logging, perluasan lahan pertanian ilegal, dan
aktivitas tambang yang tidak terkontrol tetap menjadi ancaman bagi
keberlanjutan ekosistem.
Oleh sebab itu, kolaborasi lintas sektor seperti yang
dilakukan antara OIKN dan sektor swasta diharapkan menjadi langkah awal dari
upaya yang lebih besar dalam konservasi lingkungan. Tidak hanya penanaman pohon
saja, tetapi juga pengawasan berkelanjutan, manajemen restorasi hutannya, dan
edukasi masyarakat luas harus terus digalakkan.
Melibatkan swasta dalam pemulihan pohon endemik Kalimantan
adalah langkah penting yang menunjukkan bahwa pembangunan IKN tidak hanya
berorientasi pada gedung dan teknologi. Konservasi lingkungan menjadi bagian
tak terpisahkan dari visi ibu kota baru yang berkelanjutan.
Upaya rehabilitasi vegetasi lokal, pengayaan biodiversitas,
serta pendidikan lingkungan kepada masyarakat menjadikan konsep sustainable
forest city tidak lagi sekadar ide — melainkan dijalankan nyata. Dengan
strategi ini, IKN berharap dapat menjadi contoh kota masa depan yang ikut
menjaga alam, bukan merusaknya, sekaligus menjadi inspirasi global dalam
pembangunan berkelanjutan.







